Investasi untuk Pemula: 6 Langkah Aman Memulai dari Nol

Investasi untuk pemula sebaiknya dimulai dari urutan langkah yang jelas, baru kemudian memilih produk. Siapkan dana darurat lebih dulu, tentukan tujuan dan jangka waktu, lalu kenali profil risiko Anda. Setelah itu, pilih instrumen yang legal dan masuk akal. Panduan ini merangkum urutan tersebut dari sumber resmi OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan.

Tulisan ini hanya edukasi umum dan bukan nasihat keuangan personal. Kondisi tiap orang berbeda. Karena itu, keputusan akhir tetap ada pada Anda.

Mengapa investasi untuk pemula perlu urutan yang jelas

OJK menyebut investasi dan risiko bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Risiko itu mencakup penurunan nilai investasi. Di sisi lain, OJK menyebut investasi dapat melindungi nilai aset dari gerusan inflasi.

Akibatnya, pemula menghadapi dua tantangan sekaligus. Uang yang menganggur bisa tergerus inflasi, sedangkan uang yang diinvestasikan bisa turun nilainya. Urutan yang jelas membantu Anda menyeimbangkan keduanya, sehingga kebutuhan mendesak tidak memaksa Anda menjual aset saat harga sedang turun.

Langkah memulai investasi untuk pemula

Langkah 1: siapkan dana darurat lebih dulu

OJK menggambarkan dana darurat sebagai alokasi uang untuk keadaan genting. Menurut artikel Sikapi Uangmu OJK, besarnya idealnya 6 kali pengeluaran bulanan bagi lajang. Bagi yang berkeluarga atau punya tanggungan, setidaknya 9 sampai 12 kali.

Namun, artikel OJK lain menyebut kisaran 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Jadi, angkanya bergantung pada kondisi Anda. OJK menyarankan rekening khusus untuk dana ini dan instrumen yang rendah risiko. Pelajari dasarnya di artikel tentang apa itu dana darurat.

Artikel OJK yang sama memuat tanda lain bahwa Anda siap membeli saham. Pertama, pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Kedua, Anda tidak punya utang konsumtif. Kebiasaan menyisihkan uang membantu memenuhi tanda pertama. Oleh sebab itu, pelajari juga cara menabung yang benar.

Ketiga, cicilan utang produktif, misalnya cicilan laptop untuk bekerja, sebaiknya tidak lebih dari 30% pemasukan. Keempat, Anda mau belajar. Untuk itu, OJK menyebut sekolah pasar modal BEI yang gratis.

Reksa dana pasar uang kadang dipakai untuk dana darurat. OJK mencatat pencairannya butuh sekitar 2 sampai 7 hari kerja dan produknya tidak dijamin LPS. Artikel itu juga menyebut produk ini cocok untuk jangka di bawah setahun. Karena itu, pertimbangkan kebutuhan mendesak Anda sebelum memilihnya.

Langkah 2: tentukan tujuan dan jangka waktu

OJK menyarankan Anda menetapkan tujuan keuangan terlebih dahulu. Contohnya dana pendidikan, pernikahan, atau pembelian kendaraan. Tujuan itu menentukan instrumen yang paling tepat. Selain itu, jangka waktu tiap tujuan juga berbeda.

Sebagai gambaran, OJK menyebut reksa dana pendapatan tetap paling pas untuk jangka 1 sampai 3 tahun. Sementara itu, reksa dana pasar uang cocok untuk jangka di bawah setahun, seperti dibahas pada langkah 1.

Langkah 3: kenali profil risiko

Prinsip dasarnya adalah “high risk, high return”. Makin tinggi imbal hasil yang diharapkan, makin tinggi pula risikonya. OJK membagi profil risiko menjadi tiga.

  • Konservatif: menghindari risiko tinggi. Contohnya reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, deposito, dan surat utang negara.
  • Moderat: dapat menoleransi sebagian penurunan nilai. Contohnya reksa dana campuran dan saham blue chip (LQ45).
  • Agresif: siap menghadapi penurunan nilai besar demi peningkatan jangka panjang. Contohnya saham, fintech peer to peer lending, dan reksa dana saham.

