Site icon Dunia Cerdas

Cara Menghitung HPP: Rumus Dagang, Produksi & Contoh

Cara Menghitung HPP: Rumus Dagang, Produksi & Contoh

<p><strong>Cara menghitung HPP<&sol;strong> &lpar;harga pokok penjualan&rpar; untuk usaha dagang cukup sederhana&colon; jumlahkan persediaan awal dan pembelian bersih&comma; lalu kurangi persediaan akhir&period; Hasilnya menunjukkan modal barang yang benar-benar terjual dalam satu periode&period; Untuk usaha produksi&comma; rumusnya berbeda&period; Jumlahkan biaya bahan&comma; tenaga kerja langsung&comma; dan overhead&comma; lalu bagi dengan jumlah unit yang kamu hasilkan&period; Artikel ini membahas kedua rumus itu&comma; lengkap dengan contoh ilustrasi dan kesalahan yang sering terjadi&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<h2>Apa itu HPP dan mengapa angkanya penting<&sol;h2>&NewLine;<p>HPP adalah biaya yang kamu keluarkan untuk memperoleh atau membuat barang yang akhirnya terjual&period; Biaya ini muncul di laporan laba rugi&comma; tepat di bawah penjualan&period; Selisih penjualan dan HPP menghasilkan laba kotor&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut penjelasan Ortax&comma; HPP dalam konteks PPh badan mencakup biaya yang berkaitan langsung dengan perolehan barang dagangan&period; Artinya&comma; tidak semua pengeluaran ikut masuk hitungan&period; Gaji bagian admin atau biaya iklan umumnya masuk beban operasional&comma; bukan HPP&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Angka ini penting karena dua alasan&period; Pertama&comma; HPP yang salah membuat laba tampak lebih besar atau lebih kecil dari kenyataan&period; Kedua&comma; HPP menjadi dasar harga jual&period; Jika modal per unit keliru&comma; harga jual ikut keliru&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kesalahan yang mudah terjadi adalah menyamakan HPP dengan harga beli barang&period; Padahal&comma; harga beli hanya salah satu unsur&period; Ongkos kirim dari pemasok&comma; bahan kemasan&comma; dan upah produksi juga ikut membentuk modal per unit&period; Karena itu&comma; cara menghitung HPP yang benar selalu berawal dari daftar biaya yang lengkap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>HPP juga berguna untuk menilai produk&period; Produk dengan margin kotor tipis perlu kamu kaji ulang&period; Kamu bisa menaikkan harga&comma; mencari pemasok lebih murah&comma; atau menghentikan produk tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Tiga jenis usaha&comma; tiga cara menghitung HPP<&sol;h2>&NewLine;<p>Rumus yang kamu pakai bergantung pada jenis usaha&period; Karena itu&comma; kenali dulu posisi usahamu&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Usaha dagang<&sol;h3>&NewLine;<p>Toko membeli barang jadi&comma; lalu menjualnya kembali&period; Kamu menghitung HPP dari pergerakan stok&colon; berapa barang yang ada di awal&comma; berapa yang masuk&comma; dan berapa yang tersisa di akhir&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Usaha produksi atau manufaktur<&sol;h3>&NewLine;<p>Pelaku usaha mengolah bahan menjadi barang jadi&period; Di sini HPP terdiri dari tiga komponen&comma; yaitu bahan baku&comma; tenaga kerja langsung&comma; dan overhead pabrik&period; Overhead mencakup biaya produksi tidak langsung&comma; misalnya gas&comma; listrik dapur&comma; dan penyusutan alat&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Usaha jasa dan makanan minuman<&sol;h3>&NewLine;<p>Usaha jasa tidak punya barang jadi&comma; sehingga HPP-nya berupa biaya langsung untuk menyampaikan layanan&period; Usaha makanan berada di tengah&period; Pemilik membeli bahan seperti toko&comma; tetapi mengolahnya seperti pabrik&period; Hasilnya biasanya berupa HPP per porsi&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Cara menghitung HPP untuk usaha dagang<&sol;h2>&NewLine;<p>Rumus dasarnya sebagai berikut&colon;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>HPP &equals; Persediaan