
Mata perih bisa datang kapan saja, mulai dari saat bekerja di depan komputer, bermain ponsel terlalu lama, hingga setelah terpapar debu atau asap. Keluhan ini sering digambarkan sebagai rasa panas, pedih, tidak nyaman, atau sensasi seperti ada benda kecil yang mengganjal di dalam mata.
Meski sering dianggap sepele, mata yang terasa perih dapat mengganggu konsentrasi dan aktivitas sehari-hari. Kabar baiknya, sebagian besar kasus mata perih disebabkan oleh kondisi ringan yang dapat membaik dengan perawatan sederhana. Namun, ada juga beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti diagnosis, pengobatan, atau saran medis dari dokter maupun tenaga kesehatan profesional.
Mengapa Mata Bisa Terasa Perih?
Mata merupakan organ yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Ketika permukaannya mengalami iritasi atau kekurangan kelembapan, rasa perih dapat muncul sebagai respons alami tubuh.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan meliputi:
- Mata kering akibat berkurangnya produksi air mata
- Terlalu lama menatap layar komputer, laptop, atau ponsel
- Paparan debu, asap rokok, polusi, atau udara yang terlalu kering
- Reaksi alergi terhadap zat tertentu
- Penggunaan lensa kontak yang kurang tepat
- Kurang tidur atau kelelahan
Selain faktor-faktor tersebut, infeksi dan peradangan pada mata juga dapat menimbulkan keluhan yang serupa.
Gejala yang Sering Menyertai Mata Perih
Rasa perih pada mata biasanya tidak muncul sendirian. Beberapa orang juga dapat mengalami gejala lain yang membuat mata terasa semakin tidak nyaman.
Gejala yang umum menyertai mata perih antara lain:
- Mata tampak merah
- Mata berair terus-menerus
- Gatal pada area mata
- Lebih sensitif terhadap cahaya
- Pandangan terasa kurang nyaman
- Sensasi seperti ada pasir di dalam mata
Tingkat keparahan gejala dapat berbeda-beda tergantung penyebab yang mendasarinya.
Cara Meredakan Mata Perih
Penanganan mata perih sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
1. Beri Waktu Istirahat untuk Mata
Jika pekerjaan atau aktivitas sehari-hari mengharuskan Anda menatap layar dalam waktu lama, cobalah memberi jeda secara berkala.
Metode 20-20-20 dapat menjadi pilihan sederhana, yaitu mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit.
2. Jaga Kelembapan Permukaan Mata
Pada kasus mata kering, penggunaan air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan mata dan mengurangi rasa perih.
Gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian. Hindari penggunaan tetes mata yang mengandung penghilang kemerahan dalam jangka panjang tanpa anjuran dokter karena dapat memicu kemerahan berulang setelah efek obat berkurang.
3. Jangan Mengucek Mata
Saat mata terasa gatal atau perih, mengucek mata memang terasa melegakan untuk sementara. Namun, kebiasaan ini justru dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
4 . Kurangi Paparan Pemicu Iritasi
Jika memungkinkan, hindari paparan asap, debu, atau polusi yang dapat memperburuk keluhan. Penggunaan kacamata pelindung saat berada di lingkungan tertentu juga dapat membantu menjaga kenyamanan mata.
Cara Menjaga Mata Tetap Sehat
Selain mengatasi keluhan yang sudah muncul, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan mata:
- Berkedip lebih sering saat menggunakan perangkat digital
- Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata
- Menggunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja
- Tidur yang cukup setiap malam
- Mengonsumsi makanan bergizi untuk mendukung kesehatan mata
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jangan abaikan keluhan mata perih yang berlangsung terus-menerus atau semakin berat.
Segera konsultasikan ke dokter mata jika mengalami:
- Mata perih yang tidak kunjung membaik
- Nyeri mata yang cukup berat
- Penglihatan kabur atau menurun
- Mata merah yang semakin parah
- Keluar cairan tidak normal dari mata
Segera cari pertolongan medis darurat jika mata terkena bahan kimia, mengalami cedera serius, atau terjadi kehilangan penglihatan secara mendadak.
Baca Juga : Cara Mengatasi Mata Merah dengan Aman dan Tepat di Rumah
Kesimpulan
Mata perih dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari mata kering dan kelelahan akibat penggunaan layar digital hingga iritasi karena debu, asap, atau alergi. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan perawatan sederhana dan perubahan kebiasaan sehari-hari.
Meski demikian, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gangguan penglihatan. Penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.
