Site icon Dunia Cerdas

Cara Menentukan Harga Jual Produk: Rumus, Langkah, dan Contoh Hitungan

Cara Menentukan Harga Jual Produk: Rumus, Langkah, dan Contoh Hitungan

<p>Menyalin harga tetangga lalu memotongnya sedikit memang cepat&period; Namun cara itu tidak memberi tahu Anda apakah biaya sudah tertutup&period; Karena itu&comma; cara menentukan harga jual produk yang aman dimulai dari hitungan&period; Di bawah ini ada urutan langkahnya&comma; mulai dari biaya per unit sampai uji harga di pasar&period; Semua angka contoh di sini hanya ilustrasi hipotetis&comma; jadi ganti dengan biaya usaha Anda sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<h2>Pahami Dulu Biaya Tetap dan Biaya Variabel<&sol;h2>&NewLine;<p>Langkah pertama dalam cara menentukan harga jual produk adalah memisahkan biaya usaha menjadi dua kelompok&period; Pemisahan ini membuat hitungan berikutnya jauh lebih rapi&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Biaya variabel<&sol;strong> berubah mengikuti jumlah produksi&period; Contohnya bahan baku&comma; upah borongan&comma; dan kemasan&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Biaya tetap<&sol;strong> tetap muncul setiap bulan&comma; berapa pun jumlah yang terjual&period; Contohnya sewa tempat&comma; listrik&comma; internet&comma; dan upah Anda sendiri&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Jika Anda hanya mencatat biaya variabel&comma; harga tampak untung di atas kertas&period; Akibatnya&comma; kas bisa tetap seret di akhir bulan&period; UKM Indonesia mengingatkan bahwa harga pokok penjualan belum memuat biaya tetap seperti sewa toko&comma; gaji pegawai&comma; dan listrik&period; Karena itu&comma; margin kotor belum tentu cukup menopang usaha &lpar;<a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;ukmindonesia&period;id&sol;baca-deskripsi-posts&sol;cara-hitung-harga-pokok-penjualan-untuk-usaha-dagang" rel&equals;"noopener">UKM Indonesia<&sol;a>&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Hitung HPP dan Biaya Total per Unit<&sol;h2>&NewLine;<p>UKM Indonesia&comma; mengutip Weygandt dkk&period;&comma; mendefinisikan HPP sebagai total harga pokok barang dagang yang dijual dalam satu periode&period; Jadi HPP hanya memuat biaya untuk memperoleh atau membuat barang&period; Untuk menetapkan harga&comma; Anda perlu satu angka yang lebih lengkap&comma; yaitu biaya total per unit&period; Angka inilah fondasi cara menentukan harga jual produk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rumusnya begini&colon;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Biaya variabel per unit &equals; bahan &plus; upah &plus; kemasan per satu produk&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Biaya tetap per unit &equals; total biaya tetap sebulan ÷ perkiraan jumlah produk yang terjual sebulan&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Biaya total per unit &equals; biaya variabel per unit &plus; biaya tetap per unit&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Perkiraan jumlah penjualan perlu realistis&period; Misalnya Anda memperkirakan 200 unit&comma; tetapi hanya 100 unit yang laku&period; Maka biaya tetap per unit yang sebenarnya dua kali lipat dari hitungan Anda&period; Karena itu&comma; pakai angka penjualan bulan-bulan sebelumnya bila ada&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah itu&comma; masukkan juga biaya yang sering tak terlihat&period; Daftarnya mencakup plastik&comma; stiker&comma; ongkos kirim yang Anda tanggung&comma; fee marketplace&comma; biaya iklan&comma; dan waktu Anda sendiri&period; Jika Anda bekerja penuh di usaha ini&comma; beri diri Anda upah bulanan di biaya tetap&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Cara Menentukan Harga