Site icon Dunia Cerdas

Skema Insentif Sales: Gaji Tetap vs Komisi, Mana yang Pas?

Skema Insentif Sales: Gaji Tetap vs Komisi, Mana yang Pas?

<p>Skema insentif sales yang keliru bisa membuat tim bekerja keras ke arah yang salah&period; Bagi pemilik usaha kecil&comma; pilihan antara gaji tetap dan komisi tidak selalu mudah&period; Sementara itu&comma; sales ingin tahu mengapa slip gajinya tersusun seperti itu&period; Di bawah ini ada contoh hitungan&comma; aturan upah pokok 75&percnt;&comma; dan skema yang tim sales internal kami jalankan&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<h2>Apa itu skema insentif sales dan apa saja komponennya<&sol;h2>&NewLine;<p>Skema insentif sales adalah aturan yang menentukan berapa penghasilan seorang sales dari hasil dan perilaku kerjanya&period; Aturan ini bukan sekadar persentase komisi&period; Biasanya skema terdiri atas beberapa komponen yang bekerja bersama&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Gaji pokok&colon;<&sol;strong> bagian tetap yang cair setiap bulan&comma; apa pun hasilnya&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Komisi atau insentif per penjualan&colon;<&sol;strong> imbalan yang naik seiring jumlah atau nilai penjualan&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Bonus pencapaian&colon;<&sol;strong> tambahan saat sales melewati target tertentu&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Aturan pengakuan penjualan&colon;<&sol;strong> kapan sebuah transaksi sah dihitung sebagai insentif&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Aturan evaluasi&colon;<&sol;strong> apa yang terjadi bila target tercapai atau meleset&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Kalau perhatian hanya tertuju pada komponen kedua&comma; komponen lain mudah menjadi celah&period; Sales bisa memanfaatkan celah itu&comma; sengaja atau tidak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; perancang skema sebaiknya bertanya dulu&colon; perilaku apa yang ingin kami dorong&quest; Jawabannya bisa berupa penjualan baru&comma; perpanjangan klien lama&comma; margin yang sehat&comma; atau disiplin aktivitas&period; Setiap tujuan butuh komponen berbeda&period; Skema insentif sales yang baik menjawab pertanyaan itu secara tertulis&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Gaji tetap vs komisi&colon; apa bedanya dalam praktik<&sol;h2>&NewLine;<p>Secara penalaran&comma; gaji tetap memberi stabilitas&comma; tetapi dorongan untuk mengejar target lebih lemah&period; Sebaliknya&comma; komisi murni menyalakan motivasi&comma; tetapi penghasilan sales naik turun&period; Risiko lain muncul juga&colon; sales cenderung mengejar closing cepat dan memberi diskon besar&period; Jalan tengahnya adalah skema campuran&period; Tabel berikut merangkum perbandingannya&period;<&sol;p>&NewLine;<table>&NewLine;<thead>&NewLine;<tr>&NewLine;<th>Aspek<&sol;th>&NewLine;<th>Gaji tetap dominan<&sol;th>&NewLine;<th>Komisi dominan<&sol;th>&NewLine;<th>Campuran<&sol;th>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;thead>&NewLine;<tbody>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Stabilitas penghasilan sales<&sol;td>&NewLine;<td>Tinggi<&sol;td>&NewLine;<td>Rendah<&sol;td>&NewLine;<td>Sedang<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Dorongan mengejar target<&sol;td>&NewLine;<td>Lebih rendah<&sol;td>&NewLine;<td>Tinggi<&sol;td>&NewLine;<td>Sedang sampai tinggi<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Risiko biaya bagi pemilik<&sol;td>&NewLine;<td>Biaya tetap besar<&sol;td>&NewLine;<td>Biaya mengikuti omzet<&sol;td>&NewLine;<td>Terkendali<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Risiko perilaku<&sol;td>&NewLine;<td>Sales santai<&sol;td>&NewLine;<td>Kejar closing dan diskon<&sol;td>&NewLine;<td>Perlu aturan yang jelas<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Cocok untuk<&sol;td>&NewLine;<td>Penjualan jangka panjang&comma; layanan&comma; retensi<&sol;td>&NewLine;<td>Penjualan cepat bernilai tinggi<&sol;td>&NewLine;<td>Tim kecil yang butuh keseimbangan<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;tbody>&NewLine;<&sol;table>&NewLine;<p>Tabel ini hasil penalaran umum&comma; bukan data survei&period; Selain itu&comma; tidak ada porsi ideal yang berlaku untuk semua bisnis&period; Jenis produk&comma; siklus