<p>Pernahkah Anda mengalami momen ketika masuk ke sebuah ruangan dengan tujuan tertentu, namun tiba-tiba lupa apa yang ingin dilakukan? Fenomena ini sangat umum dan dialami oleh hampir semua orang. Dalam dunia psikologi dan neurosains, kondisi tersebut dikenal sebagai Doorway Effect.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad3" id="quads-ad3" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p>Doorway Effect merujuk pada kecenderungan otak manusia untuk melupakan tujuan awal saat berpindah dari satu ruang ke ruang lain. Meskipun terdengar sepele, fenomena ini memberikan gambaran menarik tentang cara kerja memori dan perhatian manusia.</p>



<p><strong>Apa Itu Doorway Effect?</strong></p>



<p>Kondisi ini ketika seseorang lupa tujuan awal setelah melewati pintu atau berpindah ruang. Misalnya, seseorang masuk ke dapur untuk mengambil air minum, tetapi sesampainya di sana justru lupa apa yang hendak dilakukan. Fenomena ini pertama kali diteliti secara ilmiah oleh para <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Psikolog">psikolog</a> yang menemukan bahwa perubahan lingkungan fisik memengaruhi cara otak menyimpan dan mengambil informasi. Pintu atau batas ruangan bertindak sebagai pemicu otak untuk “menutup” konteks lama dan memulai konteks baru.</p>



<p><strong>Bagaimana Otak Bekerja dalam Doorway Effect?</strong></p>



<p>Otak manusia menyimpan ingatan berdasarkan konteks. Saat kita berpindah ruangan, terjadi perubahan visual, pencahayaan, suara, dan suasana. Perubahan ini membuat otak:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Menganggap situasi baru sebagai konteks berbeda</li>



<li>Mengarsipkan informasi dari ruang sebelumnya</li>



<li>Memprioritaskan rangsangan baru</li>
</ol>



<p>Akibatnya, tujuan awal yang terbentuk di ruangan sebelumnya menjadi kurang mudah diakses, sehingga kita lupa apa yang hendak dilakukan.</p>



<p><strong>Faktor yang Memperparah Doorway Effect</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2026/01/Faktor-yang-Memperparah-Doorway-Effect.png"><img src="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2026/01/Faktor-yang-Memperparah-Doorway-Effect-1024x576.png" alt="Faktor yang Memperparah Doorway Effect" class="wp-image-8777" /></a></figure>



<p>Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami Doorway Effect:</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p><strong>1. Multitasking</strong></p>



<p>Ketika pikiran terbagi antara beberapa hal, fokus menjadi lemah sehingga memori jangka pendek mudah terganggu.</p>



<p><strong>2. Stres dan kelelahan</strong></p>



<p>Kondisi mental yang tidak stabil memengaruhi daya ingat dan konsentrasi.</p>



<p><strong>3. Kurang tidur</strong></p>



<p>Tidur yang tidak cukup menurunkan kemampuan otak dalam memproses dan menyimpan informasi.</p>



<p><strong>4. Usia</strong></p>



<p>Seiring bertambahnya usia, kemampuan memori jangka pendek dapat menurun.</p>



<p><strong>Apakah Doorway Effect Berbahaya?</strong></p>



<p>Hal ini bukanlah gangguan medis dan tergolong normal. Fenomena ini tidak menandakan penurunan fungsi otak secara serius, kecuali terjadi secara ekstrem dan disertai gejala lain seperti kebingungan parah atau gangguan orientasi. Dalam sebagian besar kasus, lupa sesaat ini hanyalah respons alami otak terhadap perubahan lingkungan.</p>



<p><strong>Cara Mengurangi Doorway Effect</strong></p>



<p>Meski wajar, ada beberapa cara untuk meminimalkan kejadian ini:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Ulangi tujuan dalam pikiran sebelum berpindah ruangan</li>



<li>Hindari multitasking berlebihan</li>



<li>Fokus pada satu aktivitas dalam satu waktu</li>



<li>Istirahat yang cukup</li>



<li>Catat hal penting jika sering lupa</li>
</ol>



<p>Kebiasaan ini membantu otak mempertahankan konteks informasi lebih lama.</p>



<p><strong>Kesimpulan</strong></p>



<p>Fenomena psikologis yang menjelaskan mengapa kita sering lupa tujuan saat memasuki ruangan baru. Hal ini terjadi karena otak memproses perubahan lingkungan sebagai konteks baru, sehingga informasi sebelumnya tersimpan sementara. Fenomena ini normal dan tidak berbahaya. Dengan meningkatkan fokus dan menjaga kondisi mental, kita dapat mengurangi frekuensi terjadinya doorway effect dalam kehidupan sehari-hari.
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad2" id="quads-ad2" style="float:none;margin:0px;">

</div>
</p>



<p>BACA JUGA ARTIKEL: 

Doorway Effect: Mengapa Kita Sering Lupa Saat Masuk ke Ruangan?

