Site icon Dunia Cerdas

Contoh Copywriting WhatsApp untuk Jualan: Siap Salin

Contoh Copywriting WhatsApp untuk Jualan: Siap Salin

<p>Contoh copywriting WhatsApp paling berguna saat kamu bisa langsung menyalinnya ketika pembeli sedang menunggu balasan&period; Karena itu&comma; artikel ini memberi pesan siap pakai untuk setiap tahap chat jualan&period; Semua pesan di bawah adalah contoh buatan&period; Nama &&num;8220&semi;Kak Rina&&num;8221&semi; dan &&num;8220&semi;Toko Contoh&&num;8221&semi; fiktif&comma; jadi ganti dengan detail bisnismu sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<p>Kami tidak mengulang teori soft selling di sini&period; Untuk itu&comma; baca dulu <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;digital-marketing&sol;contoh-copywriting-soft-selling&sol;">contoh copywriting soft selling<&sol;a>&period; Fokus kumpulan contoh copywriting WhatsApp ini adalah alur percakapan&colon; dari sapaan pertama sampai konfirmasi pesanan&period; Sementara itu&comma; kerangka seperti AIDA dan PAS kami bahas di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;digital-marketing&sol;contoh-copywriting&sol;">contoh copywriting dengan rumus AIDA&comma; PAS&comma; FAB&comma; dan BAB<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Contoh copywriting WhatsApp untuk membuka chat<&sol;h2>&NewLine;<p>Pembeli yang bertanya lewat WhatsApp biasanya sudah punya minat&period; Karena itu&comma; contoh copywriting WhatsApp di tahap ini harus singkat dan hangat&period; Jadi&comma; tugas balasan pertama adalah menunjukkan bahwa kamu hadir dan siap membantu&period; Jangan langsung mengirim katalog panjang&period; Satu sapaan&comma; satu informasi&comma; dan satu pertanyaan sudah cukup&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Balasan pertama ke calon pembeli yang bertanya<&sol;h3>&NewLine;<p><strong>Contoh 1 &lpar;buatan&rpar;&colon; pembeli bertanya &&num;8220&semi;ready kak&quest;&&num;8221&semi;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Halo Kak Rina&comma; terima kasih sudah chat Toko Contoh&period; Stoknya ready&comma; kok&period; Kakak mau pakai untuk keperluan apa&comma; ya&quest; Dengan begitu&comma; saya bisa bantu pilihkan yang paling pas&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Perhatikan bahwa pesan ini memuat satu pertanyaan saja&comma; jadi pembeli tidak bingung harus menjawab yang mana&period; Selain itu&comma; pertanyaan tentang kebutuhan membuat pembeli bercerita&comma; sehingga kamu tahu apa yang perlu ditonjolkan&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Balasan saat pembeli langsung menanyakan harga<&sol;h3>&NewLine;<p>Menurut catatan internal tim kami&comma; harga termasuk topik yang sering muncul&period; Di salah satu log prospek terbesar kami&comma; sekitar 35&percnt; catatan memuat pertanyaan soal harga&period; Angka ini berasal dari konteks jasa pemasaran kami&comma; bukan data pasar&comma; dan hanya perkiraan kasar&period; Meski begitu&comma; pesannya jelas&colon; siapkan jawaban harga sebelum menghubungi siapa pun&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Contoh 2 &lpar;buatan&rpar;&colon; menjawab harga sambil memberi konteks<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Untuk paket Reguler harganya Rp&lbrack;isi harga&rsqb;&comma; Kak&period; Isinya &lbrack;isi manfaat utama&rsqb;&period; Selain itu&comma; ada garansi &lbrack;isi sesuai kebijakanmu&rsqb;&period; Kalau Kakak butuh yang lebih ringkas&comma; saya bisa jelaskan pilihan lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Sebut angkanya dengan jelas&comma; lalu beri alasan di balik angka itu&period; Jangan menghindar dengan &&num;8220&semi;nanti saya kabari lewat telepon&&num;8221&semi;&period; Pembeli yang bertanya harga biasanya ingin menilai dulu sebelum lanjut&period; Kalau mereka menawar atau bilang mahal&comma; baca <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;cara-menangani-keberatan-harga&sol;">cara menangani keberatan harga<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Contoh pesan penawaran yang tidak terasa memaksa<&sol;h2>&NewLine;<p>Setelah harga jelas&comma; kirim penawaran dalam satu pesan yang rapi&period; Contoh copywriting WhatsApp untuk penawaran sebaiknya tidak lebih dari lima baris&period; Pesan ini sebaiknya memuat tiga hal&colon; apa yang pembeli dapat&comma; berapa