
Pernah merasa gatal, muncul ruam, atau sesak napas setelah makan udang? Kalau iya, jangan langsung menganggapnya sebagai keracunan makanan. Bisa jadi, itu adalah alergi udang, salah satu jenis alergi makanan yang cukup sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
Meski sebagian besar gejalanya tergolong ringan, alergi udang juga bisa memicu reaksi serius yang membutuhkan penanganan medis secepatnya. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Apa Itu Alergi Udang?
Alergi udang adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat pada udang. Salah satu protein yang paling sering memicu alergi adalah tropomyosin. Protein ini sangat kuat dan tidak mudah rusak meski udang sudah di masak, sehingga reaksi alergi tetap bisa muncul.
Saat protein tersebut masuk ke dalam tubuh, sistem imun menganggapnya sebagai zat berbahaya dan melepaskan zat kimia seperti histamin. Inilah yang kemudian menyebabkan munculnya berbagai gejala alergi.
Alergi udang termasuk dalam kelompok alergi makanan laut (shellfish allergy) dan umumnya tidak hilang seiring bertambahnya usia.
Apa Saja Gejala Alergi Udang?

Gejala alergi udang biasanya muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelah mengonsumsinya. Tingkat keparahannya pun bisa berbeda pada setiap orang.
Gejala ringan yang sering muncul:
- Gatal pada kulit atau mulut.
- Ruam kemerahan atau biduran.
- Mual, muntah, atau diare.
- Hidung tersumbat atau bersin.
Gejala berat yang perlu diwaspadai:
- Bibir, lidah, atau kelopak mata membengkak.
- Batuk, mengi, atau sesak napas.
- Anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang ditandai dengan kesulitan bernapas, tekanan darah menurun, pusing, hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang harus segera di tangani.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Alergi Udang?
Alergi ini bisa dialami siapa saja. Namun, risikonya cenderung lebih tinggi pada orang yang:
- Memiliki riwayat alergi makanan.
- Memiliki anggota keluarga dengan alergi.
- Menderita asma atau eksim.
- Pernah mengalami reaksi alergi terhadap makanan laut lainnya seperti kepiting, lobster, atau kerang.
Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dan berbagai panduan alergi internasional, seseorang yang alergi terhadap satu jenis shellfish juga berisiko mengalami reaksi terhadap jenis lainnya karena memiliki protein pemicu yang serupa.
Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Udang?
Penanganan tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.
Jika gejala yang muncul ringan, dokter mungkin akan memberikan obat antihistamin untuk membantu meredakan gatal atau ruam.
Namun, bila muncul sesak napas, pembengkakan pada tenggorokan, atau tanda-tanda anafilaksis, segera cari pertolongan medis. Suntikan epinefrin merupakan penanganan utama untuk reaksi alergi berat. Namun, epinefrin hanya boleh digunakan sesuai resep dan anjuran dokter.
Bagaimana Cara Mencegah Alergi Udang?
Sampai saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan alergi udang sepenuhnya. Cara terbaik adalah menghindari pemicunya.
- Hindari mengonsumsi udang dan makanan yang mengandung udang.
- Selalu baca label komposisi makanan sebelum membeli produk.
- Tanyakan bahan makanan saat makan di restoran.
- Hindari kontaminasi silang saat memasak makanan laut.
- Jika memiliki riwayat alergi berat, ikuti anjuran dokter mengenai penggunaan epinefrin darurat.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera ke dokter atau instalasi gawat darurat jika setelah makan udang muncul:
- Sesak napas atau napas berbunyi.
- Pembengkakan pada lidah atau tenggorokan.
- Sulit menelan atau berbicara.
- Pusing hingga hampir pingsan.
- Penurunan kesadaran.
Sementara itu, jika gejalanya ringan tetapi sering berulang, konsultasikan dengan dokter spesialis alergi untuk memastikan penyebabnya. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan seperti skin prick test atau tes darah bila di perlukan.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan dari dokter.
Baca Juga : Obat Gatal Alergi di Apotek: Pilihan dan Cara Aman Menggunakan
Kesimpulan
Alergi udang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein dalam udang sehingga memicu gejala seperti gatal, ruam, hingga sesak napas. Pada sebagian orang, reaksi ini bahkan bisa berkembang menjadi anafilaksis yang mengancam jiwa.
Kalau kamu pernah mengalami gejala setelah makan udang, jangan menyepelekannya. Mulailah dengan mencatat makanan yang di konsumsi saat gejala muncul, lalu konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan alergi. Mengenali pemicu sejak dini adalah langkah terbaik untuk mencegah reaksi yang lebih serius di kemudian hari.
