
Kaki terasa gatal terus, terutama di sela-sela jari? Jangan langsung di anggap sepele karena rasa gatal yang di sertai kulit mengelupas atau pecah-pecah bisa mengarah ke jamur kaki gatal. Biasanya ini kejadian karena kaki sering berkeringat, terlalu lama memakai sepatu tertutup, atau kaus kaki jarang di ganti.
Misalnya kamu seharian ngantor pakai sepatu pantofel. Kaki berkeringat, kaus kaki lembap, lalu sepatu di pakai lagi keesokan harinya. Tanpa sadar, kaki jadi terjebak lembap seharian dan rasa gatal pun mulai muncul.
Penyebab Jamur Kaki Gatal Sering Berawal dari Kebiasaan Sehari-hari
1. Kaki Gampang Berkeringat
Telapak kaki itu memang gampang banget berkeringat, terutama saat cuaca panas atau setelah banyak bergerak.
Kalau keringat terus menempel di kulit, area kaki jadi lebih lembap. Apalagi bagian sela jari yang sering luput saat di keringkan setelah mandi.
Setelah mandi atau olahraga, keringkan kaki sampai benar-benar kering. Jangan langsung memakai kaus kaki saat kulit masih basah.
2. Sepatu dan Kaus Kaki Terlalu Lama Dipakai
Ini lanjutannya. Sepatu yang belum kering tadi sebaiknya jangan langsung di pakai lagi. Kalau bisa, gonta-ganti sepatu supaya ada waktu untuk benar-benar kering.
Kaus kaki juga sebaiknya di ganti setiap hari, atau lebih cepat kalau sudah basah karena keringat. Dengan begitu, kaki nggak terus-terusan berada dalam kondisi lembap.
3. Sering Berbagi Handuk, Sepatu, atau Sandal
Masalah jamur di kaki bisa berpindah lewat barang yang di pakai bersama. Handuk, kaus kaki, sepatu, dan sandal termasuk barang pribadi yang sebaiknya nggak di pakai bergantian.
Hati-hati juga saat berjalan tanpa alas kaki di tempat yang sering basah, seperti kamar mandi umum, ruang ganti, atau sekitar kolam renang.
Kulit Kaki Bisa Berubah Seperti Ini
Rasa gatal biasanya jadi tanda yang paling terasa. Tapi coba perhatikan juga kondisi kulitnya. Bisa muncul kemerahan, sisik, kulit mengelupas, kering, atau pecah-pecah.
Bagian sela jari juga bisa terasa perih, terutama kalau kulit sudah pecah. Rasa gatal biasanya makin mengganggu setelah kaki berkeringat atau ketika sepatu dan kaus kaki di lepas.
Gatal banget memang, tapi di garuk terus malah bikin lecet. Kalau kulit sudah terluka, rasa sakit bisa ikut muncul dan masalahnya jadi makin mengganggu.
Terus, Gimana Cara Merawat Jamur Kaki Gatal?

Mulai dari hal sederhana dulu. Cuci kaki secara rutin, lalu keringkan sampai tuntas, terutama di sela-sela jari. Ganti kaus kaki setiap hari dan beri waktu sepatu untuk kering sebelum di pakai kembali.
Kalau gejalanya memang mengarah ke jamur, obat antijamur bisa digunakan sesuai petunjuk produk. Tapi kalau kamu belum yakin penyebabnya, jangan langsung mencoba berbagai macam krim karena masalah kulit lain bisa terlihat mirip.
Jangan asal oles krim steroid atau salep gatal biasa. Kalau memang penyebabnya jamur, penggunaan steroid tanpa arahan dokter justru bisa membuat masalahnya makin sulit di tangani.
Kalau gatalnya ringan dan baru muncul, kamu bisa mulai dengan menjaga kaki tetap bersih dan kering sambil memantau perkembangannya.
Kapan Harus ke Dokter?
Gatal ringan mungkin bisa membaik setelah kaki di jaga tetap bersih dan kering. Tapi ada kondisi tertentu yang nggak sebaiknya di tunggu.
Segera periksa kalau muncul luka bernanah, demam, rasa sakit yang cukup berat, atau gatal menyebar sampai ke kuku. Kamu juga perlu lebih cepat mencari bantuan medis kalau punya diabetes, karena masalah pada kaki perlu mendapat perhatian lebih.
Kalau gatal tetap bertahan setelah perawatan sederhana atau malah makin menyebar, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga : Kaki Gatal dan Berair: Tanda Gangguan Kulit Serius
Jadi, Mulai Dari Mana?
Jamur kaki gatal sering berkaitan dengan kaki yang berkeringat, sepatu tertutup, dan kaus kaki yang lembap. Karena itu, mulai dengan menjaga kaki tetap kering, mengganti kaus kaki secara rutin, dan memberi waktu sepatu untuk kering.
Kalau gatal makin parah, muncul luka atau nanah, menjalar ke kuku, atau kamu punya diabetes, jangan menunda untuk periksa ke dokter.