awal &plus; Pembelian bersih − Persediaan akhir<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Pembelian bersih sendiri bukan sekadar nilai faktur&period; Untuk mendapatkannya&comma; tambahkan ongkos angkut ke nilai pembelian&comma; lalu kurangi retur dan potongan pembelian&period; Ortax dan Mekari Jurnal memakai rumus yang sama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berikut langkah praktisnya&colon;<&sol;p>&NewLine;<ol>&NewLine;<li>Hitung nilai stok di awal periode&comma; misalnya awal bulan&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Jumlahkan seluruh pembelian&comma; lalu tambahkan ongkos angkut&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Kurangi retur dan potongan pembelian untuk mendapat pembelian bersih&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Tambahkan stok awal untuk mendapat nilai barang tersedia dijual&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Lakukan stok opname di akhir periode&comma; lalu kurangkan nilai stok akhir&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ol>&NewLine;<p>Setelah itu&comma; uji hasilnya dengan cek sederhana&period; HPP ditambah persediaan akhir harus sama dengan barang tersedia dijual&period; Jika angkanya tidak cocok&comma; kemungkinan ada pembelian yang terlewat atau salah ketik&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Stok opname atau catatan per transaksi&quest;<&sol;h2>&NewLine;<p>Ada dua cara mencatat persediaan&period; Cara periodik mengandalkan stok opname di akhir periode&period; Kamu baru tahu HPP setelah menghitung fisik barang&period; Cara ini cocok untuk toko kecil dengan banyak barang murah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebaliknya&comma; cara perpetual mencatat setiap barang masuk dan keluar saat transaksi terjadi&period; Aplikasi kasir atau software akuntansi umumnya bekerja seperti ini&period; Kelebihannya&comma; kamu bisa melihat HPP kapan saja tanpa menunggu akhir bulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; stok opname tetap perlu meski kamu memakai aplikasi&period; Selisih antara catatan dan fisik menandakan barang rusak&comma; hilang&comma; atau salah catat&period; Jika selisihnya besar&comma; telusuri dulu penyebabnya sebelum menyimpulkan margin turun&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Cara menghitung HPP produksi dan HPP per unit<&sol;h2>&NewLine;<p>Pada usaha produksi&comma; hitung dulu total biaya produksi&colon;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Biaya produksi &equals; Bahan baku terpakai &plus; Tenaga kerja langsung &plus; Overhead<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Untuk bahan baku terpakai&comma; mulai dari stok bahan awal&comma; tambahkan pembelian bahan&comma; lalu kurangi stok bahan akhir&period; Setelah itu&comma; kamu bisa mendapat HPP per unit&colon;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>HPP per unit &equals; Total biaya produksi ÷ Jumlah unit jadi<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Jika ada persediaan barang jadi di awal dan akhir periode&comma; pakai pola yang sama seperti rumus dagang&period; Artinya&comma; tambahkan persediaan awal barang jadi ke biaya produksi&comma; lalu kurangi persediaan akhir barang jadi&period; Usaha yang punya barang setengah jadi juga perlu memperhitungkan barang dalam proses dengan cara serupa&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Contoh ilustrasi 1&colon; toko dagang<&sol;h2>&NewLine;<p>Angka berikut adalah <em>contoh ilustrasi<&sol;em> buatan tim Dunia Cerdas&comma; bukan data usaha nyata&period; Contoh ini menerapkan cara menghitung HPP dagang pada sebuah toko sembako di bulan Oktober&period;<&sol;p>&NewLine;<table>&NewLine;<thead>&NewLine;<tr>&NewLine;<th>Komponen<&sol;th>&NewLine;<th>Nilai<&sol;th>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;thead>&NewLine;<tbody>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Persediaan