
Lagi enak makan, tiba-tiba bagian dalam mulut terasa perih seperti tersayat? Atau baru minum sesuatu yang hangat sedikit saja sudah terasa nyeri? Kalau pernah mengalaminya, kamu mungkin penasaran tentang penyebab sariawan dan kenapa kondisi ini bisa muncul berulang kali.
Sariawan merupakan luka kecil yang muncul di bagian dalam mulut, seperti pipi bagian dalam, lidah, gusi, atau bibir. Meski sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, sariawan tetap bisa membuat makan, minum, dan berbicara terasa tidak nyaman. Pada kondisi tertentu, sariawan yang tidak kunjung sembuh juga perlu mendapatkan perhatian medis.
Kabar baiknya, sebagian besar sariawan dapat sembuh sendiri dalam waktu 1–2 minggu. Namun, mengetahui penyebabnya dapat membantu mengurangi risiko sariawan datang kembali.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti diagnosis, pengobatan, atau saran medis dari dokter.
7 Penyebab Sariawan yang Paling Umum

Ada banyak faktor yang dapat memicu munculnya sariawan. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
1. Luka pada Jaringan Mulut
Sariawan sering muncul setelah bagian dalam mulut tergigit tanpa sengaja.
Selain itu, menyikat gigi terlalu keras, penggunaan kawat gigi, atau gigi yang tajam juga dapat melukai jaringan mulut dan memicu sariawan.
2. Kekurangan Vitamin dan Mineral
Kekurangan vitamin B12, zat besi, folat, atau zinc dapat meningkatkan risiko sariawan pada sebagian orang.
Karena itu, pola makan yang kurang seimbang sering dikaitkan dengan munculnya sariawan berulang.
3. Stres dan Kurang Istirahat
Pernah merasa sariawan muncul saat banyak pekerjaan atau kurang tidur? Kondisi ini memang cukup sering terjadi.
Stres dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga mulut menjadi lebih rentan mengalami peradangan.
4. Konsumsi Makanan Tertentu
Makanan yang terlalu pedas, asam, atau panas terkadang dapat memicu iritasi pada jaringan mulut.
Beberapa orang juga lebih sensitif terhadap makanan tertentu sehingga sariawan lebih mudah muncul.
5. Perubahan Hormon
Perubahan hormon, terutama pada wanita, dapat menjadi salah satu penyebab sariawan.
Karena itu, sebagian wanita lebih sering mengalami sariawan menjelang atau selama menstruasi.
6. Kebersihan Mulut yang Kurang Terjaga
Penumpukan plak dan bakteri di dalam mulut dapat meningkatkan risiko iritasi dan peradangan.
Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
7. Kondisi Kesehatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, sariawan berulang dapat berkaitan dengan kondisi seperti penyakit Celiac Disease, radang usus, atau gangguan sistem imun. Kondisi ini tidak dapat dipastikan sendiri dan memerlukan pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara Mengatasi Sariawan di Rumah
Sebagian besar sariawan dapat membaik dengan perawatan sederhana, seperti:
- Minum air putih yang cukup
- Menjaga kebersihan mulut
- Menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam
- Menggunakan gel atau obat kumur untuk sariawan yang dijual bebas, seperti yang mengandung hyaluronic acid atau antiseptik ringan
- Memperbanyak istirahat
Hindari penggunaan obat yang mengandung steroid tanpa resep dokter. Jika ragu, konsultasikan dengan apoteker atau dokter.
Selain itu, hindari menyentuh atau memainkan area sariawan dengan lidah karena dapat memperlambat proses penyembuhan.
Penyebab kebiasaan yang Bikin Sariawan Sulit Sembuh
Beberapa kebiasaan berikut dapat membuat sariawan terasa lebih nyeri atau membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh:
- Merokok
- Kurang minum air putih
- Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas
- Kurang tidur atau begadang
- Jarang menjaga kebersihan mulut
Mengurangi kebiasaan tersebut dapat membantu proses penyembuhan berjalan lebih baik.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika:
- Sariawan tidak sembuh setelah lebih dari 2–3 minggu
- Ukuran sariawan sangat besar
- Nyeri sangat mengganggu makan dan minum
- Sariawan sering kambuh
- Disertai demam
- Muncul banyak sariawan sekaligus
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang menjadi penyebabnya.
Baca Juga : Sariawan di Lidah: Masalah Sepele yang Bisa Jadi Serius
Kesimpulan
Penyebab sariawan dapat beragam, mulai dari luka pada mulut, kekurangan vitamin, stres, perubahan hormon, hingga kondisi kesehatan tertentu. Meski umumnya dapat sembuh sendiri, sariawan tetap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari karena menimbulkan rasa perih saat makan dan berbicara.
Dengan menjaga kebersihan mulut, mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres, dan menghindari pemicu iritasi, risiko sariawan dapat dikurangi. Jika sariawan sering kambuh, berlangsung lebih dari beberapa minggu, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
