<p>Mencari contoh copywriting sering berakhir dengan tumpukan kalimat bagus yang sulit kamu tiru. Masalahnya, contoh tanpa rumus hanya menjadi hafalan. Artikel ini membalik urutannya. Kamu kenali dulu rumusnya, lalu lihat contoh yang memperlihatkan tiap langkahnya.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad3" id="quads-ad3" style="float:none;margin:0px;">

</div>

<p>Semua contoh di bawah adalah contoh buatan dengan produk fiktif. Tidak ada testimoni dan tidak ada klaim hasil. Kalau kamu mencari contoh soft selling per format, buka <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/digital-marketing/contoh-copywriting-soft-selling/">Contoh Copywriting Soft Selling: Caption, WA, dan Email</a>. Artikel ini fokus pada rumusnya.</p>
<h2>Apa itu rumus dalam contoh copywriting?</h2>
<p>Rumus copywriting adalah kerangka urutan pesan. Kerangka ini menjawab satu pertanyaan sederhana: apa yang pembaca perlu tahu lebih dulu, dan apa berikutnya? <a href="https://mailchimp.com/resources/copwriting-formulas/" target="_blank" rel="noopener">Halaman rumus copywriting dari Mailchimp</a> membahas lima rumus populer: AIDA, PAS, FAB, BAB, dan PPPP. Di sini kita bahas empat di antaranya secara mendalam, lalu PPPP secara singkat.</p>
<p>Satu catatan penting. Halaman Mailchimp itu tidak menyebut siapa pembuat rumus-rumusnya dan tidak menampilkan data uji. Karena itu, anggap rumus sebagai alat bantu berpikir. Rumus tidak menjamin penjualan. Kamu tetap perlu menguji teksmu sendiri.</p>
<h2>Rumus AIDA: dari perhatian sampai aksi</h2>
<p>AIDA singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Menurut Mailchimp, urutannya begini. Pertama, tarik perhatian lewat headline atau gambar. Kedua, pertahankan minat dengan fakta atau cerita yang menarik. Ketiga, tunjukkan manfaat supaya muncul keinginan. Terakhir, tutup dengan ajakan bertindak.</p>
<p>Soal asal-usulnya, <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/AIDA_(marketing)" target="_blank" rel="noopener">entri Wikipedia tentang AIDA</a> menyebut gagasan ini biasa dikaitkan dengan E. St. Elmo Lewis. Akronim AIDA sendiri pertama kali muncul dalam artikel C. P. Russell di majalah Printers&#8217; Ink pada 1921. Entri yang sama juga mengingatkan bahwa model ini linear dan dukungan risetnya lemah. Jadi, pakai AIDA untuk menyusun teks, bukan untuk meramal perilaku pembeli.</p>
<h3>Contoh AIDA untuk iklan singkat</h3>
<p><strong>Contoh buatan</strong> untuk produk fiktif, lampu meja belajar &ldquo;Lampu Teduh&rdquo;:</p>
<blockquote>
<p><strong>Headline:</strong> Lampu belajar yang tidak bikin silau.</p>
<p>Cahayanya lembut dan merata di seluruh meja. Kamu bisa mengatur terangnya sesuai kebutuhan, dari membaca sampai menggambar. Kamu bisa menekuk lengannya, jadi cahaya jatuh tepat di buku. Pesan Lampu Teduh lewat tombol di bawah.</p>
</blockquote>
<ul>
<li><strong>Attention:</strong> headline menyebut satu keluhan umum, yaitu silau.</li>
<li><strong>Interest:</strong> kalimat kedua menjelaskan cara kerja cahayanya.</li>
<li><strong>Desire:</strong> kemudahan mengatur terang dan sudut membuat pembaca membayangkan memakainya.</li>