awal<&sol;td>&NewLine;<td>Rp12&period;000&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Pembelian<&sol;td>&NewLine;<td>Rp48&period;000&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Ongkos angkut<&sol;td>&NewLine;<td>Rp1&period;500&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Retur pembelian<&sol;td>&NewLine;<td>Rp700&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Potongan pembelian<&sol;td>&NewLine;<td>Rp800&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Persediaan akhir &lpar;hasil stok opname&rpar;<&sol;td>&NewLine;<td>Rp15&period;000&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;tbody>&NewLine;<&sol;table>&NewLine;<p>Pertama&comma; pembelian bersih&colon; 48&period;000&period;000 &plus; 1&period;500&period;000 − 700&period;000 − 800&period;000 &equals; Rp48&period;000&period;000&period; Kedua&comma; barang tersedia dijual&colon; 12&period;000&period;000 &plus; 48&period;000&period;000 &equals; Rp60&period;000&period;000&period; Ketiga&comma; HPP&colon; 60&period;000&period;000 − 15&period;000&period;000 &equals; <strong>Rp45&period;000&period;000<&sol;strong>&period; Cek cepatnya&colon; 45&period;000&period;000 &plus; 15&period;000&period;000 &equals; 60&period;000&period;000&comma; sesuai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika penjualan bulan itu Rp63&period;000&period;000&comma; laba kotornya Rp18&period;000&period;000&period; Margin kotornya sekitar 28&comma;6&percnt; dari penjualan&period; Sementara itu&comma; markup-nya 40&percnt; dari HPP&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Contoh ilustrasi 2&colon; usaha makanan&comma; HPP per porsi<&sol;h2>&NewLine;<p>Contoh ini juga ilustrasi buatan tim Dunia Cerdas&period; Misalkan sebuah warung ayam geprek menghasilkan 1&period;000 porsi dalam sebulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hitung bahan baku dulu dari stok&colon; persediaan awal Rp1&period;500&period;000&comma; pembelian Rp8&period;700&period;000&comma; dan persediaan akhir Rp1&period;200&period;000&period; Bahan yang terpakai berarti 1&period;500&period;000 &plus; 8&period;700&period;000 − 1&period;200&period;000 &equals; Rp9&period;000&period;000&period;<&sol;p>&NewLine;<table>&NewLine;<thead>&NewLine;<tr>&NewLine;<th>Komponen<&sol;th>&NewLine;<th>Nilai per bulan<&sol;th>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;thead>&NewLine;<tbody>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Bahan baku terpakai<&sol;td>&NewLine;<td>Rp9&period;000&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Tenaga kerja langsung &lpar;juru masak&rpar;<&sol;td>&NewLine;<td>Rp3&period;000&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Overhead&colon; gas Rp600&period;000&comma; kemasan Rp900&period;000&comma; listrik dapur Rp300&period;000&comma; penyusutan alat Rp200&period;000<&sol;td>&NewLine;<td>Rp2&period;000&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td><strong>Total biaya produksi<&sol;strong><&sol;td>&NewLine;<td><strong>Rp14&period;000&period;000<&sol;strong><&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;tbody>&NewLine;<&sol;table>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; HPP per porsi &equals; 14&period;000&period;000 ÷ 1&period;000 &equals; <strong>Rp14&period;000<&sol;strong>&period; Angka inilah yang kamu pakai untuk menentukan harga menu&period; Langkah lengkapnya ada di panduan <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;cara-menentukan-harga-jual-makanan&sol;">cara menentukan harga jual makanan<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perhatikan juga pos tenaga kerja&period; Jika pemilik ikut memasak tanpa menerima gaji&comma; tetap masukkan upah yang wajar&period; Tanpa pos ini&comma; HPP tampak murah dan harga jual bisa terlalu rendah saat usaha mulai merekrut karyawan&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<h2>Metode persediaan yang memengaruhi