<p>Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga berpenghasilan rendah. Program Minyak Kita awalnya diluncurkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan produk ini dengan harga terjangkau. Namun, kondisi saat ini banyak <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_masakan">Produk</a> ini yang beredar dengan ukuran dari 1 liter menjadi 750 ml, serta ketidaksesuaian standar BPOM menimbulkan masalah baru yang merugikan banyak pihak.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad3" id="quads-ad3" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p><strong>Kerugian bagi UMKM dan Pedagang Kecil</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2025/03/Kerugian-bagi-UMKM-dan-Pedagang-Kecil.png"><img src="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2025/03/Kerugian-bagi-UMKM-dan-Pedagang-Kecil-1024x576.png" alt="Kerugian bagi UMKM dan Pedagang Kecil" class="wp-image-5206" /></a></figure>



<p>UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner, sangat bergantung pada minyak goreng untuk operasional mereka.</p>



<p><strong>a. Kenaikan Biaya Produksi</strong></p>



<p>Dengan kelangkaan minyak goreng, pedagang kecil harus membeli minyakKita dengan harga lebih mahal atau mencari alternatif yang belum tentu berkualitas. Perubahan ukuran dari 1 liter ke 750 ml tanpa penyesuaian harga juga meningkatkan biaya produksi.</p>



<p><strong>b. Penurunan Laba dan Ancaman Penutupan Usaha</strong></p>



<p>Karena biaya produksi meningkat, pedagang gorengan, warung makan, dan usaha katering menghadapi pilihan sulit: menaikkan harga jual atau mengurangi porsi. Akibatnya, mereka kehilangan pelanggan dan bahkan ada yang terpaksa menutup usahanya.</p>



<p><strong>Beban bagi Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah</strong></p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2025/03/Beban-bagi-Rumah-Tangga-Berpenghasilan-Rendah.png"><img data-id="5207" src="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2025/03/Beban-bagi-Rumah-Tangga-Berpenghasilan-Rendah-1024x576.png" alt="Beban bagi Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah" class="wp-image-5207" /></a></figure>
</figure>



<p>Masyarakat kecil semakin terbebani karena harga minyak goreng yang tidak lagi sesuai dengan daya beli mereka.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>




<p><strong>a. Pengeluaran Rumah Tangga Meningkat</strong></p>



<p>Harga MinyakKita palsu yang tetap tinggi meskipun ukurannya diperkecil membuat masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk jumlah minyak yang sama.</p>



<p><strong>b. Minyak Kita Palsu yang Tidak Aman</strong></p>



<p>Karena ketidak pahaman rakyat mengenai MinyakKita asli dan palsu sehingga menggunakan produk palsu tersebut dapat membahayakan kesehatan.</p>



<p><strong>Kesenjangan Pasar</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2025/03/Kesenjangan-Pasar.png"><img src="https://duniacerdas.com/wp-content/uploads/2025/03/Kesenjangan-Pasar-1024x576.png" alt="Kesenjangan Pasar" class="wp-image-5208" /></a></figure>



<p>Ketidakseimbangan pasokan minyak goreng subsidi semakin diperburuk oleh spekulan yang mengambil keuntungan dari situasi ini.</p>



<p><strong>a. Minyak Kita yang Tidak Berstandar BPOM</strong></p>



<p>Produk palsu ini ditemukan tidak memiliki izin edar BPOM, yang berarti keamanan dan kualitasnya tidak terjamin. Masyarakat dirugikan karena tidak bisa memastikan apakah minyakkita tersebut aman dikonsumsi dalam jangka panjang.</p>



<p><strong>b. Penimbunan dan Permainan Harga</strong></p>



<p>Kelangkaan minyakkita subsidi dimanfaatkan spekulan untuk menjualnya dengan harga lebih tinggi, sementara di pasar modern atau e-commerce, produk ini dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).</p>



<p><strong>c. Distribusi Tidak Merata</strong></p>



<p>Banyak daerah mengalami kelangkaan minyak subsidi, sementara di beberapa tempat tertentu, minyak ini justru beredar dalam jumlah besar namun dengan harga tidak sesuai regulasi.</p>



<p><strong>Kesimpulan</strong></p>



<p>Masalah ini tidak hanya soal kelangkaan, tetapi juga menyangkut kualitas dan ketidaksesuaian ukuran dengan harga yang tetap tinggi. Hal ini merugikan UMKM, rumah tangga berpenghasilan rendah, dan menciptakan ketidakstabilan pasar. Pemerintah perlu memperbaiki distribusi, memastikan produk berstandar BPOM, serta menindak spekulan dan pelaku yang mengambil keuntungan dari situasi ini. Jika tidak segera diatasi, permasalahan ini bisa berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan nasional.
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad2" id="quads-ad2" style="float:none;margin:0px;">

</div>
</p>



<p>BACA JUGA ARTIKEL: <a href="https://duniacerdas.com/kesehatan/minyak-kelapa-bukan-hanya-untuk-memasak/">Minyak kelapa Untuk Rambut Banyak Manfaatnya</a>

Waspada Dengan Produk Minyak Kita Palsu!
