
Contoh copywriting WhatsApp paling berguna saat kamu bisa langsung menyalinnya ketika pembeli sedang menunggu balasan. Karena itu, artikel ini memberi pesan siap pakai untuk setiap tahap chat jualan. Semua pesan di bawah adalah contoh buatan. Nama “Kak Rina” dan “Toko Contoh” fiktif, jadi ganti dengan detail bisnismu sendiri.
Kami tidak mengulang teori soft selling di sini. Untuk itu, baca dulu contoh copywriting soft selling. Fokus kumpulan contoh copywriting WhatsApp ini adalah alur percakapan: dari sapaan pertama sampai konfirmasi pesanan. Sementara itu, kerangka seperti AIDA dan PAS kami bahas di contoh copywriting dengan rumus AIDA, PAS, FAB, dan BAB.
Contoh copywriting WhatsApp untuk membuka chat
Pembeli yang bertanya lewat WhatsApp biasanya sudah punya minat. Karena itu, contoh copywriting WhatsApp di tahap ini harus singkat dan hangat. Jadi, tugas balasan pertama adalah menunjukkan bahwa kamu hadir dan siap membantu. Jangan langsung mengirim katalog panjang. Satu sapaan, satu informasi, dan satu pertanyaan sudah cukup.
Balasan pertama ke calon pembeli yang bertanya
Contoh 1 (buatan): pembeli bertanya “ready kak?”
Halo Kak Rina, terima kasih sudah chat Toko Contoh. Stoknya ready, kok. Kakak mau pakai untuk keperluan apa, ya? Dengan begitu, saya bisa bantu pilihkan yang paling pas.
Perhatikan bahwa pesan ini memuat satu pertanyaan saja, jadi pembeli tidak bingung harus menjawab yang mana. Selain itu, pertanyaan tentang kebutuhan membuat pembeli bercerita, sehingga kamu tahu apa yang perlu ditonjolkan.
Balasan saat pembeli langsung menanyakan harga
Menurut catatan internal tim kami, harga termasuk topik yang sering muncul. Di salah satu log prospek terbesar kami, sekitar 35% catatan memuat pertanyaan soal harga. Angka ini berasal dari konteks jasa pemasaran kami, bukan data pasar, dan hanya perkiraan kasar. Meski begitu, pesannya jelas: siapkan jawaban harga sebelum menghubungi siapa pun.
Contoh 2 (buatan): menjawab harga sambil memberi konteks
Untuk paket Reguler harganya Rp[isi harga], Kak. Isinya [isi manfaat utama]. Selain itu, ada garansi [isi sesuai kebijakanmu]. Kalau Kakak butuh yang lebih ringkas, saya bisa jelaskan pilihan lainnya.
Sebut angkanya dengan jelas, lalu beri alasan di balik angka itu. Jangan menghindar dengan “nanti saya kabari lewat telepon”. Pembeli yang bertanya harga biasanya ingin menilai dulu sebelum lanjut. Kalau mereka menawar atau bilang mahal, baca cara menangani keberatan harga.
Contoh pesan penawaran yang tidak terasa memaksa
Setelah harga jelas, kirim penawaran dalam satu pesan yang rapi. Contoh copywriting WhatsApp untuk penawaran sebaiknya tidak lebih dari lima baris. Pesan ini sebaiknya memuat tiga hal: apa yang pembeli dapat, berapa biayanya, dan langkah berikutnya. Panduan umum tentang urutan menawarkan ada di cara menawarkan produk ke konsumen.
Contoh 3 (buatan): penawaran setelah pembeli menyebut kebutuhan
Kak Rina, dari ceritanya, paket Reguler paling cocok. Isinya [isi manfaat 1] dan [isi manfaat 2]. Harganya Rp[isi harga]. Jadi, kalau Kakak setuju, saya siapkan pesanannya hari ini. Mau lanjut?
Catatan internal tim kami memuat satu aturan untuk tahap ini: jangan langsung menurunkan harga. Coba yakinkan pembeli di penawaran pertama dulu, dengan menjelaskan nilai yang ia dapat. Dengan begitu, kamu tidak melatih pembeli untuk selalu menawar.
Follow-up saat pesanmu dibaca tapi tidak dibalas
Dalam catatan internal tim kami, pola “dibaca tetapi tidak dibalas” termasuk pola yang umum di log prospek jasa pemasaran kami. Namun, diam belum tentu menolak. Bisa jadi pembeli sedang sibuk, lalu lupa. Karena itu, satu pesan lanjutan yang ringan masih wajar.
