
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah lama dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan secara alami. Keberadaan TOGA di lingkungan rumah tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan ringan pada anak-anak. Namun demikian, pemilihan jenis tanaman dan cara penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tetap aman dan sesuai dengan kondisi anak. Artikel ini membahas beberapa tanaman obat keluarga yang relatif aman untuk anak-anak, beserta manfaat dan cara pemanfaatannya secara sederhana.
Pentingnya Kehati-hatian dalam Penggunaan TOGA pada Anak
Tubuh anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan sehingga lebih sensitif terhadap zat aktif tertentu. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat untuk anak sebaiknya ditujukan hanya untuk keluhan ringan, seperti batuk, pilek, perut kembung, atau kurang nafsu makan. Selain itu, dosis, cara pengolahan, dan frekuensi pemberian harus disesuaikan dengan usia anak. Apabila keluhan tidak membaik, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan.
Jenis Tanaman Obat Keluarga yang Cocok untuk Anak-Anak

1. Jahe
Jahe dikenal memiliki sifat menghangatkan tubuh dan membantu meredakan masuk angin, batuk ringan, serta mual. Untuk anak-anak, jahe dapat diberikan dalam bentuk air rebusan dengan konsentrasi ringan. Penggunaan jahe sebaiknya tidak berlebihan karena rasa pedasnya dapat menyebabkan iritasi bila dikonsumsi terlalu banyak.
2. Kunyit
Kunyit memiliki kandungan kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan membantu menjaga kesehatan pencernaan. Pada anak-anak, kunyit dapat digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan ringan atau meningkatkan nafsu makan. Pengolahan kunyit sebaiknya melalui perebusan dan disaring sebelum dikonsumsi.
3. Daun Sirih
Daun sirih memiliki sifat antiseptik alami. Untuk anak-anak, daun sirih umumnya digunakan secara luar, misalnya sebagai air rebusan untuk membersihkan area kulit ringan atau membantu mengurangi bau badan. Penggunaan secara oral pada anak perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan sebaiknya atas saran tenaga kesehatan.
4. Temulawak
Temulawak sering digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan menjaga fungsi pencernaan. Tanaman ini relatif aman bagi anak jika diolah dengan benar dan diberikan dalam jumlah kecil. Temulawak juga sering digunakan sebagai bahan jamu tradisional khusus anak.
5. Daun Mint
Daun mint memiliki aroma segar dan dapat membantu meredakan perut kembung serta mual ringan. Untuk anak-anak, daun mint dapat diseduh sebagai teh herbal ringan atau dicampurkan dalam air hangat. Rasa dan aromanya yang lembut umumnya lebih mudah diterima oleh anak.
6. Lidah Buaya
Lidah buaya bermanfaat untuk kesehatan kulit dan sering digunakan untuk mengatasi iritasi ringan atau luka kecil. Pada anak-anak, lidah buaya lebih aman digunakan secara luar. Penggunaan secara oral harus dilakukan dengan pengolahan yang tepat karena getahnya dapat menyebabkan iritasi pencernaan.
Cara Aman Mengolah dan Memberikan TOGA untuk Anak
Beberapa prinsip penting dalam pemanfaatan TOGA untuk anak-anak antara lain:
- Gunakan bahan segar dan bersih
- Olah dengan cara direbus atau diseduh, hindari penggunaan bahan tambahan berlebihan
- Berikan dalam jumlah kecil dan tidak terlalu sering
- Hindari pencampuran banyak jenis tanaman sekaligus
- Perhatikan reaksi tubuh anak setelah konsumsi
Jika muncul reaksi alergi atau keluhan bertambah berat, penggunaan harus segera dihentikan.
Kesimpulan
Tanaman obat keluarga dapat menjadi alternatif pendukung untuk menjaga kesehatan anak-anak, terutama dalam mengatasi keluhan ringan sehari-hari. Beberapa tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, daun mint, dan lidah buaya relatif aman digunakan jika diolah dan diberikan dengan tepat. Meski demikian, TOGA tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis. Orang tua tetap perlu bersikap bijak, memperhatikan dosis, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
BACA JUGA ARTIKEL: Tanaman Di Rumah, Nomor 3 Favorit Ibu-Ibu