penjualan&comma; dan margin sangat menentukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Misalnya&comma; tim yang menjual layanan berlangganan butuh sales yang rajin menjaga pelanggan&period; Dorongan komisi murni justru bisa membuat sales mengabaikan klien lama&period; Sebaliknya&comma; tim yang menjual barang sekali beli dengan siklus pendek biasanya cocok dengan komisi lebih besar&period; Namun&comma; usaha yang baru merintis tetap perlu sedikit gaji pokok agar sales mau bertahan sampai pipeline terisi&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Empat model komisi yang bisa dipilih<&sol;h2>&NewLine;<p>Setelah porsi gaji dan komisi jelas&comma; langkah berikutnya adalah memilih rumus komisi&period; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;talenta&period;co&sol;blog&sol;cara-menghitung-insentif-sales&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener">Talenta<&sol;a> menjelaskan beberapa jenis&period; Contoh angka di bawah ini berasal dari Talenta&comma; bukan dari data kami&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Komisi flat&colon;<&sol;strong> penjualan dikali persentase tetap&period; Misalnya penjualan Rp150&period;000&period;000 dikali 1&comma;5&percnt; menghasilkan Rp2&period;250&period;000&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Bonus berbasis target&colon;<&sol;strong> realisasi dibagi target&comma; lalu dikali 100&percnt;&period; Misalnya target Rp200&period;000&period;000 dan realisasi Rp220&period;000&period;000 berarti pencapaian 110&percnt;&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Komisi bertingkat&colon;<&sol;strong> persentase naik mengikuti pencapaian&period; Contohnya&comma; 80&percnt; ke bawah dapat 0&percnt;&comma; 81-100&percnt; dapat 1&percnt;&comma; 101-120&percnt; dapat 2&percnt;&comma; dan di atas 120&percnt; dapat 3&percnt;&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Berbasis margin&colon;<&sol;strong> insentif mengikuti laba&comma; bukan omzet&period; Misalnya penjualan Rp100&period;000&period;000 dengan margin 20&percnt; menghasilkan margin Rp20&period;000&period;000&period; Bila insentifnya 10&percnt; dari margin&comma; sales menerima Rp2&period;000&period;000&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Model flat paling mudah dipahami&period; Namun&comma; model ini mendorong sales menjual apa saja demi omzet&period; Model berbasis margin menahan kebiasaan itu&comma; karena diskon langsung memangkas insentif&period; Komisi bertingkat menghargai performa tinggi&comma; tetapi aturan tingkatnya harus realistis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perilaku diskon sangat berkaitan dengan cara sales menangani <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;cara-menangani-keberatan-harga&sol;">keberatan harga<&sol;a>&period; Bila insentif hanya bergantung pada omzet&comma; diskon menjadi jalan pintas&period; Bila insentif mengikuti margin&comma; sales belajar mempertahankan nilai&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Aturan upah pokok 75&percnt; yang sering terlupa<&sol;h2>&NewLine;<p>Struktur upah karyawan tidak sepenuhnya bebas&period; Menurut <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;hukumonline&period;com&sol;klinik&sol;a&sol;persentase-upah-pokok-kurang-dari-75--ini-akibat-hukumnya-lt50606681887e5" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener">penjelasan Hukumonline<&sol;a>&comma; bila upah terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap&comma; upah pokok paling sedikit 75&percnt; dari jumlah keduanya&period; Dasarnya Pasal 94 UU 13&sol;2003 sebagaimana diubah UU Cipta Kerja&comma; yang dijabarkan dalam Pasal 7 PP 36&sol;2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; Pasal 7 ayat 5 PP 36&sol;2021 menyebut persentase untuk jabatan atau pekerjaan tertentu dapat berbeda&period; Pengaturannya lewat perjanjian kerja&comma; peraturan perusahaan&comma; atau perjanjian kerja bersama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Artinya&comma; komisi murni dengan gaji pokok sangat kecil berisiko berbenturan dengan aturan ini bila Anda juga memberi tunjangan tetap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lalu&comma; apakah komisi termasuk tunjangan tetap&quest; Kami tidak menyimpulkannya di sini&period; Jawabannya bergantung pada bentuk