
Tenang, kamu nggak sendirian. Mata minus atau miopia cukup umum terjadi, terutama pada anak-anak, remaja, sampai orang yang banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas jarak dekat. Lalu sebenarnya apa sih penyebabnya?
Apa Saja Gejala Mata Minus?
Mata minus atau miopia biasanya bikin benda yang jauh terlihat buram, sementara benda yang dekat masih terlihat lebih jelas.
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Sulit melihat tulisan di papan atau objek yang letaknya jauh. Ini salah satu tanda rabun jauh.
- Sering menyipitkan mata supaya pandangan terlihat lebih jelas.
- Sakit kepala setelah melihat jauh atau fokus terlalu lama.
- Penglihatan terasa buram saat melihat rambu, TV, atau wajah orang dari jauh.
Kalau kamu sering mengalami beberapa tanda tersebut, jangan cuma menebak-nebak sendiri. Pemeriksaan penglihatan bisa membantu mengetahui apakah kamu memang mengalami miopia.
Nah, kalau kamu ngerasa ada beberapa tanda di atas, kira-kira apa sih yang bikin mata bisa minus?
Kenapa Mata Bisa Jadi Minus atau Miopia?

Miopia terjadi saat cahaya yang masuk ke mata nggak fokus tepat di retina. Akibatnya, benda yang jauh terlihat buram.
Kondisi ini dipengaruhi beberapa faktor, termasuk keturunan dan kebiasaan melihat dari jarak dekat. Kalau orang tua punya mata minus, risiko anak mengalami kondisi yang sama juga bisa lebih tinggi.
1. Scroll HP Nonstop Seharian
HP nggak langsung bikin minus kok. Tapi kalau scroll TikTok dua jam nonstop, main game dari sore sampai malam, atau terus-terusan melihat layar dari jarak dekat, mata bisa cepat lelah.
Terlalu banyak aktivitas jarak dekat juga bisa berperan dalam perkembangan miopia, terutama pada anak dan remaja, karena mata jadi jarang fokus ke jarak jauh.
Coba pakai aturan 20-20-20: tiap 20 menit, lihat sejauh 20 meter selama 20 detik. Supaya mata nggak terus dipaksa fokus dekat-dekatan.
2. Jarang Beraktivitas di Luar Ruangan
Kalau sebagian besar waktu dihabiskan di dalam rumah, sekolah, atau depan komputer, coba sesekali keluar.
Cahaya alami di luar ruangan bikin mata lebih sering lihat jauh. Nah, ini terbukti bisa nurunin risiko miopia pada anak dan remaja yang masih masa pertumbuhan.
Nggak harus olahraga berat. Jalan santai, bermain di luar, atau sekadar menghabiskan waktu di ruang terbuka juga bisa jadi pilihan.
3. Sering Membaca dari Jarak Terlalu Dekat
Punya kebiasaan membaca sambil tiduran atau menempelkan buku terlalu dekat ke wajah? Coba mulai ubah kebiasaan ini.
Membaca dari jarak terlalu dekat dalam waktu lama bisa bikin mata cepat lelah. Pastikan pencahayaan cukup dan beri jeda kalau sudah terlalu lama membaca.
Lalu Gimana Cara Mencegahnya?
Nggak perlu langsung mengubah semua kebiasaan. Mulai dari hal kecil seperti memberi jeda setelah lama melihat layar, menjaga jarak saat membaca, menggunakan pencahayaan yang cukup, dan lebih sering beraktivitas di luar ruangan.
Kalau kamu belajar atau bekerja di depan layar setiap hari, jangan lupa istirahatkan penglihatan secara berkala.
Baca Juga : Gejala Mata Minus: Tanda Awal yang Sering Diabaikan
Kapan Harus Periksa Mata?
Kalau penglihatan mulai buram, sering menyipitkan mata, atau kamu kesulitan melihat benda dari jauh, sebaiknya periksa ke dokter spesialis mata atau optometris.
Ini penting banget kalau perubahan penglihatan terjadi secara tiba-tiba. Apalagi kalau muncul kilatan cahaya atau banyak bintik dan bayangan baru.
Kalau terasa seperti ada tirai yang menutupi sebagian pandangan, jangan tunda cek ke dokter.
Jadi, meskipun mata minus nggak selalu bisa dicegah, kamu tetap bisa jaga kesehatan mata lewat kebiasaan sehari-hari. Udah mulai kasih mata istirahat hari ini belum?
Artikel ini untuk informasi umum ya. Kalau keluhan terus berlanjut, tetap konsultasi ke dokter spesialis mata atau optometris.