<li><strong>Action:</strong> satu ajakan yang jelas di akhir.</li>
</ul>
<p>Tahap Attention sangat bergantung pada headline. Supaya headline tidak terlalu umum, coba beberapa sudut. Berikut tiga <strong>contoh buatan</strong> headline AIDA untuk lampu fiktif tadi, dengan sudut berbeda:</p>
<ul>
<li>Sudut keluhan: &ldquo;Meja belajar terang, mata tetap nyaman.&rdquo;</li>
<li>Sudut pertanyaan: &ldquo;Sudah cek posisi lampu belajar anakmu?&rdquo;</li>
<li>Sudut fitur: &ldquo;Lampu yang bisa ditekuk ke arah buku.&rdquo;</li>
</ul>
<p>Pilih sudut yang paling dekat dengan keluhan pembelimu. Setelah itu, tulis ulang bagian Interest supaya nyambung dengan sudut yang kamu pilih.</p>
<h2>Rumus PAS: mulai dari masalah pembaca</h2>
<p>PAS berarti Problem, Agitation, Solution. Kamu sebut masalah pembaca, kamu gali dampaknya, lalu kamu tawarkan produk sebagai jalan keluar. Mailchimp menjelaskan bahwa tahap agitasi mengeksplorasi akibat dan beban emosional dari masalah itu.</p>
<p>Namun, agitasi mudah kebablasan. Cukup gambarkan situasi yang memang dialami pembaca. Jangan menakut-nakuti dan jangan melebih-lebihkan, karena itu bisa melanggar batasan iklan yang kami bahas di bagian bawah.</p>
<h3>Contoh PAS untuk headline dan iklan</h3>
<p><strong>Contoh buatan</strong> untuk jasa fiktif, &ldquo;Laundry Tetangga&rdquo;:</p>
<blockquote>
<p><strong>Headline:</strong> Akhir pekan habis untuk setrika?</p>
<p><strong>Problem:</strong> Cucian menumpuk, padahal kamu butuh waktu istirahat.</p>
<p><strong>Agitation:</strong> Minggu depan tumpukan itu muncul lagi. Waktu untuk keluarga dan diri sendiri pun terus berkurang.</p>
<p><strong>Solution:</strong> Laundry Tetangga menjemput cucianmu dan mengantarnya kembali dalam keadaan terlipat. Pilih paket kiloan lewat WhatsApp.</p>
</blockquote>
<p>Perhatikan bahwa teks ini tidak menjanjikan angka apa pun. Ia hanya menamai masalah dan menunjukkan jalan keluarnya. Untuk ajakan lewat chat, lihat <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/jualan-di-whatsapp-laris-manis-pakai-strategi-ini/">strategi jualan di WhatsApp</a>.</p>
<p>Rumus ini juga cocok untuk headline pendek. Misalnya, <strong>contoh buatan</strong> berikut: &ldquo;Cucian numpuk lagi? Serahkan ke Laundry Tetangga.&rdquo; Satu kalimat sudah memuat problem dan solution. Agitasi bisa menyusul di kalimat berikutnya kalau ruangnya cukup.</p>
<h2>Rumus FAB: ubah fitur menjadi manfaat</h2>
<p>FAB adalah Features, Advantages, Benefits. Fitur menjelaskan apa yang produk punya. Keunggulan menjelaskan apa yang fitur itu lakukan. Manfaat menunjukkan nilai akhirnya bagi hidup atau bisnis pembeli. Menurut kami, rumus ini cocok untuk deskripsi produk, karena deskripsi mudah berhenti di daftar fitur.</p>
<h3>Contoh FAB untuk deskripsi produk</h3>
<p><strong>Contoh buatan</strong> untuk produk fiktif, tas ransel laptop &ldquo;Ransel Harian&rdquo;:</p>
<blockquote>
<p><strong>Feature:</strong> Kain luar dengan lapisan tahan percikan air.</p>
<p><strong>Advantage:</strong> Percikan hujan ringan tidak langsung meresap ke dalam tas.</p>
<p><strong>Benefit:</strong> Kamu bisa berjalan ke halte tanpa terlalu cemas pada laptopmu.</p>
