Site iconSite icon Dunia Cerdas

Food Craving atau Lapar Beneran? Jangan Sampai Batal

Food Craving atau Lapar Beneran? Jangan Sampai BatalFood Craving atau Lapar Beneran? Jangan Sampai Batal

&NewLine;<p>Menjelang waktu berbuka puasa&comma; banyak orang merasakan keinginan kuat untuk makan makanan tertentu&period; Mulai dari gorengan&comma; minuman manis&comma; hingga makanan berat yang sebelumnya bahkan tidak terpikirkan saat sahur&period; Kondisi ini sering disebut sebagai <em>food craving<&sol;em>&period; Namun&comma; apakah itu benar-benar tanda tubuh membutuhkan energi&comma; atau hanya sekadar dorongan emosional&quest;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;98 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Saat berpuasa&comma; penting untuk memahami perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional&period; Tanpa disadari&comma; banyak orang mengira dirinya lapar secara biologis&comma; padahal yang dirasakan sebenarnya adalah respons psikologis terhadap situasi tertentu seperti stres&comma; bosan&comma; atau paparan visual makanan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Apa Itu Lapar Fisik&quest;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;02&sol;Apa-Itu-Lapar-Fisik&period;png"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;02&sol;Apa-Itu-Lapar-Fisik-1024x576&period;png" alt&equals;"Apa Itu Lapar Fisik&quest;" class&equals;"wp-image-9301" &sol;><&sol;a><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Lapar fisik adalah kondisi ketika tubuh benar-benar membutuhkan asupan energi untuk menjalankan fungsi metabolisme&period; Selama berpuasa&comma; tubuh mengalami penurunan kadar glukosa darah yang kemudian memicu pelepasan hormon Ghrelin dari lambung&period; Hormon ini berfungsi memberi sinyal ke otak bahwa tubuh membutuhkan makanan&period; Lapar fisik memiliki beberapa ciri utama&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Muncul secara bertahap<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Disertai rasa lemas atau perut berbunyi<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Bisa ditunda untuk sementara waktu<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Tidak terpaku pada jenis makanan tertentu<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Akan hilang setelah makan dalam porsi wajar<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Saat lapar fisik terjadi&comma; tubuh sebenarnya siap menerima berbagai jenis makanan sebagai sumber energi&comma; bukan hanya makanan tertentu seperti makanan manis atau berminyak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Apa Itu Lapar Emosional&quest;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;02&sol;Apa-Itu-Lapar-Emosional&period;png"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;02&sol;Apa-Itu-Lapar-Emosional-1024x576&period;png" alt&equals;"Apa Itu Lapar Emosional&quest;" class&equals;"wp-image-9302" &sol;><&sol;a><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Berbeda dengan lapar fisik&comma; lapar emosional muncul sebagai respons terhadap kondisi psikologis&comma; bukan kebutuhan biologis&period; Selama puasa&comma; perubahan rutinitas harian&comma; tekanan pekerjaan&comma; atau rasa jenuh dapat memicu food craving sebagai bentuk pelarian atau kenyamanan&period; Lapar emosional cenderung&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Muncul secara tiba-tiba<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Mengarah pada makanan spesifik<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Sulit dikontrol<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Tetap muncul meski perut terasa penuh<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Sering diikuti rasa bersalah setelah makan<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula saat lapar emosional berkaitan dengan sistem reward di otak yang melibatkan neurotransmitter <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;id&period;wikipedia&period;org&sol;wiki&sol;Dopamin">Dopamine<&sol;a>&period; Konsumsi makanan manis dapat meningkatkan pelepasan dopamin yang menimbulkan perasaan senang sementara&comma; meskipun tubuh sebenarnya tidak membutuhkan tambahan energi&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;98 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Mengapa Lapar Emosional Sering Terjadi Saat Puasa&quest;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus&comma; tetapi juga mengubah ritme biologis serta pola aktivitas harian&period; Kondisi ini membuat tubuh dan pikiran lebih sensitif terhadap stres ringan maupun rangsangan visual&comma; seperti melihat konten makanan di media sosial menjelang berbuka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Selain itu&comma; kelelahan akibat aktivitas seharian tanpa asupan energi juga dapat memengaruhi fungsi Hypothalamus&comma; bagian otak yang berperan dalam mengatur rasa lapar dan kenyang&period; Ketika otak menerima sinyal stres atau kelelahan&comma; keinginan untuk makan bisa muncul meskipun kebutuhan energi belum mendesak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Cara Membedakan Lapar Fisik dan Lapar Emosional Saat Puasa<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Agar tidak salah mengartikan sinyal tubuh&comma; berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>1&period; Perhatikan Waktu Munculnya Rasa Lapar<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Jika rasa lapar muncul secara perlahan setelah beberapa jam sejak sahur&comma; kemungkinan besar itu adalah lapar fisik&period; Sebaliknya&comma; jika keinginan makan muncul tiba-tiba setelah melihat iklan makanan atau konten kuliner&comma; bisa jadi itu lapar emosional&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>2&period; Identifikasi Jenis Makanan yang Diinginkan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Lapar fisik membuat tubuh menerima hampir semua jenis makanan&period; Namun&comma; lapar emosional biasanya mengarah pada makanan tertentu seperti es teh manis&comma; gorengan&comma; atau makanan cepat saji&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>3&period; Uji dengan Minum Air<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tubuh sering kali salah mengartikan dehidrasi sebagai rasa lapar&period; Jika setelah minum air keinginan makan berkurang&comma; kemungkinan besar itu bukan lapar fisik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>4&period; Tunda Selama 10-15 Menit<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Lapar emosional cenderung mereda jika dialihkan dengan aktivitas lain seperti berjalan santai atau melakukan pekerjaan ringan&period; Lapar fisik justru akan tetap terasa bahkan setelah ditunda&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>5&period; Evaluasi Kondisi Emosional<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tanyakan pada diri sendiri apakah keinginan makan muncul karena stres&comma; bosan&comma; atau kelelahan&period; Kesadaran terhadap kondisi emosional dapat membantu mencegah makan berlebihan saat berbuka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Dampak Jika Lapar Emosional Selalu Dituruti<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menuruti lapar emosional secara terus-menerus saat berbuka dapat menyebabkan konsumsi makanan berlebihan&comma; terutama makanan tinggi gula dan lemak&period; Hal ini berpotensi membebani kerja Lambung yang telah kosong selama berjam-jam&comma; serta memicu lonjakan gula darah secara drastis&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dalam jangka panjang&comma; kebiasaan ini dapat mengganggu pola makan sehat selama bulan puasa dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Kesimpulan<&sol;strong>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;98 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Membedakan antara lapar fisik dan food craving merupakan langkah penting untuk menjaga pola makan tetap seimbang selama puasa&period; Dengan memahami sinyal tubuh secara lebih baik&comma; Anda dapat menghindari makan berlebihan saat berbuka dan tetap mendapatkan manfaat kesehatan dari ibadah puasa secara optimal&period;&NewLine;

Spread the love
Exit mobile version