dan cara pembayaran komisi&period; Karena itu&comma; tanyakan ke HR atau konsultan hukum Anda&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<p><em>Catatan&colon; tulisan ini bukan nasihat hukum atau keuangan&period; Artikel Hukumonline tersebut bertanggal 2021&comma; jadi cek aturan terbaru sebelum menetapkan skema&period;<&sol;em><&sol;p>&NewLine;<h2>Skema insentif sales di tim kami<&sol;h2>&NewLine;<p>Berikut contoh nyata dari tim sales internal kami di unit usaha YC Media&period; Ini data tim sales jasa pemasaran digital&comma; bukan data pasar dan bukan data sales mobil atau dealer&period; Setiap perusahaan perlu menyesuaikan&period; Semua angka dibulatkan&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Empat jenjang&colon;<&sol;strong> Probation &lpar;evaluasi 3 bulan&rpar;&comma; Silver &lpar;6 bulan&rpar;&comma; Gold &lpar;9 bulan&rpar;&comma; dan Platinum &lpar;1 tahun&rpar;&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Gaji pokok&colon;<&sol;strong> naik dari sekitar Rp1&comma;5 juta di jenjang awal sampai sekitar Rp4&comma;7 juta di jenjang tertinggi&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Target paket baru per bulan&colon;<&sol;strong> sekitar 5&comma; 10&comma; 20&comma; dan 30 paket menurut jenjang&period; Ada pula target retensi&comma; sekitar 50&percnt; di jenjang awal sampai 80&percnt; di jenjang tertinggi&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Insentif per paket&colon;<&sol;strong> sekitar Rp15 ribu sampai Rp50 ribu&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Bonus&colon;<&sol;strong> sekitar Rp1 juta untuk 10 paket pertama dalam sebulan&comma; lalu sekitar Rp500 ribu tiap tambahan 5 paket&period; Ada juga bonus terpisah untuk pemasangan iklan&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Hadiah harian&colon;<&sol;strong> sekitar Rp100 ribu untuk hari dengan dua penjualan atau lebih&comma; setelah tiga penjualan pertama bulan itu tercapai&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<h2>Evaluasi&comma; hitungan kasar&comma; dan aturan pengakuan penjualan<&sol;h2>&NewLine;<p>Evaluasinya tegas&period; Capaian 80&percnt; target atau lebih berarti naik jenjang&comma; di atas 50&percnt; sampai di bawah 80&percnt; bertahan&comma; dan 50&percnt; ke bawah turun jenjang&period; Tiga bulan berturut-turut di bawah 50&percnt; juga menurunkan jenjang di level mana pun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berikut hitungan kasar redaksi&comma; bukan laporan resmi&period; Di jenjang awal&comma; target 5 paket menghasilkan insentif per penjualan sekitar Rp75 ribu &lpar;5 x Rp15 ribu&rpar;&period; Angka itu jauh di bawah gaji pokok&period; Jadi&comma; pengungkit utamanya ada pada bonus kelipatan volume dan aturan naik-turun jenjang&period; Struktur kami berat di gaji pokok dan bonus volume&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain hasil&comma; kami menetapkan target aktivitas harian&colon; sekitar 50 penawaran baru dan 30 follow-up retensi per orang&period; Untuk retensi&comma; kami memakai panduan <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;follow-up-pelanggan-lama-whatsapp&sol;">follow-up pelanggan lama lewat WhatsApp<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Aturan pengakuan penjualan kami sederhana&period; Penjualan baru hanya diakui bila pelanggan sudah membayar lunas di bulan yang sama&period; Dengan begitu&comma; sales tidak mengejar janji bayar&period; Supervisor mendapat gaji pokok sekitar Rp2&comma;8 juta sampai Rp4&comma;5 juta dengan target minimal 10 paket per anggota&period; Bila tidak ada anggota yang mencapai target&comma; perusahaan memotong gaji pokok supervisor 20&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Kesalahan umum saat merancang skema<&sol;h2>&NewLine;<p>Berikut kesalahan yang perlu Anda hindari&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Menghitung insentif saat closing&comma; bukan saat bayar lunas&period;<&sol;strong> Akibatnya&comma; sales mengejar janji bayar dan perusahaan menanggung risiko tagihan macet&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Target yang tidak realistis&period;<&sol;strong> Bila hampir tak ada yang mencapai target&comma; tim berhenti percaya pada skemanya&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Hanya menilai hasil&period;<&sol;strong> Tanpa