biayanya&comma; dan langkah berikutnya&period; Panduan umum tentang urutan menawarkan ada di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;cara-menawarkan-produk-ke-konsumen&sol;">cara menawarkan produk ke konsumen<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Contoh 3 &lpar;buatan&rpar;&colon; penawaran setelah pembeli menyebut kebutuhan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Kak Rina&comma; dari ceritanya&comma; paket Reguler paling cocok&period; Isinya &lbrack;isi manfaat 1&rsqb; dan &lbrack;isi manfaat 2&rsqb;&period; Harganya Rp&lbrack;isi harga&rsqb;&period; Jadi&comma; kalau Kakak setuju&comma; saya siapkan pesanannya hari ini&period; Mau lanjut&quest;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Catatan internal tim kami memuat satu aturan untuk tahap ini&colon; jangan langsung menurunkan harga&period; Coba yakinkan pembeli di penawaran pertama dulu&comma; dengan menjelaskan nilai yang ia dapat&period; Dengan begitu&comma; kamu tidak melatih pembeli untuk selalu menawar&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Follow-up saat pesanmu dibaca tapi tidak dibalas<&sol;h2>&NewLine;<p>Dalam catatan internal tim kami&comma; pola &&num;8220&semi;dibaca tetapi tidak dibalas&&num;8221&semi; termasuk pola yang umum di log prospek jasa pemasaran kami&period; Namun&comma; diam belum tentu menolak&period; Bisa jadi pembeli sedang sibuk&comma; lalu lupa&period; Karena itu&comma; satu pesan lanjutan yang ringan masih wajar&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Contoh 4 &lpar;buatan&rpar;&colon; follow-up pertama&comma; sehari setelahnya<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Halo Kak Rina&comma; saya Dewi dari Toko Contoh&period; Kemarin saya sempat kirim detail paket Reguler&period; Barangkali Kakak masih menimbang&quest; Kalau ada yang kurang jelas&comma; tanya saja ya&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p><strong>Contoh 5 &lpar;buatan&rpar;&colon; follow-up kedua dengan informasi baru<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Kak Rina&comma; ada kabar kecil&period; Stok paket Reguler tinggal &lbrack;isi jumlah sebenarnya&rsqb;&period; Saya tidak mau Kakak kehabisan&comma; jadi saya kabari&period; Kalau belum cocok&comma; tidak apa-apa&period; Cukup balas &&num;8220&semi;nanti dulu&&num;8221&semi;&comma; dan saya tidak akan mengganggu lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Pesan kedua memberi alasan baru untuk membalas&comma; bukan sekadar menagih&period; Namun&comma; tulis hanya informasi yang benar&period; Jangan mengarang stok menipis demi menekan pembeli&period; Jadwal dan urutan follow-up yang lebih lengkap ada di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;follow-up-calon-pembeli-mobil&sol;">contoh jadwal follow up calon pembeli mobil<&sol;a>&period; Polanya bisa kamu sesuaikan untuk produk lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Soal waktu&comma; catatan internal tim kami mencatat follow-up otomatis tiga tahap pada satu alur chatbot lead di jasa pemasaran kami&period; Jedanya 6 jam&comma; 6 jam&comma; lalu 8 jam&period; Namun&comma; hasilnya belum kami ukur&comma; jadi kami tidak bisa bilang jeda itu ideal&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Menjawab &&num;8220&semi;nanti dikabari&&num;8221&semi; dan &&num;8220&semi;dana belum ada&&num;8221&semi;<&sol;h2>&NewLine;<p>Dua jawaban ini sering membuat penjual menyerah&period; Padahal&comma; kamu masih bisa menjawab keduanya dengan sopan&period; Menurut catatan internal tim kami&comma; di dua log prospek terbesar kami&comma; jawaban bernuansa &&num;8220&semi;nanti dikabari&&num;8221&semi; muncul sekitar 26&percnt; dan 40&percnt; dari catatan&period; Angka itu perkiraan kasar berdasarkan kata kunci dan berasal dari konteks jasa pemasaran kami&comma; bukan data pasar&period; Meski begitu&comma; wajar kalau kamu juga menemuinya&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Saat pembeli bilang &&num;8220&semi;nanti dikabari&&num;8221&semi;<&sol;h3>&NewLine;<p>Jawaban itu sering berarti &&num;8220&semi;belum yakin&&num;8221&semi;&period; Maka&comma; jangan hanya menjawab &&num;8220&semi;baik&comma; ditunggu ya&&num;8221&semi;&period; Tawarkan bantuan kecil&comma; lalu minta izin untuk menghubungi lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<p><strong>Contoh 