<p>Pernahkah Anda bercermin lalu merasa senyum terlihat kurang seimbang, tetapi tidak tahu apa penyebabnya? Atau mungkin Anda sering merasa rahang cepat lelah saat makan, meski tidak sedang mengunyah makanan keras. Banyak orang mengira kondisi tersebut hanyalah hal biasa. Padahal, bisa jadi itu merupakan tanda awal overbite, yaitu masalah susunan gigi yang sering tidak di sadari sejak lama.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad3" id="quads-ad3" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p>Menariknya, sebagian besar penderita baru mengetahui kondisinya setelah dewasa. Padahal, gangguan ini bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak dan berkembang perlahan seiring pertumbuhan rahang. Jika tidak di tangani dengan tepat, kondisi ini bukan hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga fungsi mulut secara keseluruhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Overbite?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2026/01/Apa-Itu-Overbite.png"><img src="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2026/01/Apa-Itu-Overbite-1024x576.png" alt="Overbite" class="wp-image-8979"/></a></figure>



<p>Overbite adalah kondisi ketika gigi depan atas menutupi gigi depan bawah secara berlebihan saat mulut tertutup. Dalam kondisi normal, gigi atas memang sedikit menutupi gigi bawah. Namun, jika jaraknya terlalu jauh, maka hal tersebut sudah tergolong tidak normal.</p>



<p>Pada kasus tertentu, kondisi ini membuat gigi atas tampak maju ke depan, sehingga senyum terlihat menonjol. Tak jarang pula bentuk wajah tampak berubah, terutama pada bagian dagu yang terlihat lebih masuk ke dalam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jenis-Jenis Overbite</h2>



<p>Secara umum, kondisi ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:</p>



<p><strong>Overbite dental</strong><br>Terjadi akibat posisi gigi yang tidak sejajar, meskipun struktur rahang masih tergolong normal.</p>



<p><strong>Overbite skeletal</strong><br>Di sebabkan oleh perbedaan struktur rahang atas dan bawah, biasanya berkaitan dengan faktor genetik.</p>



<p>Mengetahui jenis ini sangat penting karena akan menentukan metode perawatan yang paling sesuai.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyebab Overbite</h2>



<p>Ada berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya kondisi ini, di antaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Faktor keturunan, seperti bentuk rahang yang di wariskan dari orang tua</li>



<li>Kebiasaan mengisap jempol atau penggunaan dot terlalu lama pada anak</li>



<li>Kebiasaan mendorong lidah ke depan saat menelan</li>



<li>Pertumbuhan rahang yang tidak seimbang</li>



<li>Kehilangan gigi tanpa penggantian, yang menyebabkan pergeseran posisi gigi lain</li>
</ul>



<p>Tanpa disadari, kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi susunan gigi dalam jangka panjang.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<h2 class="wp-block-heading">Dampak bagi Kesehatan Mulut</h2>



<p>Masalah ini tidak hanya berpengaruh pada estetika. Jika di biarkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Gigi depan lebih cepat aus atau retak</li>



<li>Nyeri pada rahang dan otot wajah</li>



<li>Sakit kepala berulang</li>



<li>Gangguan saat berbicara</li>



<li>Kesulitan menggigit makanan tertentu</li>



<li>Risiko gangguan sendi rahang (TMJ)</li>
</ul>



<p>Dalam jangka panjang, tekanan yang tidak merata pada gigi dapat mempercepat kerusakan gigi dan gusi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dampak Psikologis yang Sering Terabaikan</h2>



<p>Selain masalah fisik, kondisi ini juga dapat memengaruhi psikologis. Banyak orang merasa tidak percaya diri saat tersenyum, berbicara di depan umum, atau berfoto. Beberapa bahkan cenderung menutup mulut saat tertawa karena merasa bentuk giginya kurang ideal.</p>



<p>Rasa tidak nyaman ini, jika berlangsung lama, dapat menurunkan kepercayaan diri dan memengaruhi interaksi sosial.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengatasi Overbite</h2>



<p>Penanganan tergantung pada usia dan tingkat keparahannya. Beberapa metode yang umum dilakukan meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Behel atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kawat_gigi">kawat gigi</a>, untuk mengatur ulang posisi gigi</li>



<li>Aligner transparan, pilihan yang lebih estetis bagi orang dewasa</li>



<li>Perawatan ortodonti dini pada anak, agar pertumbuhan rahang dapat di arahkan dengan baik</li>



<li>Tindakan lanjutan, pada kasus berat yang memerlukan penanganan khusus</li>
</ul>



<p>Semakin dini kondisi ini di tangani, semakin besar peluang mendapatkan hasil maksimal dengan waktu perawatan yang lebih singkat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pentingnya Pemeriksaan Sejak Dini</h2>



<p>Banyak orang menunda pemeriksaan gigi karena merasa tidak ada keluhan serius. Padahal, masalah susunan gigi sering berkembang tanpa rasa sakit di awal. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih kompleks.</p>



<p><strong>Baca Juga : <a href="https://duniacerdas.com/kesehatan/sakit-gigi-setelah-ditambal-ini-penyebab-yang-sering-terjadi/?irclickid=T-b28IXNYxycUYew-P2OC1t6UkpS-zWWf0O2ww0&;sharedid=&;irpid=5874877&;irgwc=1&;afsrc=1">Sakit Gigi Setelah Ditambal? Ini Penyebab yang Sering Terjadi</a></strong>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.98 -->
<div class="quads-location quads-ad2" id="quads-ad2" style="float:none;margin:0px;">

</div>
</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Overbite bukan sekadar masalah posisi gigi, melainkan kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan mulut, fungsi rahang, hingga kepercayaan diri. Dengan pemahaman yang tepat serta pemeriksaan rutin, kondisi ini dapat di tangani secara efektif dan aman. Jangan menunggu sampai muncul rasa nyeri atau gangguan serius—karena senyum sehat di mulai dari susunan gigi yang seimbang.

Overbite: Masalah Gigi yang Sering Diabaikan Banyak Orang