Jual Produk dengan Markup<&sol;h2>&NewLine;<p>Setelah biaya total ketemu&comma; tentukan keuntungan yang Anda inginkan&period; Cara paling umum adalah markup&comma; yaitu kenaikan harga di atas biaya&period; Jurnal&period;id menyebut markup sebagai strategi penetapan harga produk&period; Rumusnya pun sederhana&colon; harga jual final &equals; biaya beli produk &plus; markup &lpar;<a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;jurnal&period;id&sol;id&sol;blog&sol;rumus-contoh-markup&sol;" rel&equals;"noopener">Jurnal<&sol;a>&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika markup dinyatakan dalam persen&comma; hitungannya menjadi seperti ini&colon;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Harga jual &equals; biaya per unit &plus; &lpar;biaya per unit × persentase markup&rpar;&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Contoh&colon; biaya Rp37&period;000 dengan markup 40&percnt; menghasilkan Rp37&period;000 × 1&comma;4 &equals; Rp51&period;800&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Cara menentukan harga jual produk lewat markup mudah dipraktikkan&comma; tetapi tidak ada persentase yang cocok untuk semua usaha&period; Angka yang masuk akal bergantung pada jenis produk&comma; tingkat persaingan&comma; dan biaya lain di luar hitungan&period; Jadi mulailah dari target laba yang Anda butuhkan&comma; lalu uji apakah pasar mau membayarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Bedakan Markup dan Margin agar Laba Tidak Meleset<&sol;h2>&NewLine;<p>Markup dan margin sering tertukar&comma; padahal pembaginya berbeda&period; Menurut Majoo&comma; keduanya sama-sama menghitung selisih harga jual dan harga modal&period; Namun margin membagi selisih itu dengan harga jual&comma; sedangkan markup membaginya dengan harga modal &lpar;<a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;majoo&period;id&sol;solusi&sol;detail&sol;margin-dan-markup-apa-bedanya-ini-cara-menghitungnya-dalam-bisnis" rel&equals;"noopener">Majoo<&sol;a>&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Markup &equals; &lpar;harga jual &&num;8211&semi; harga modal&rpar; ÷ harga modal × 100&percnt;&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Margin &equals; &lpar;harga jual &&num;8211&semi; harga modal&rpar; ÷ harga jual × 100&percnt;&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Sebagai gambaran&comma; barang bermodal Rp100&period;000 yang Anda jual Rp150&period;000 punya markup 50&percnt; dan margin sekitar 33&comma;3&percnt;&period; Jadi markup 50&percnt; tidak sama dengan margin 50&percnt;&period; Bila Anda ingin margin 30&percnt;&comma; jangan menambahkan 30&percnt; ke biaya&period; Sebaliknya&comma; pakai rumus ini&colon; harga jual &equals; biaya per unit ÷ &lpar;1 &&num;8211&semi; margin yang diinginkan&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perbedaan ini terasa saat ada potongan berbasis harga jual&comma; seperti fee marketplace atau diskon&period; Karena potongan itu mengambil persen dari harga jual&comma; margin lebih mudah untuk memeriksa laba bersih&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Contoh Cara Menentukan Harga Jual Produk &lpar;Ilustrasi&rpar;<&sol;h2>&NewLine;<p><strong>Catatan&colon; seluruh angka di bagian ini adalah contoh hipotetis&comma; bukan data nyata&period;<&sol;strong> Kedua contoh memakai produk yang sama agar perbedaannya mudah terlihat&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Contoh 1&colon; Produk Buatan Sendiri&comma; Jual Langsung<&sol;h3>&NewLine;<p>Bayangkan Anda membuat tas kain dan memproduksi sekitar 100 buah per bulan&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Bahan Rp18&period;000&comma; upah borongan Rp7&period;000&comma; kemasan