cara menghitung HPP<&sol;h2>&NewLine;<p>Harga beli barang sering berubah&period; Karena itu&comma; kamu perlu aturan untuk menilai stok yang keluar&period; Dua metode yang umum adalah FIFO dan rata-rata&period;<&sol;p>&NewLine;<p>FIFO menganggap barang yang masuk lebih dulu juga keluar lebih dulu&period; Metode rata-rata memakai biaya rata-rata tertimbang dari seluruh barang yang tersedia&period; Berikut contoh ilustrasi sederhana&colon; stok awal 100 unit seharga Rp10&period;000&comma; lalu pembelian 100 unit seharga Rp12&period;000&period; Toko kemudian menjual 150 unit&period;<&sol;p>&NewLine;<table>&NewLine;<thead>&NewLine;<tr>&NewLine;<th>Metode<&sol;th>&NewLine;<th>HPP &lpar;150 unit&rpar;<&sol;th>&NewLine;<th>Persediaan akhir &lpar;50 unit&rpar;<&sol;th>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;thead>&NewLine;<tbody>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>FIFO<&sol;td>&NewLine;<td>Rp1&period;600&period;000<&sol;td>&NewLine;<td>Rp600&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Rata-rata &lpar;Rp11&period;000 per unit&rpar;<&sol;td>&NewLine;<td>Rp1&period;650&period;000<&sol;td>&NewLine;<td>Rp550&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;tbody>&NewLine;<&sol;table>&NewLine;<p>Hitungan FIFO&colon; 100 × 10&period;000 &plus; 50 × 12&period;000 &equals; Rp1&period;600&period;000&period; Hitungan rata-rata&colon; Rp2&period;200&period;000 ÷ 200 unit &equals; Rp11&period;000 per unit&comma; lalu kalikan dengan 150 unit&period; Saat harga naik&comma; FIFO menghasilkan HPP lebih rendah dan laba lebih tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagaimana dengan LIFO&quest; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;pajak&period;go&period;id&sol;sites&sol;default&sol;files&sol;UU&percnt;20PPh&percnt;20No&percnt;2036&percnt;20Th&percnt;202008&period;pdf" rel&equals;"noopener">Pasal 10 ayat &lpar;6&rpar; UU PPh<&sol;a> hanya mengenal dua cara&comma; yaitu rata-rata atau mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama&period; Penjelasan pasal itu juga menegaskan bahwa penilaian persediaan hanya boleh memakai harga perolehan&period; Karena itu&comma; LIFO tidak berlaku untuk keperluan pajak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah memilih metode&comma; pakai secara konsisten&period; Menurut Pasal 28 ayat &lpar;6&rpar; UU KUP&comma; perubahan metode pembukuan harus mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pajak&period; Ulasan <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;news&period;ddtc&period;co&period;id&sol;review&sol;konsultasi&sol;6845&sol;perubahan-metode-pembukuan" rel&equals;"noopener">DDTCNews<&sol;a> membahas contoh perubahan dari FIFO ke rata-rata&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>HPP untuk usaha jasa dan tips pencatatan<&sol;h2>&NewLine;<p>Usaha jasa tidak punya stok barang jadi&period; Namun&comma; tetap ada biaya langsung yang melekat pada layanan&comma; misalnya upah teknisi&comma; bahan habis pakai&comma; dan transportasi ke lokasi pelanggan&period; Jumlahkan biaya itu&comma; lalu bagi dengan jumlah layanan yang selesai kamu kerjakan&period; Hasilnya adalah HPP per layanan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai contoh ilustrasi&comma; sebuah jasa cuci AC mengeluarkan Rp2&period;400&period;000 untuk upah teknisi&comma; cairan pembersih&comma; dan bensin dalam sebulan&period; Jika usaha itu menyelesaikan 40 pekerjaan&comma; HPP per layanan adalah Rp60&period;000 &lpar;2&period;400&period;000 ÷ 40&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Agar cara menghitung HPP berjalan lancar&comma; biasakan tiga hal berikut&colon;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Catat setiap pembelian di hari yang sama&comma; lengkap dengan nota&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Pisahkan rekening atau buku untuk modal usaha dan uang pribadi&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Tinjau