OJK juga menganjurkan diversifikasi. Artinya, Anda membagi dana ke beberapa instrumen supaya risiko kerugian berkurang.

Langkah 4: pelajari produknya lebih dulu

Pahami manfaat, biaya, serta hak dan kewajiban Anda. Artikel OJK yang sama menekankan prinsip “invest your time before your money”. Kenali juga pola salah langkah yang umum, seperti di artikel kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula.

Langkah 5: bandingkan instrumen investasi untuk pemula

Tabel berikut merangkum perlindungan dan karakter instrumen dasar investasi untuk pemula berdasarkan sumber resmi. Angka imbal hasil sengaja tidak dicantumkan karena berubah-ubah dan tidak pasti.

Instrumen Perlindungan Profil risiko (OJK) Catatan
Tabungan dan deposito Dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat 3T Konservatif (deposito) Bunga di atas tingkat wajar LPS membuat simpanan tidak dijamin
SBN ritel (contoh SBR) Pokok dan kupon dijamin negara berdasarkan UU No. 24 Tahun 2002 Konservatif (surat utang negara) Pada FAQ SBR012 (pembaruan Januari 2023), minimal pembelian Rp1 juta. Cek ketentuan seri terbaru
Reksa dana pasar uang Tidak dijamin LPS atau pemerintah Konservatif Pencairan sekitar 2 sampai 7 hari kerja. Cocok untuk jangka di bawah setahun
Reksa dana pendapatan tetap Tidak dijamin LPS Konservatif menurut artikel profil risiko OJK; artikel OJK lain menyebut risiko menengah Nilai bisa turun saat harga surat utang turun. Ideal 1 sampai 3 tahun
Saham dan reksa dana saham Tidak ada jaminan Agresif Harga berfluktuasi, sehingga penurunan nilai besar mungkin terjadi
Emas Tidak dijelaskan di sumber rujukan artikel ini Tidak dijelaskan di sumber rujukan artikel ini OJK menyebut emas mudah diuangkan lewat jual atau gadai. Gunakan lembaga yang diawasi OJK

Sumber tabel: FAQ LPS, FAQ Savings Bond Ritel Kemenkeu, serta halaman Sikapi Uangmu OJK yang sudah disebut. Untuk emas, lihat artikel OJK tentang emas.

Memahami penjaminan LPS

Menurut FAQ LPS, penjaminan mencakup tabungan, deposito, giro, dan bentuk setara. Saldo semua rekening Anda di satu bank dijumlahkan untuk menghitung batas Rp2 miliar. Selain itu, berlaku syarat 3T. Simpanan harus tercatat di pembukuan bank dan bunganya tidak melebihi tingkat wajar LPS. Nasabah juga tidak boleh merugikan bank, misalnya lewat kredit macet.

Perlu dicatat, penjaminan LPS hanya untuk simpanan bank. Reksa dana, saham, dan produk non-bank lain tidak termasuk.

Memahami SBN ritel

FAQ Kemenkeu menjelaskan bahwa SBR adalah surat utang negara untuk warga negara Indonesia perseorangan. Pada seri SBR012, kuponnya mengambang dengan batas minimal dan mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate. Kupon dikenakan PPh final 10%, sedangkan FAQ yang sama menyebut pajak deposito 20%. Karena aturan tiap seri bisa berbeda, baca memorandum informasi seri yang sedang ditawarkan.

Memahami jenis reksa dana

Menurut OJK, reksa dana dibagi berdasarkan alokasi dananya. Reksa dana pasar uang menempatkan 100% dana pada efek utang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa dana pendapatan tetap menempatkan minimal 80% pada surat utang. Reksa dana saham menempatkan minimal 80% pada saham. Sisanya masuk reksa dana campuran.

OJK menegaskan tidak ada jaminan keuntungan di reksa dana. Nilai investasi bisa turun jika nilai aktiva bersih (NAB) per unit turun.