target aktivitas&comma; sales tidak punya pegangan di hari-hari sepi&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Tidak ada kontrol diskon&period;<&sol;strong> Di tim kami&comma; sales boleh memberi diskon sampai 10&percnt; tanpa persetujuan&period; Di atas itu&comma; sales harus minta persetujuan lebih dulu&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Aturan yang terlalu rumit&period;<&sol;strong> Bila sales tidak bisa menghitung bonusnya sendiri&comma; skema itu gagal memotivasi&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Mengabaikan retensi&period;<&sol;strong> Bila insentif hanya mengalir dari penjualan baru&comma; sales tidak punya alasan merawat pelanggan lama&period; Untuk alasan itu&comma; tim kami memasang target retensi di setiap jenjang&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Kesalahan pertama bisa langsung menggerus kas&period; Bayangkan sales menutup lima transaksi bulan ini&comma; tetapi dua pelanggan baru membayar bulan depan&period; Bila insentif sudah cair&comma; perusahaan menanggung selisihnya&period; Aturan bayar lunas menutup masalah itu sejak awal&period; Selain itu&comma; aturan ini membuat sales ikut mengawal penagihan&comma; bukan hanya mengejar tanda tangan&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Cara memilih skema insentif sales untuk tim kecil<&sol;h2>&NewLine;<p>Mulailah dari siklus penjualan Anda&comma; karena siklus itu menentukan bentuk skema insentif sales yang masuk akal&period; Bila transaksi cepat dan bernilai besar&comma; porsi komisi bisa lebih tinggi&period; Sebaliknya&comma; bila penjualan berupa layanan berulang&comma; gaji pokok yang lebih besar dan insentif perpanjangan biasanya lebih sehat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lalu&comma; ukur margin&period; Produk bermargin tipis cocok dengan insentif berbasis margin&period; Selanjutnya&comma; hitung batas biaya&colon; total gaji pokok&comma; komisi&comma; dan bonus tidak boleh melebihi porsi omzet yang sanggup Anda tanggung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai pembanding&comma; pelajari bagaimana industri lain bekerja&period; Misalnya&comma; tulisan tentang <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;berapa-komisi-sales-mobil&sol;">berapa komisi sales mobil<&sol;a> dan <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;berapa-gaji-sales-mobil-dan-peluang-karirnya&sol;">gaji sales mobil<&sol;a> menunjukkan bahwa struktur di sana sangat berbeda dari jasa pemasaran&period; Jadi&comma; jangan menyalin angkanya mentah-mentah&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Langkah konkret yang bisa Anda lakukan minggu ini<&sol;h2>&NewLine;<ol>&NewLine;<li>Tulis semua komponen skema Anda saat ini&colon; gaji pokok&comma; komisi&comma; bonus&comma; dan aturan pengakuan penjualan&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Hitung penghasilan satu sales pada tiga skenario&colon; capaian 50&percnt;&comma; 100&percnt;&comma; dan 120&percnt; dari target&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Tetapkan bahwa insentif cair setelah pelanggan membayar lunas&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Tambahkan satu target aktivitas harian yang bisa dicatat&comma; seperti jumlah penawaran atau follow-up&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Tentukan batas diskon dan siapa yang berhak menyetujui di atasnya&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Konsultasikan struktur upah pokok dengan HR atau konsultan hukum&comma; lalu uji skema selama satu sampai tiga bulan sebelum dikunci&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ol>&NewLine;<p>Setelah itu&comma; evaluasi angka setiap bulan&period; Bila hampir semua sales melewati target&comma; naikkan targetnya&period; Bila hampir tidak ada yang mencapainya&comma; turunkan atau pecah menjadi target mingguan&period; Skema insentif sales yang sehat berubah mengikuti kondisi usaha&comma; jadi catat setiap perubahan aturan secara tertulis beserta alasannya&period;&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagi sales&comma; langkahnya lebih sederhana&period; Minta rumus tertulis&comma; hitung sendiri penghasilan di berbagai capaian&comma; dan tanyakan kapan penjualan dianggap sah&period;&NewLine;

Spread the love
Exit mobile version