<p>Pernahkah Anda merasa lega setelah gigi di tambal, namun beberapa jam atau hari kemudian justru muncul nyeri yang mengganggu? Rasa ngilu saat minum dingin, nyeri ketika menggigit, bahkan sakit berdenyut tanpa sebab jelas bisa membuat siapa pun bertanya-tanya. Bukankah seharusnya tambalan gigi menghilangkan rasa sakit? Kenyataannya, sakit gigi setelah ditambal merupakan keluhan yang cukup sering terjadi dan tidak selalu berarti ada kesalahan besar.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad3" id="quads-ad3" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p>Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan kondisi ini muncul kembali setelah perawatan di lakukan?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Sakit Gigi Setelah Ditambal Bisa Terjadi?</h2>



<p>Setelah proses penambalan, gigi sebenarnya sedang berada dalam masa penyesuaian. Jaringan di dalam gigi, terutama saraf, bisa menjadi lebih sensitif karena sebelumnya mengalami kerusakan atau peradangan. Akibatnya, rasa nyeri ringan hingga sedang dapat muncul sebagai reaksi alami tubuh.</p>



<p>Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain yang sering tidak di sadari.</p>



<p><strong>1. Saraf Gigi Masih Sensitif</strong></p>



<p>Saat gigi berlubang di tambal, dokter gigi harus membersihkan area yang rusak terlebih dahulu. Proses ini dapat membuat saraf mengalami iritasi sementara. Oleh karena itu, rasa ngilu terhadap panas, dingin, atau manis masih mungkin di rasakan selama beberapa hari.</p>



<p><strong>2. Tambalan Terlalu Tinggi</strong></p>



<p>Salah satu penyebab paling umum sakit gigi setelah ditambal adalah posisi tambalan yang sedikit lebih tinggi dari permukaan gigi lainnya. Ketika menggigit, tekanan berlebih akan langsung mengenai gigi tersebut, sehingga menimbulkan nyeri saat mengunyah.</p>



<p><strong>3. Lubang Gigi Terlalu Dalam</strong></p>



<p>Jika lubang gigi sudah mendekati saraf, penambalan bisa memicu peradangan pulpa. Kondisi ini menyebabkan nyeri berdenyut yang terkadang muncul tanpa rangsangan apa pun, terutama saat malam hari.</p>



<p><strong>4. Retakan Halus pada Gigi</strong></p>



<p>Dalam beberapa kasus, gigi yang sebelumnya rapuh dapat mengalami retakan kecil setelah di tambal. Retakan ini sulit terlihat secara kasat mata, tetapi bisa menimbulkan rasa sakit saat di gunakan untuk menggigit makanan keras.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Kondisi Ini Normal?</h2>



<p>Pada umumnya, sakit gigi setelah di tambal masih tergolong normal jika hanya berlangsung 2–7 hari dan intensitasnya ringan. Namun, bila nyeri semakin parah, tidak berkurang, atau di sertai pembengkakan, kondisi tersebut tidak boleh di abaikan.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p>Nyeri berkepanjangan bisa menjadi tanda bahwa saraf gigi mengalami <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi">infeksi </a>lanjutan dan membutuhkan perawatan tambahan, seperti perawatan saluran akar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengurangi Sakit Gigi Setelah Ditambal</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2026/01/Cara-Mengurangi-Sakit-Gigi-Setelah-Ditambal.png"><img src="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2026/01/Cara-Mengurangi-Sakit-Gigi-Setelah-Ditambal-1024x576.png" alt="Sakit Gigi Setelah Ditambal" class="wp-image-8964"/></a></figure>



<p>Untuk membantu meredakan rasa sakit, Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Hindari makanan terlalu panas, dingin, dan manis selama beberapa hari</li>



<li>Kunyah makanan di sisi gigi yang tidak di tambal</li>



<li>Gunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran</li>



<li>Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut</li>



<li>Hindari menggigit makanan keras seperti es batu atau permen keras</li>
</ul>



<p>Langkah-langkah ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan mengurangi rasa tidak nyaman.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kapan Harus Kembali ke Dokter Gigi?</h2>



<p>Segera periksakan diri ke dokter gigi jika:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Nyeri tidak kunjung hilang lebih dari satu minggu</li>



<li>Sakit terasa semakin tajam saat menggigit</li>



<li>Muncul pembengkakan pada gusi atau pipi</li>



<li>Gigi terasa berdenyut terus-menerus</li>
</ul>



<p>Penanganan lebih awal akan mencegah komplikasi yang lebih serius.</p>



<p><strong>Baca Juga : <a href="https://duniacerdas.com/kesehatan/sakit-gigi-berlubang-penyebab-dan-cara-mengatasinya/?irclickid=T-b28IXNYxycUYew-P2OC1t6UkpS8KyXf0O2ww0&;sharedid=&;irpid=5874877&;irgwc=1&;afsrc=1">Sakit Gigi Berlubang: Penyebab dan Cara Mengatasinya</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Munculnya sakit gigi setelah ditambal memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi tidak selalu berbahaya. Banyak kasus terjadi akibat proses adaptasi saraf atau tekanan saat menggigit. Meski begitu, rasa sakit yang tidak wajar tetap perlu di periksa agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad2" id="quads-ad2" style="float:none;margin:0px;">

</div>
</p>



<p>Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda dapat lebih tenang dan tahu kapan harus bertindak. Ingat, kesehatan gigi bukan hanya soal menghilangkan lubang, tetapi juga menjaga kenyamanan jangka panjang.

Sakit Gigi Setelah Ditambal? Ini Penyebab yang Sering Terjadi