Soal emas

Emas sering dipilih pemula karena terasa familiar. Jika tertarik, pelajari mekanismenya di artikel cara menabung emas di Pegadaian. Artikel OJK tentang emas menyebut tabungan emas tidak perlu uang muka. Sebaliknya, pembiayaan emas umumnya memerlukan uang muka 10 sampai 20% dari harga emas. Seperti instrumen lain, hasilnya tidak pasti. OJK juga menyarankan memilih lembaga yang diawasi OJK.

Langkah 6: periksa legalitas sebelum menyetor uang

Dalam rilisnya, Satgas PASTI mengimbau dua hal. Pertama, pastikan legalitas pihak yang menawarkan produk keuangan. Kedua, berpikirlah logis terhadap tawaran untung cepat tanpa risiko.

Menurut FAQ Waspada Investasi OJK, langkah pengecekannya sebagai berikut.

  1. Pastikan perusahaan punya izin usaha yang sesuai bidangnya.
  2. Cari tahu lembaga yang mengawasinya, supaya Anda tahu ke mana harus mengadu.
  3. Cocokkan namanya di direktori resmi. FAQ itu menautkan direktori perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan non-bank di bawah OJK. Ada pula direktori pialang berjangka (Bappebti) dan sistem pembayaran (Bank Indonesia).

Jika ragu, hubungi OJK di 157 atau WhatsApp 081-157-157-157, seperti tercantum dalam rilis Satgas PASTI tersebut. Laporan juga dapat dikirim ke konsumen@ojk.go.id atau satgaspasti@ojk.go.id.

Tanda investasi bodong yang perlu diwaspadai

FAQ Waspada Investasi OJK mencantumkan beberapa ciri penawaran investasi ilegal. Bagi pemula, ciri berikut patut dicek sebelum menyetor uang.

  • Imbal hasil sangat tinggi atau tidak masuk akal, sering disertai jaminan.
  • Klaim dijamin emas, bank, atau pemerintah.
  • Memakai nama perusahaan besar tanpa izin.
  • Dana investor tidak dipisahkan dalam rekening tersendiri.
  • Untuk skema piramida: tidak ada produk nyata, dan bonus berasal dari merekrut anggota baru.

Bandingkan dengan tabel di atas. Produk dalam tabel tidak menjanjikan untung pasti, dan simpanan bank pun punya syarat penjaminan. Untuk contoh modus dan cara menghindarinya, baca cara menghindari investasi bodong di era digital.

Mulai kecil, lalu evaluasi secara berkala

Memulai investasi untuk pemula tidak harus dengan nominal besar, seperti terlihat pada contoh modal minimal di bagian tanya jawab.

Setelah semua langkah investasi untuk pemula di atas terpenuhi, gunakan nominal yang tidak mengganggu kebutuhan harian. Catat tujuan, jangka waktu, dan alasan memilih tiap produk. Kemudian tinjau secara berkala. Tips tambahan tersedia di artikel 5 tips sukses investasi bagi pemula.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa modal minimal untuk mulai?

Bergantung pada produk. Artikel OJK tentang reksa dana pasar uang syariah menyebut investasi bisa dimulai dengan nominal Rp10.000 sampai Rp100.000. Sementara itu, FAQ SBR012 menyebut minimal Rp1 juta. Selalu cek ketentuan terbaru penyedia produk.

Apakah investasi untuk pemula pasti untung?

Tidak. OJK menegaskan bahwa investasi dan risiko tidak terpisahkan. Nilai reksa dana, misalnya, bisa turun dan keuntungannya tidak dijamin.

Mana yang lebih dulu, dana darurat atau investasi?

Dana darurat. OJK memasukkan kepemilikan dana darurat sebagai salah satu tanda siap berinvestasi saham, dan menyarankan menaruhnya di instrumen berisiko rendah.

Disclaimer

Panduan investasi untuk pemula ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat keuangan, hukum, atau pajak personal. Ini bukan ajakan membeli atau menjual produk tertentu. Semua investasi mengandung risiko, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh dana. Informasi dapat berubah, jadi periksa ketentuan terbaru di situs resmi OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan. Pertimbangkan berkonsultasi dengan perencana keuangan berizin.

Spread the love

Tinggalkan Balasan