HPP setiap bulan&comma; terutama bila harga bahan sering naik&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Dengan begitu&comma; angka HPP selalu mencerminkan kondisi terbaru&period; Selain itu&comma; kamu bisa cepat melihat produk mana yang marginnya menipis&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Kesalahan umum saat menghitung HPP<&sol;h2>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Melewatkan stok opname&period;<&sol;strong> Tanpa hitung fisik&comma; persediaan akhir hanya tebakan&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Lupa ongkos angkut dan retur&period;<&sol;strong> Akibatnya&comma; pembelian bersih meleset&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Memasukkan ongkos kirim ke pembeli&period;<&sol;strong> Ongkos ini termasuk beban penjualan&comma; bukan modal barang&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Mencampur beban operasional dengan HPP&period;<&sol;strong> Sewa kios dan iklan terpisah dari modal barang&comma; kecuali memang terkait langsung dengan produksi&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Mengabaikan overhead&period;<&sol;strong> Gas&comma; kemasan&comma; dan penyusutan alat sering terlupakan pada usaha rumahan&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Memakai harga beli lama&period;<&sol;strong> Harga bahan naik&comma; tetapi kamu belum memperbarui HPP&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Berganti metode persediaan seenaknya&period;<&sol;strong> Untuk pajak&comma; perubahan metode pembukuan perlu persetujuan Direktur Jenderal Pajak&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Sebelum menyalin rumus dari mana pun&comma; termasuk dari artikel ini&comma; periksa ulang aritmetikanya&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Dari HPP ke harga jual dan margin<&sol;h2>&NewLine;<p>HPP hanyalah titik awal harga&period; Setelah itu&comma; tambahkan biaya operasional dan laba yang kamu inginkan&period; Untuk pembahasan lengkap&comma; baca <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;cara-menentukan-harga-jual-produk&sol;">cara menentukan harga jual produk<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bedakan dua istilah berikut karena sering tertukar&colon;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Markup<&sol;strong> &equals; laba ÷ HPP&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Margin<&sol;strong> &equals; laba ÷ harga jual&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Misalkan HPP per porsi Rp14&period;000 dan kamu memakai markup 50&percnt;&period; Harga jualnya Rp21&period;000&comma; tetapi marginnya hanya 33&comma;3&percnt; &lpar;7&period;000 ÷ 21&period;000&rpar;&period; Jika kamu mau margin kotor 40&percnt;&comma; hitung 14&period;000 ÷ &lpar;1 − 0&comma;4&rpar; &equals; Rp23&period;333&comma; lalu bulatkan ke Rp23&period;500&period; Marginnya kemudian menjadi sekitar 40&comma;4&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ingat juga&comma; laba kotor masih harus menanggung biaya sewa&comma; gaji admin&comma; dan promosi&period; Kamu bisa melihat gambaran lengkapnya di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;keuangan&sol;laporan-keuangan-umkm&sol;">panduan laporan keuangan UMKM<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Pertanyaan yang sering muncul<&sol;h2>&NewLine;<h3>Apakah cara menghitung HPP untuk reseller berbeda&quest;<&sol;h3>&NewLine;<p>Tidak&period; Reseller memakai rumus dagang&period; Masukkan ongkos kirim dari supplier ke pembelian&comma; tetapi jangan masukkan ongkos kirim ke pembeli&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Seberapa sering saya perlu menghitung HPP&quest;<&sol;h3>&NewLine;<p>Untuk usaha kecil&comma; hitungan bulanan biasanya cukup&period; Namun&comma; hitung ulang HPP per unit setiap kali harga bahan utama berubah cukup jauh&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Apakah