
Jawaban singkat: ayam dan ikan bukan makanan terlarang bagi penderita batu ginjal, tetapi bukan juga bebas batas. Lembaga kesehatan Amerika NIDDK menyebut protein hewani (termasuk ayam dan ikan) dapat meningkatkan peluang terbentuknya batu, sehingga porsinya sering perlu dibatasi. Besar batasannya bergantung pada jenis batu Anda, jadi tanyakan ke dokter atau ahli gizi.
Penderita batu ginjal sering bingung memilih lauk, terutama protein hewani. Artikel ini merangkum apa yang dikatakan sumber resmi tentang ayam dan ikan, dan bagian mana yang sebaiknya Anda bicarakan dengan tenaga kesehatan.
Apa Kata NIDDK tentang Protein Hewani dan Batu Ginjal
Menurut panduan NIDDK tentang makanan dan batu ginjal, makan protein hewani dapat menambah peluang terbentuknya batu ginjal. Dokter mungkin menyarankan pembatasan daging sapi, ayam, babi, telur, ikan, kerang-kerangan, dan produk susu. Meski begitu, NIDDK menegaskan tubuh tetap membutuhkan protein yang cukup, dan sebagian protein hewani bisa digantikan protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil.
Jadi anggapan bahwa ayam dan ikan “pasti aman” tidak sepenuhnya tepat. Yang lebih akurat: keduanya boleh menjadi bagian menu, dalam porsi yang disesuaikan dengan kondisi Anda.

Mengapa Jenis Batu Menentukan Aturan Makan
NIDDK menyarankan penderita menanyakan jenis batu yang dialaminya, karena anjuran makan berbeda untuk tiap jenis. Contohnya, pada batu kalsium oksalat, makanan tinggi oksalat seperti bayam, kacang-kacangan, dan dedak gandum yang dibatasi. Ayam dan ikan bukan makanan yang disebut tinggi oksalat dalam panduan tersebut. Sementara itu, untuk batu asam urat, pembatasan protein hewani umumnya lebih diperhatikan oleh dokter.
Garam dan Cairan Sering Lebih Menentukan daripada Lauk
Dua hal yang ditekankan NIDDK sebenarnya bukan jenis lauknya:
- Natrium (garam). Semakin banyak natrium, semakin besar peluang batu terbentuk. NIDDK menyarankan orang dewasa menjaga asupan di bawah 2.300 mg per hari. Karena itu ikan asin, ikan olahan kaleng, dan bumbu instan sebaiknya diwaspadai.
- Air minum. NIDDK menyebut minum cukup cairan, terutama air putih, sebagai hal terpenting untuk mencegah batu ginjal. Banyak tenaga kesehatan menganjurkan enam sampai delapan gelas (8 ons) per hari, kecuali bagi penderita gagal ginjal.
Cara Mengolah Ayam dan Ikan yang Lebih Ramah Ginjal
Karena garam berperan besar, cara memasak ikut berpengaruh. Pilihan yang masuk akal adalah mengukus, merebus, atau memanggang dengan bumbu segar seperti bawang, jahe, dan jeruk nipis, bukan bumbu instan atau saus asin. Ayam dan ikan segar (kembung, nila, salmon) lebih mudah dikendalikan kadar garamnya dibanding ikan asin atau olahan.
Berapa Porsi yang Aman?
Tidak ada satu angka porsi yang cocok untuk semua penderita. NIDDK menyarankan Anda membicarakan jumlah cairan, natrium, protein, dan kalsium yang tepat dengan tenaga kesehatan, dan merujuk ke ahli gizi yang berpengalaman dalam pencegahan batu ginjal bila perlu. Bawa hasil analisis batu atau laporan dokter saat berkonsultasi supaya anjurannya spesifik untuk Anda.
Kesimpulan
Ayam dan ikan boleh masuk menu penderita batu ginjal, tetapi porsinya perlu dikendalikan karena protein hewani dapat menambah risiko batu. Perhatikan juga garam dan air minum, dan pastikan Anda tahu jenis batu yang dialami. Informasi di sini bersifat umum dan bukan pengganti saran dokter.
Sumber: NIDDK, Eating, Diet, & Nutrition for Kidney Stones. Artikel ini bukan nasihat medis; konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.