Rp2&period;000&period; Biaya variabel per unit &equals; Rp27&period;000&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Sewa Rp600&period;000&comma; listrik Rp150&period;000&comma; upah pemilik Rp250&period;000&period; Biaya tetap &equals; Rp1&period;000&period;000 per bulan&comma; atau Rp10&period;000 per unit dari 100 unit&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Biaya total per unit &equals; Rp27&period;000 &plus; Rp10&period;000 &equals; Rp37&period;000&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Dengan markup 40&percnt;&comma; harga jualnya Rp51&period;800&period; Namun margin dari harga itu hanya 28&comma;6&percnt; &lpar;Rp14&period;800 ÷ Rp51&period;800&rpar;&period; Jika Anda menargetkan margin 30&percnt;&comma; harga jual &equals; Rp37&period;000 ÷ 0&comma;7 &equals; sekitar Rp52&period;857&period; Lalu bulatkan menjadi Rp52&period;900&comma; yang menghasilkan margin 30&comma;06&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada harga Rp52&period;900&comma; setiap tas menyumbang Rp25&period;900 untuk menutup biaya tetap &lpar;Rp52&period;900 &&num;8211&semi; Rp27&period;000&rpar;&period; Maka titik impas tercapai pada sekitar 39 tas per bulan &lpar;Rp1&period;000&period;000 ÷ Rp25&period;900 &equals; 38&comma;6&rpar;&period; Di bawah angka itu&comma; usaha rugi&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Contoh 2&colon; Produk yang Sama di Marketplace<&sol;h3>&NewLine;<p>Sekarang bayangkan tas yang sama Anda jual di marketplace&period; Tarif fee dan promo di sini juga hipotetis&comma; jadi cek sendiri tarif di platform Anda&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Biaya total Rp37&period;000 ditambah kemasan pengiriman Rp1&period;500&period; Total biaya &equals; Rp38&period;500&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Anggap total potongan platform dan promo 10&percnt; dari harga jual&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Target laba bersih 20&percnt; dari harga jual&period; Pembeli membayar ongkir&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Karena potongan dan laba sama-sama berbasis harga jual&comma; jumlahnya 30&percnt; dari harga&period; Sisa 70&percnt; harus menutup biaya&period; Jadi harga jual &equals; Rp38&period;500 ÷ 0&comma;7 &equals; Rp55&period;000&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Buktikan hasilnya&colon; potongan Rp5&period;500 dan laba Rp11&period;000&period; Lalu Rp38&period;500 &plus; Rp5&period;500 &plus; Rp11&period;000 hasilnya tepat Rp55&period;000&period; Bandingkan dengan harga contoh pertama &lpar;Rp52&period;900&rpar;&period; Di sana potongan 10&percnt; menjadi Rp5&period;290&comma; sehingga laba tinggal Rp9&period;110&comma; atau 17&comma;2&percnt; dari harga jual&period; Itulah alasan harga marketplace sering perlu berbeda dari harga toko sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<table>&NewLine;<thead>&NewLine;<tr>&NewLine;<th>Komponen &lpar;ilustrasi&rpar;<&sol;th>&NewLine;<th>Contoh 1&colon; Jual langsung<&sol;th>&NewLine;<th>Contoh 2&colon; Marketplace<&sol;th>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;thead>&NewLine;<tbody>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Biaya variabel per unit<&sol;td>&NewLine;<td>Rp27&period;000<&sol;td>&NewLine;<td>Rp27&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Biaya tetap per unit &lpar;100 unit&rpar;<&sol;td>&NewLine;<td>Rp10&period;000<&sol;td>&NewLine;<td>Rp10&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Kemasan pengiriman tambahan<&sol;td>&NewLine;<td>&&num;8211&semi;<&sol;td>&NewLine;<td>Rp1&period;500<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Total biaya per unit<&sol;td>&NewLine;<td>Rp37&period;000<&sol;td>&NewLine;<td>Rp38&period;500<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Potongan