HPP sama dengan harga pokok produksi&quest;<&sol;h3>&NewLine;<p>Tidak persis&period; Harga pokok produksi adalah biaya untuk membuat barang dalam satu periode&period; HPP baru muncul setelah kamu menyesuaikannya dengan persediaan barang jadi awal dan akhir&period; Jika stok barang jadi awal dan akhir sama-sama nol&comma; kedua angka itu sama&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Ringkasan rumus<&sol;h2>&NewLine;<table>&NewLine;<thead>&NewLine;<tr>&NewLine;<th>Jenis usaha<&sol;th>&NewLine;<th>Rumus utama<&sol;th>&NewLine;<th>Hasil<&sol;th>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;thead>&NewLine;<tbody>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Dagang<&sol;td>&NewLine;<td>Persediaan awal &plus; pembelian bersih − persediaan akhir<&sol;td>&NewLine;<td>HPP periode<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Produksi<&sol;td>&NewLine;<td>&lpar;Bahan &plus; tenaga kerja langsung &plus; overhead&rpar; ÷ unit<&sol;td>&NewLine;<td>HPP per unit<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Makanan dan minuman<&sol;td>&NewLine;<td>Total biaya bulanan ÷ jumlah porsi<&sol;td>&NewLine;<td>HPP per porsi<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Jasa<&sol;td>&NewLine;<td>Biaya langsung layanan ÷ jumlah layanan<&sol;td>&NewLine;<td>HPP per layanan<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;tbody>&NewLine;<&sol;table>&NewLine;<h2>Langkah berikutnya<&sol;h2>&NewLine;<p>Singkatnya&comma; cara menghitung HPP bergantung pada jenis usaha&colon; rumus stok untuk dagang&comma; rumus biaya per unit untuk produksi dan makanan&period; Pilih FIFO atau rata-rata&comma; lalu pakai secara konsisten&period; Setelah itu&comma; jadikan HPP dasar harga jual dan pantau marginnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mulailah dengan tiga langkah&period; Pertama&comma; lakukan stok opname akhir bulan ini&period; Kedua&comma; kumpulkan semua nota pembelian beserta ongkos angkut dan retur&period; Ketiga&comma; hitung HPP dengan tabel di atas&comma; lalu bandingkan dengan harga jualmu sekarang&period; Jika kamu masih mencari usaha untuk dicoba&comma; lihat <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;ide-usaha-modal-kecil-pemula&sol;">ide usaha modal kecil untuk pemula<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Sumber rujukan&colon;<&sol;strong>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;pajak&period;go&period;id&sol;sites&sol;default&sol;files&sol;UU&percnt;20PPh&percnt;20No&percnt;2036&percnt;20Th&percnt;202008&period;pdf" rel&equals;"noopener">Direktorat Jenderal Pajak&colon; Susunan dalam satu naskah UU Pajak Penghasilan &lpar;UU 36&sol;2008&rpar;&comma; Pasal 10 ayat &lpar;6&rpar;<&sol;a><&sol;li>&NewLine;<li><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;news&period;ddtc&period;co&period;id&sol;berita&sol;nasional&sol;1805509&sol;mengapa-pencatatan-persediaan-metode-lifo-tidak-lagi-dipakai" rel&equals;"noopener">DDTCNews&colon; Mengapa pencatatan persediaan metode LIFO tidak lagi dipakai<&sol;a><&sol;li>&NewLine;<li><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;news&period;ddtc&period;co&period;id&sol;review&sol;konsultasi&sol;6845&sol;perubahan-metode-pembukuan" rel&equals;"noopener">DDTCNews&colon; Perubahan metode pembukuan<&sol;a><&sol;li>&NewLine;<li><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;ortax&period;org&sol;mengenal-konsep-biaya-harga-pokok-penjualan-dalam-pph-badan" rel&equals;"noopener">Ortax&colon; Konsep biaya harga pokok penjualan dalam PPh Badan<&sol;a><&sol;li>&NewLine;<li><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;jurnal&period;id&sol;id&sol;blog&sol;apa-yang-dimaksud-harga-pokok-penjualan-hpp&sol;" rel&equals;"noopener">Mekari Jurnal&colon; Cara menghitung HPP perusahaan<&sol;a><&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;

Spread the love
Exit mobile version