Contoh 4 (buatan): follow-up pertama, sehari setelahnya
Halo Kak Rina, saya Dewi dari Toko Contoh. Kemarin saya sempat kirim detail paket Reguler. Barangkali Kakak masih menimbang? Kalau ada yang kurang jelas, tanya saja ya.
Contoh 5 (buatan): follow-up kedua dengan informasi baru
Kak Rina, ada kabar kecil. Stok paket Reguler tinggal [isi jumlah sebenarnya]. Saya tidak mau Kakak kehabisan, jadi saya kabari. Kalau belum cocok, tidak apa-apa. Cukup balas “nanti dulu”, dan saya tidak akan mengganggu lagi.
Pesan kedua memberi alasan baru untuk membalas, bukan sekadar menagih. Namun, tulis hanya informasi yang benar. Jangan mengarang stok menipis demi menekan pembeli. Jadwal dan urutan follow-up yang lebih lengkap ada di contoh jadwal follow up calon pembeli mobil. Polanya bisa kamu sesuaikan untuk produk lain.
Soal waktu, catatan internal tim kami mencatat follow-up otomatis tiga tahap pada satu alur chatbot lead di jasa pemasaran kami. Jedanya 6 jam, 6 jam, lalu 8 jam. Namun, hasilnya belum kami ukur, jadi kami tidak bisa bilang jeda itu ideal.
Menjawab “nanti dikabari” dan “dana belum ada”
Dua jawaban ini sering membuat penjual menyerah. Padahal, kamu masih bisa menjawab keduanya dengan sopan. Menurut catatan internal tim kami, di dua log prospek terbesar kami, jawaban bernuansa “nanti dikabari” muncul sekitar 26% dan 40% dari catatan. Angka itu perkiraan kasar berdasarkan kata kunci dan berasal dari konteks jasa pemasaran kami, bukan data pasar. Meski begitu, wajar kalau kamu juga menemuinya.
Saat pembeli bilang “nanti dikabari”
Jawaban itu sering berarti “belum yakin”. Maka, jangan hanya menjawab “baik, ditunggu ya”. Tawarkan bantuan kecil, lalu minta izin untuk menghubungi lagi.
Contoh 6 (buatan): menjawab “nanti dikabari”
Baik, Kak Rina, silakan Kakak pertimbangkan dulu. Supaya mudah memutuskan, apa yang paling Kakak ragukan? Kalau belum ada, boleh saya ingatkan lagi hari Kamis sore?
Saat pembeli bilang “dana belum ada”
Menurut catatan internal tim kami, skrip untuk klien yang bilang tidak ada dana terdiri dari tiga langkah. Pertama, tawarkan paket yang lebih kecil atau skema mingguan. Kedua, tanyakan kapan boleh diingatkan lagi. Ketiga, tutup dengan sopan.
Contoh 7 (buatan): menjawab “dana belum ada”
Terima kasih sudah jujur, Kak Rina. Kalau berkenan, ada paket Mini atau pembayaran mingguan yang lebih ringan. Kalau belum pas juga, kapan kira-kira saya boleh menghubungi lagi? Semoga usahanya lancar, ya.
Perhatikan bahwa pesan ini tidak mendesak. Pembeli yang kamu layani dengan baik hari ini mungkin kembali bulan depan.
Broadcast ke pelanggan yang sudah menyimpan nomormu
Broadcast cocok untuk orang yang pernah berinteraksi denganmu dan setuju menerima kabar. Contohnya pelanggan lama, atau orang yang mendaftar lewat formulir dengan persetujuan jelas. Selain itu, tulis seolah-olah kamu mengobrol dengan satu orang. Panduan untuk pelanggan lama ada di follow up pelanggan lama via WhatsApp.
Contoh 8 (buatan): broadcast ke pelanggan yang sudah opt-in
Halo Kak Rina, ini Toko Contoh. Kakak menerima pesan ini karena pernah minta dikabari soal menu baru. Bulan ini kami punya [isi produk baru]. Mau kami kirim fotonya? Kalau tidak ingin menerima kabar lagi, balas “STOP”.
Pesan ini mengingatkan alasan kamu menghubungi penerima dan menyediakan jalan keluar. Kedua hal itu mengurangi risiko penerima menganggapmu spam.