6 &lpar;buatan&rpar;&colon; menjawab &&num;8220&semi;nanti dikabari&&num;8221&semi;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Baik&comma; Kak Rina&comma; silakan Kakak pertimbangkan dulu&period; Supaya mudah memutuskan&comma; apa yang paling Kakak ragukan&quest; Kalau belum ada&comma; boleh saya ingatkan lagi hari Kamis sore&quest;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<h3>Saat pembeli bilang &&num;8220&semi;dana belum ada&&num;8221&semi;<&sol;h3>&NewLine;<p>Menurut catatan internal tim kami&comma; skrip untuk klien yang bilang tidak ada dana terdiri dari tiga langkah&period; Pertama&comma; tawarkan paket yang lebih kecil atau skema mingguan&period; Kedua&comma; tanyakan kapan boleh diingatkan lagi&period; Ketiga&comma; tutup dengan sopan&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Contoh 7 &lpar;buatan&rpar;&colon; menjawab &&num;8220&semi;dana belum ada&&num;8221&semi;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Terima kasih sudah jujur&comma; Kak Rina&period; Kalau berkenan&comma; ada paket Mini atau pembayaran mingguan yang lebih ringan&period; Kalau belum pas juga&comma; kapan kira-kira saya boleh menghubungi lagi&quest; Semoga usahanya lancar&comma; ya&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Perhatikan bahwa pesan ini tidak mendesak&period; Pembeli yang kamu layani dengan baik hari ini mungkin kembali bulan depan&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Broadcast ke pelanggan yang sudah menyimpan nomormu<&sol;h2>&NewLine;<p>Broadcast cocok untuk orang yang pernah berinteraksi denganmu dan setuju menerima kabar&period; Contohnya pelanggan lama&comma; atau orang yang mendaftar lewat formulir dengan persetujuan jelas&period; Selain itu&comma; tulis seolah-olah kamu mengobrol dengan satu orang&period; Panduan untuk pelanggan lama ada di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;follow-up-pelanggan-lama-whatsapp&sol;">follow up pelanggan lama via WhatsApp<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Contoh 8 &lpar;buatan&rpar;&colon; broadcast ke pelanggan yang sudah opt-in<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Halo Kak Rina&comma; ini Toko Contoh&period; Kakak menerima pesan ini karena pernah minta dikabari soal menu baru&period; Bulan ini kami punya &lbrack;isi produk baru&rsqb;&period; Mau kami kirim fotonya&quest; Kalau tidak ingin menerima kabar lagi&comma; balas &&num;8220&semi;STOP&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Pesan ini mengingatkan alasan kamu menghubungi penerima dan menyediakan jalan keluar&period; Kedua hal itu mengurangi risiko penerima menganggapmu spam&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Aturan main contoh copywriting WhatsApp&colon; jangan kirim pesan massal ke orang asing<&sol;h2>&NewLine;<p>Salinan pesan yang bagus tidak menolong kalau kamu kirim ke orang yang tidak mengenalmu&period; Kebijakan resmi <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;whatsappbusiness&period;com&sol;policy&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener">WhatsApp Business Messaging Policy<&sol;a> menyebut bahwa bisnis hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomornya&period; Selain itu&comma; bisnis perlu &&num;8220&semi;opt-in permission from the recipient&&num;8221&semi;&comma; yaitu izin dari penerima bahwa mereka mau menerima pesan berikutnya&period; Kebijakan itu juga melarang bisnis membingungkan&comma; menipu&comma; atau mengirim spam kepada orang lewat komunikasinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; kebijakan yang sama menyebut bahwa pengguna dapat memblokir atau melaporkan bisnis&period; Sistem WhatsApp juga dapat membatasi jumlah pesan yang boleh bisnis kirim&period; Lalu&comma; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;whatsapp&period;com&sol;legal&sol;messaging-guidelines" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener">Messaging Guidelines WhatsApp<&sol;a> melarang pemakaian aplikasi tidak resmi&comma; bulk messaging&comma; auto-messaging&comma; dan otomatisasi untuk merugikan WhatsApp atau penggunanya&period; Pedoman itu juga memasukkan &&num;8220&semi;repeated unwanted contact&&num;8221&semi; ke dalam kategori spam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari sisi