
Pernah nggak sih, badan lagi panas tiba-tiba perut mules dan bolak-balik BAB? Kalau kamu lagi mengalami demam disertai diare, rasanya nyebelin banget kan. Badan jadi lemas, nafsu makan hilang, dan aktivitas jadi ketunda semua.
Wajar sih khawatir. Tapi tahan dulu paniknya ya. Demam disertai diare biasanya terjadi saat virus, bakteri, atau parasit masuk ke pencernaan. Terus daya tahan tubuh langsung kerja buat ngelawan. Tapi, pemicunya bisa beda-beda. Ada yang bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari, ada juga yang butuh penanganan dokter.
Menurut Kementerian Kesehatan RI dan berbagai panduan medis, infeksi virus masih jadi biang kerok yang paling sering di Indonesia. Selain virus, bakteri, parasit, atau makanan yang terkontaminasi juga bisa menjadi penyebab demam disertai diare.
Jadi penting tahu dulu penyebabnya. Jangan asal minum obat ya.
Demam Disertai Diare, Apa Penyebabnya?

Jadi gini, demam disertai diare biasanya muncul saat tubuh sedang melawan infeksi yang menyerang sistem pencernaan.
Ketika virus, bakteri, atau parasit masuk ke pencernaan, daya tahan tubuh kerja lembur. Alhasil, badan jadi panas dan BAB jadi lebih sering dari biasanya.
Nah, ini 4 penyebab yang paling sering.
1. Infeksi Virus
Ini jadi penyebab yang paling sering.
Virus seperti norovirus atau rotavirus bisa menyerang pencernaan dan bikin demam, diare, mual, muntah, sampai perut melilit.
Untungnya, kebanyakan infeksi virus biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari asalkan kamu cukup istirahat dan banyak minum.
2. Keracunan Makanan
Kalau gejalanya muncul beberapa jam setelah makan, bisa jadi ini pemicunya.
Biasanya gara-gara makan makanan yang sudah kena bakteri. Contohnya ayam yang kurang matang, seafood yang nggak segar, atau sayuran yang kurang bersih saat di cuci.
Selain diare dan demam, kamu juga bisa muntah, sakit perut, atau badan menggigil.
3. Infeksi Bakteri
Selain virus, ada juga bakteri seperti Salmonella, Shigella, dan Campylobacter yang bisa memicu demam disertai diare.
Gejalanya biasanya lebih berat dari infeksi virus. Bahkan pada beberapa orang, diare bisa bercampur darah dan nyeri perut terasa cukup hebat.
4. Infeksi Parasit
Meski jarang, parasit juga bisa jadi biang keroknya.
Diare-nya biasanya lebih lama dan sering muncul setelah minum air atau makan makanan yang kebersihannya kurang terjaga.
Udah tahu penyebabnya. Sekarang gimana cara ngatasinnya di rumah?
Terus Gimana Cara Ngatasinnya Jika Terjadi Demam Disertai Diare
Kalau ternyata nggak serius, kamu bisa coba beberapa cara sederhana berikut biar cepet sembuh.
1. Banyak Minum Air Putih atau Oralit
Saat diare, cairan tubuh kebuang terus lewat BAB.
Jadi jangan sampai dehidrasi ya. Minum dikit-dikit tapi sering. Kalau diare cukup sering, oralit juga bisa membantu mengganti cairan dan garam mineral penting yang hilang.
2. Pilih Makanan yang Mudah Di cerna
Selama diare masih berlangsung, pilih makanan yang ringan seperti bubur, nasi, pisang, kentang rebus, atau roti tawar.
Tahan dulu makanan pedas, berminyak, santan, atau minuman berkafein karena bisa bikin perut tambah sakit.
3. Istirahat yang Cukup
Badan lagi butuh istirahat buat lawan infeksi.
Kalau tetap di paksa kerja atau banyak aktivitas, malah bikin lama sembuhnya.
4. Pakai Obat Kalau Perlu
Kalau demam bikin badan nggak nyaman, paracetamol bisa di minum sesuai dosis.
Tapi jangan langsung minum antibiotik ya. Soalnya, nggak semua demam disertai diare disebabkan oleh bakteri. Kalau minum sembarangan, malah bisa bikin masalah baru.
Kapan Harus ke Dokter?
Langsung ke dokter kalau ada tanda ini:
- Demam lebih dari 39°C.
- Diare lebih dari 2–3 hari.
- BAB bercampur darah atau berwarna hitam.
- Muntah terus sampai susah makan dan minum.
- Bibir kering, mata cekung, jarang buang air kecil, atau badan terasa sangat lemas karena dehidrasi.
- Demam nggak kunjung turun meski sudah minum obat.
Biar dokter cek penyebabnya dan kasih obat yang tepat.
Catatan: Artikel ini hanya informasi umum. Untuk memastikan penyebabnya, tetap konsultasi ke dokter ya.
Baca Juga : Makanan untuk Diare yang Aman dan Mudah Di cerna agar Pulih
Kesimpulannya
Demam disertai diare paling sering di picu oleh infeksi virus, bakteri, keracunan makanan, atau parasit. Kebanyakan kasus bisa sembuh kalau kamu cukup istirahat, banyak minum, dan memilih makanan yang mudah di cerna.
Tapi kalau demam makin tinggi atau diare nggak berhenti, jangan nunggu lama. Segera periksa ke dokter supaya penyebabnya cepat di ketahui dan penanganannya juga lebih tepat.