platform dan promo<&sol;td>&NewLine;<td>&&num;8211&semi;<&sol;td>&NewLine;<td>10&percnt; dari harga<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Target<&sol;td>&NewLine;<td>Margin 30&percnt;<&sol;td>&NewLine;<td>Laba bersih 20&percnt;<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<tr>&NewLine;<td>Harga jual &lpar;setelah pembulatan&rpar;<&sol;td>&NewLine;<td>Rp52&period;900<&sol;td>&NewLine;<td>Rp55&period;000<&sol;td>&NewLine;<&sol;tr>&NewLine;<&sol;tbody>&NewLine;<&sol;table>&NewLine;<h2>Cek Harga Pesaing dengan Kepala Dingin<&sol;h2>&NewLine;<p>Setelah punya harga hitungan&comma; bandingkan dengan pesaing&period; Catat beberapa penjual untuk produk yang setara dalam kualitas&comma; ukuran&comma; dan layanan&period; Lalu lihat posisi harga Anda&colon; lebih murah&comma; setara&comma; atau lebih mahal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Harga pesaing berfungsi sebagai pembanding&comma; bukan patokan&period; Jika harga Anda lebih tinggi&comma; pastikan alasannya jelas&period; Misalnya bahan lebih baik&comma; ada garansi&comma; atau pengiriman lebih cepat&period; Jika harga pesaing di bawah biaya per unit Anda&comma; jangan ikut turun&period; Sebaliknya&comma; tinjau ulang biaya atau pilih segmen pembeli yang berbeda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk gambaran lebih luas&comma; baca juga panduan kami tentang <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;strategi-harga-produk-dan-jasa-agar-cepat-laku-dan-tetap-untung&sol;">strategi harga produk dan jasa agar cepat laku dan tetap untung<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Pakai Harga Psikologis Setelah Hitungan Selesai<&sol;h2>&NewLine;<p>Harga psikologis adalah langkah terakhir dalam cara menentukan harga jual produk&period; Ia mengatur tampilan angka&comma; bukan dasar perhitungan&period; Salah satu bentuknya adalah <em>charm pricing<&sol;em>&period; Menurut Mojok&comma; digit paling kiri sangat memengaruhi kesan harga&period; Contohnya&comma; kemeja Rp100&period;000 bisa terasa lebih murah bila tampil sebagai Rp99&period;000 &lpar;<a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;mojok&period;co&sol;terminal&sol;cara-agar-dagangan-laris-gunakan-strategi-psikologis-ini&sol;" rel&equals;"noopener">Mojok<&sol;a>&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gunakan teknik ini dengan satu aturan&colon; jangan membulatkan ke bawah sampai laba hilang&period; Misalnya hasil hitungan Anda Rp52&period;857&period; Pembulatan ke Rp52&period;900 aman&period; Sebaliknya&comma; Rp49&period;900 menurunkan margin dari sekitar 30&percnt; menjadi sekitar 25&comma;9&percnt;&period; Jadi selalu hitung ulang margin setelah membulatkan&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Uji dan Evaluasi Harga Secara Berkala<&sol;h2>&NewLine;<p>Cara menentukan harga jual produk tidak berhenti di hitungan&period; Harga pertama hanyalah hipotesis&comma; dan pasar yang menjawabnya&period; Jalankan harga itu selama beberapa minggu&comma; lalu catat jumlah penjualan&comma; margin sebenarnya&comma; dan keluhan pembeli&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li>Jika penjualan lancar dan tak ada keluhan soal harga&comma; pertimbangkan menaikkan harga sedikit&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Jika banyak calon pembeli bertanya tetapi batal beli&comma; cek apakah nilai produk sudah jelas di foto dan deskripsi&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Jika biaya bahan atau ongkos naik&comma; hitung ulang biaya per unit&period; Jangan menunggu laba habis dulu&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<p>Untuk usaha jasa&comma; prinsipnya