praktik&comma; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;qiscus&period;com&sol;id&sol;blog&sol;broadcast-whatsapp-tanpa-save-nomor&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener">Qiscus<&sol;a> menulis bahwa WhatsApp secara default tidak mengizinkan broadcast tanpa menyimpan nomor penerima&period; Qiscus juga menyebut pesan tanpa opt-in membuat pelanggan lebih mudah memblokir atau melapor&period; Jadi&comma; jangan mencari jalan pintas untuk menjangkau nomor acak&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Kirim hanya ke orang yang pernah berinteraksi atau jelas setuju dihubungi&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Sebutkan alasan mereka menerima pesan itu&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Sediakan cara berhenti&comma; lalu hormati permintaan itu&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Jangan memakai aplikasi tidak resmi untuk kirim massal&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<h2>Contoh pesan closing dan minta konfirmasi<&sol;h2>&NewLine;<p>Chat bisa berhenti tepat sebelum pembayaran kalau penjual tidak meminta keputusan&period; Karena itu&comma; akhiri dengan ajakan yang spesifik&period; Tanyakan satu hal yang mudah dijawab&comma; misalnya alamat atau metode pembayaran&period; Teknik lain yang bisa kamu padukan ada di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;teknik-closing-sales&sol;">teknik closing sales<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Contoh 9 &lpar;buatan&rpar;&colon; closing dan minta konfirmasi<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Siap&comma; Kak Rina&period; Pesanannya saya catat&colon; paket Reguler&comma; total Rp&lbrack;isi total&rsqb;&period; Supaya saya bisa proses hari ini&comma; mohon kirim alamat lengkap dan konfirmasi pembayaran&period; Setelah itu&comma; saya kabari nomor resi&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p><strong>Contoh 10 &lpar;buatan&rpar;&colon; konfirmasi setelah pembayaran<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<blockquote>&NewLine;<p>Terima kasih&comma; Kak Rina&period; Pembayaran sudah kami terima&period; Kami proses pesanan besok pagi&period; Kalau ada perubahan&comma; kabari saya sebelum jam 10&period; Setelah paket tiba&comma; kami senang mendengar kesannya&period;<&sol;p>&NewLine;<&sol;blockquote>&NewLine;<p>Pesan terakhir ini menutup transaksi dengan jelas&period; Selain itu&comma; ia membuka jalan untuk pembelian berikutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Cara menyesuaikan contoh copywriting WhatsApp dengan bisnismu<&sol;h2>&NewLine;<p>Jangan kirim contoh di atas apa adanya&period; Setiap contoh copywriting WhatsApp hanya berhasil bila terdengar seperti kamu&period; Karena itu&comma; lakukan lima langkah berikut sebelum menekan tombol kirim&period;<&sol;p>&NewLine;<ol>&NewLine;<li>Ganti semua tanda kurung siku dengan fakta produk dan harga yang benar&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Sebut nama pembeli&comma; lalu hapus kata yang tidak biasa kamu pakai&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Potong pesan sampai setiap kalimat punya satu tujuan&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Pastikan hanya ada satu pertanyaan di akhir&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Baca ulang&comma; lalu hapus klaim yang tidak bisa kamu buktikan&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ol>&NewLine;<p>Selain itu&comma; simpan pesan yang berhasil sebagai templat pribadi&period; Misalnya&comma; tulis di catatan ponselmu&period; Namun&comma; tetap sesuaikan nama dan konteks pada setiap chat&period; Pembeli bisa merasakan pesan salin-tempel yang tidak peduli pada situasinya&period;&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;<h2>Langkah berikutnya<&sol;h2>&NewLine;<p>Pilih satu produk yang paling sering pelangganmu tanyakan&period; Tulis jawaban harga dan penawarannya hari ini&comma; lalu simpan sebagai catatan&period; Kemudian&comma; coba contoh copywriting WhatsApp untuk follow-up pada tiga calon pembeli minggu ini&period; Catat siapa yang membalas&comma; dan perbaiki kalimatnya dari situ&period; Untuk gambaran strategi yang lebih luas&comma; lihat <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;jualan-di-whatsapp-laris-manis-pakai-strategi-ini&sol;">jualan di WhatsApp<&sol;a>&period;&NewLine;

Spread the love
Exit mobile version