
Sudah lama di toilet, tapi tinja tetap susah keluar? Penyebab susah buang air besar bukan cuma gara-gara gorengan atau makanan yang kamu makan kemarin. Kurang minum, jarang bergerak, sampai kebiasaan menahan BAB juga bisa bikin kamu lebih susah saat BAB.
Kadang penyebabnya justru datang dari kebiasaan yang kelihatannya sepele. Misalnya terlalu lama duduk karena kerja, sering lupa minum saat sibuk, atau menunda ke toilet karena sedang di perjalanan. Kalau dilakukan terus, kebiasaan seperti ini bisa ikut mengganggu pola BAB.
Penyebab Susah Buang Air Besar yang Sering Nggak Disadari

1. Kurang Minum Air
Kalau seharian sibuk kerja, lupa minum bisa terjadi tanpa kamu sadari. Apalagi kalau kamu bekerja di ruangan ber-AC seharian atau banyak beraktivitas di luar rumah.
Saat cairan tubuh kurang, tinja bisa jadi lebih kering dan keras. Hasilnya, tinja jadi lebih susah di keluarkan dan kamu mungkin perlu mengejan lebih keras dari biasanya.
2. Jarang Makan Makanan Berserat
Menu yang lebih sering berisi nasi, lauk, dan gorengan tanpa banyak sayur atau buah bisa bikin asupan serat harian rendah.
Serat membantu menambah volume tinja dan membuatnya lebih mudah melewati saluran pencernaan. Kamu bisa menambahkan sayur, buah, kacang-kacangan, atau oatmeal ke menu sehari-hari.
Nggak perlu mengubah semua makanan sekaligus. Cukup mulai dari hal sederhana, misalnya menambah sayur saat makan siang atau memilih buah sebagai camilan.
3. Terlalu Banyak Duduk
Kerja seharian di depan laptop, perjalanan jauh, atau kebiasaan rebahan membuat tubuh jarang bergerak. Kalau aktivitas fisik minim, gerakan saluran pencernaan juga bisa ikut melambat.
Kalau pekerjaan membuatmu duduk berjam-jam, coba sempatkan berdiri dan jalan sebentar. Jalan kaki ringan setelah makan juga enak di jadikan kebiasaan.
4. Sering Menahan BAB
Sedang meeting, berada di perjalanan, atau merasa kurang nyaman menggunakan toilet umum? Akhirnya rasa ingin BAB di tunda sampai nanti.
Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tubuh bisa jadi kurang peka terhadap rasa ingin BAB. Saat akhirnya pergi ke toilet, tinja pun bisa terasa lebih sulit di keluarkan.
5. Pola Makan dan Rutinitas Berubah
BAB yang biasanya lancar bisa ikut berubah saat rutinitas harian berantakan. Contohnya ketika liburan, kamu lebih sering makan makanan cepat saji, jarang makan buah, kurang minum, dan lebih banyak duduk selama perjalanan.
Nggak heran kalau setelah beberapa hari, waktu BAB kamu ikut berubah. Pola tidur yang berantakan juga bisa membuat kebiasaan ke toilet ikut berubah.
6. Efek Obat atau Kondisi Tertentu
Beberapa obat dan suplemen juga bisa bikin BAB lebih sulit. Misalnya obat tertentu untuk lambung, suplemen zat besi, atau obat pereda nyeri.
Keluhan serupa juga bisa muncul pada kondisi tertentu, misalnya kalau kamu punya riwayat wasir. Kalau masalahnya tetap muncul setelah pola makan dan aktivitas di perbaiki, jangan cuma menyalahkan pola makan atau kurang gerak.
Kapan Susah BAB Nggak Boleh Diabaikan?
Kalau hanya terjadi sesekali, perubahan pola makan, cukup minum, dan lebih banyak bergerak biasanya sudah cukup membantu. Tapi kalau keluhan terus berulang atau berlangsung lama, jangan di anggap sepele.
Apalagi kalau di sertai sakit perut yang berat, muntah, perut membengkak, darah pada tinja, atau berat badan turun tanpa alasan yang jelas. Gejala seperti ini sebaiknya segera di periksakan ke dokter.
Baca Juga : Sakit Perut Setelah Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Coba Perbaiki Kebiasaan dari Sekarang
Mulai dari cukup minum, menambah makanan berserat, lebih sering bergerak, dan nggak menunda saat tubuh sudah memberi sinyal ingin ke toilet. Kebiasaan sederhana seperti ini bisa kamu terapkan sedikit demi sedikit tanpa harus mengubah rutinitas secara drastis.
Kalau setelah kebiasaan tersebut di perbaiki keluhan tetap muncul, penyebab susah buang air besar sebaiknya di periksa lebih lanjut bersama dokter agar kamu tahu langkah yang tepat.