Aturan main contoh copywriting WhatsApp: jangan kirim pesan massal ke orang asing
Salinan pesan yang bagus tidak menolong kalau kamu kirim ke orang yang tidak mengenalmu. Kebijakan resmi WhatsApp Business Messaging Policy menyebut bahwa bisnis hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomornya. Selain itu, bisnis perlu “opt-in permission from the recipient”, yaitu izin dari penerima bahwa mereka mau menerima pesan berikutnya. Kebijakan itu juga melarang bisnis membingungkan, menipu, atau mengirim spam kepada orang lewat komunikasinya.
Selanjutnya, kebijakan yang sama menyebut bahwa pengguna dapat memblokir atau melaporkan bisnis. Sistem WhatsApp juga dapat membatasi jumlah pesan yang boleh bisnis kirim. Lalu, Messaging Guidelines WhatsApp melarang pemakaian aplikasi tidak resmi, bulk messaging, auto-messaging, dan otomatisasi untuk merugikan WhatsApp atau penggunanya. Pedoman itu juga memasukkan “repeated unwanted contact” ke dalam kategori spam.
Dari sisi praktik, Qiscus menulis bahwa WhatsApp secara default tidak mengizinkan broadcast tanpa menyimpan nomor penerima. Qiscus juga menyebut pesan tanpa opt-in membuat pelanggan lebih mudah memblokir atau melapor. Jadi, jangan mencari jalan pintas untuk menjangkau nomor acak.
- Kirim hanya ke orang yang pernah berinteraksi atau jelas setuju dihubungi.
- Sebutkan alasan mereka menerima pesan itu.
- Sediakan cara berhenti, lalu hormati permintaan itu.
- Jangan memakai aplikasi tidak resmi untuk kirim massal.
Contoh pesan closing dan minta konfirmasi
Chat bisa berhenti tepat sebelum pembayaran kalau penjual tidak meminta keputusan. Karena itu, akhiri dengan ajakan yang spesifik. Tanyakan satu hal yang mudah dijawab, misalnya alamat atau metode pembayaran. Teknik lain yang bisa kamu padukan ada di teknik closing sales.
Contoh 9 (buatan): closing dan minta konfirmasi
Siap, Kak Rina. Pesanannya saya catat: paket Reguler, total Rp[isi total]. Supaya saya bisa proses hari ini, mohon kirim alamat lengkap dan konfirmasi pembayaran. Setelah itu, saya kabari nomor resi.
Contoh 10 (buatan): konfirmasi setelah pembayaran
Terima kasih, Kak Rina. Pembayaran sudah kami terima. Kami proses pesanan besok pagi. Kalau ada perubahan, kabari saya sebelum jam 10. Setelah paket tiba, kami senang mendengar kesannya.
Pesan terakhir ini menutup transaksi dengan jelas. Selain itu, ia membuka jalan untuk pembelian berikutnya.
Cara menyesuaikan contoh copywriting WhatsApp dengan bisnismu
Jangan kirim contoh di atas apa adanya. Setiap contoh copywriting WhatsApp hanya berhasil bila terdengar seperti kamu. Karena itu, lakukan lima langkah berikut sebelum menekan tombol kirim.
- Ganti semua tanda kurung siku dengan fakta produk dan harga yang benar.
- Sebut nama pembeli, lalu hapus kata yang tidak biasa kamu pakai.
- Potong pesan sampai setiap kalimat punya satu tujuan.
- Pastikan hanya ada satu pertanyaan di akhir.
- Baca ulang, lalu hapus klaim yang tidak bisa kamu buktikan.
Selain itu, simpan pesan yang berhasil sebagai templat pribadi. Misalnya, tulis di catatan ponselmu. Namun, tetap sesuaikan nama dan konteks pada setiap chat. Pembeli bisa merasakan pesan salin-tempel yang tidak peduli pada situasinya.
Langkah berikutnya
Pilih satu produk yang paling sering pelangganmu tanyakan. Tulis jawaban harga dan penawarannya hari ini, lalu simpan sebagai catatan. Kemudian, coba contoh copywriting WhatsApp untuk follow-up pada tiga calon pembeli minggu ini. Catat siapa yang membalas, dan perbaiki kalimatnya dari situ. Untuk gambaran strategi yang lebih luas, lihat jualan di WhatsApp.