mirip&period; Panduan harga internal tim kami memakai satu aturan negosiasi&colon; kurangi cakupan&comma; jangan turunkan nilai&period; Artinya&comma; saat klien minta harga lebih murah&comma; kurangi lingkup pekerjaan&comma; bukan tarifnya&period; Untuk merinci cakupan itu&comma; baca <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;cara-menulis-penawaran-jasa&sol;">cara menulis penawaran jasa<&sol;a>&period; Lalu&comma; untuk menjawab pembeli yang menawar&comma; baca <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;bisnis&sol;marketing&sol;cara-menangani-keberatan-harga&sol;">cara menangani keberatan harga<&sol;a>&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ingat juga pajak bila usaha Anda sudah berjalan formal&period; Menurut Direktorat Jenderal Pajak&comma; tarif PPh final UMKM tetap 0&comma;5&percnt; dari peredaran bruto &lpar;omzet&rpar;&period; Selain itu&comma; wajib pajak orang pribadi yang memakai skema itu bebas PPh atas omzet sampai Rp500 juta setahun &lpar;<a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;pajak&period;go&period;id&sol;id&sol;artikel&sol;omzet-rp500-juta-pertama-pajak-yang-tidak-dipungut" rel&equals;"noopener">DJP<&sol;a>&rpar;&period; Cek kondisi Anda sendiri&comma; lalu masukkan pajak ke hitungan bila berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;<h2>Kesalahan Umum dalam Cara Menentukan Harga Jual Produk<&sol;h2>&NewLine;<p>Berikut kesalahan yang paling sering membuat penjual rugi tanpa sadar&period;<&sol;p>&NewLine;<ul>&NewLine;<li><strong>Lupa biaya tak terlihat&period;<&sol;strong> Kemasan&comma; plastik&comma; lakban&comma; fee marketplace&comma; biaya iklan&comma; dan ongkir yang Anda tanggung semuanya mengurangi laba&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Tidak menghargai waktu sendiri&period;<&sol;strong> Jika upah Anda nol&comma; harga tampak untung padahal Anda bekerja gratis&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Mengikuti harga pesaing tanpa menghitung&period;<&sol;strong> Pesaing mungkin punya biaya lebih rendah&comma; volume lebih besar&comma; atau memang sedang membakar modal&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Menukar markup dengan margin&period;<&sol;strong> Akibatnya laba nyata lebih kecil dari target&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Mengabaikan biaya tetap&period;<&sol;strong> Harga hanya menutup bahan&comma; lalu sewa dan listrik terambil dari modal&period;<&sol;li>&NewLine;<li><strong>Tidak pernah memperbarui harga&period;<&sol;strong> Biaya naik&comma; tetapi harga jual tetap sama selama bertahun-tahun&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;<h2>Pertanyaan yang Sering Muncul<&sol;h2>&NewLine;<h3>Berapa persen keuntungan yang ideal&quest;<&sol;h3>&NewLine;<p>Tidak ada angka tunggal&period; Persentase yang tepat bergantung pada biaya&comma; jenis produk&comma; dan persaingan&period; Jadi hitung dulu laba minimal untuk menutup biaya tetap dan upah Anda&comma; lalu uji di pasar&period;<&sol;p>&NewLine;<h3>Apakah fee marketplace perlu masuk ke harga jual&quest;<&sol;h3>&NewLine;<p>Ya&period; Fee&comma; biaya promo&comma; dan kemasan tambahan adalah biaya nyata&period; Jika tidak Anda masukkan&comma; laba yang Anda terima lebih kecil dari target&period; Contoh kedua di atas menunjukkan caranya&period;&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;<h3>Apakah boleh menjual lebih murah dari pesaing&quest;<&sol;h3>&NewLine;<p>Boleh&comma; asal harga itu tetap menutup semua biaya dan memberi laba&period; Jika tidak&comma; Anda hanya menukar penjualan dengan kerugian&period; Karena itu&comma; bersainglah lewat nilai tambah&comma; bukan lewat potongan harga&period;&NewLine;

Spread the love
Exit mobile version