</blockquote>
<p>Berikut satu lagi <strong>contoh buatan</strong> untuk jasa fiktif, servis AC panggilan:</p>
<blockquote>
<p><strong>Feature:</strong> Teknisi membawa daftar periksa tertulis untuk setiap kunjungan.</p>
<p><strong>Advantage:</strong> Kamu bisa melihat bagian mana saja yang sudah dicek.</p>
<p><strong>Benefit:</strong> Kamu tahu persis apa yang kamu bayar, tanpa menebak-nebak.</p>
</blockquote>
<p>Lalu gabungkan ketiganya menjadi paragraf utuh di halaman produk. Ingat, advantage harus sesuai spesifikasi asli. Tulis &ldquo;tahan percikan&rdquo; hanya kalau barangnya memang begitu.</p>
<p><strong>Pengalaman tim:</strong> tim kami memakai analogi sederhana saat menjelaskan produk teknis ke calon pembeli awam, misalnya website itu seperti toko.</p>
<h2>Rumus BAB untuk landing page</h2>
<p>BAB berarti Before, After, Bridge. Kamu gambarkan kondisi pembaca sekarang, kondisi yang mereka inginkan, lalu produkmu sebagai jembatan di antaranya. Struktur ini enak untuk bagian paling atas landing page, sebab pembaca langsung melihat dirinya di &ldquo;Before&rdquo;.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>

<h3>Contoh BAB untuk bagian atas landing page</h3>
<p><strong>Contoh buatan</strong> untuk jasa fiktif, &ldquo;Lemari Lega&rdquo; (penataan lemari di rumah):</p>
<blockquote>
<p><strong>Judul:</strong> Dari lemari berantakan ke lemari yang enak dibuka.</p>
<p><strong>Before:</strong> Tiap pagi kamu membongkar tumpukan baju hanya untuk satu kemeja.</p>
<p><strong>After:</strong> Bayangkan pintu lemari terbuka dan semua pakaian terlihat jelas.</p>
<p><strong>Bridge:</strong> Penata Lemari Lega datang ke rumahmu, memilah isi lemari, lalu menatanya sesuai kebiasaanmu. Pilih jadwal kunjungan lewat tombol di bawah.</p>
</blockquote>
<p>Kunci BAB ada di bagian After. Gambarkan kondisi yang masuk akal dan bisa dicapai, bukan hasil yang terlalu muluk. Menurut kami, contoh copywriting yang meyakinkan terdengar seperti keadaan sehari-hari, bukan janji besar.</p>
<p>Kamu tetap perlu menyusun bagian lain halaman, seperti form dan bukti, dengan baik. Untuk itu baca <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/cara-membuat-landing-page-yang-efektif-untuk-bisnis/">cara membuat landing page yang efektif</a>.</p>
<p>Rumus kelima di Mailchimp, PPPP (Promise, Picture, Proof, Push), meminta bukti seperti testimoni, studi kasus, data statistik, atau dukungan ahli. Pakai rumus itu hanya kalau kamu punya bukti asli. Jangan mengarangnya.</p>
<h2>Cara memilih rumus dari contoh copywriting di atas</h2>
<p>Tidak ada rumus terbaik untuk semua situasi. Setiap contoh copywriting di atas cocok untuk tempat tertentu. Pilih berdasarkan tempat teksmu tampil dan seberapa kenal pembaca dengan produkmu.</p>
<ul>
<li><strong>Iklan singkat:</strong> AIDA atau PAS, karena ruangnya sempit dan kamu perlu satu sudut pandang.</li>
<li><strong>Deskripsi produk:</strong> FAB, supaya fitur tidak berhenti sebagai daftar spesifikasi.</li>
<li><strong>Landing page:</strong> BAB di bagian atas, lalu AIDA untuk alur halaman.</li>
<li><strong>Konten yang tidak terasa jualan:</strong> kombinasikan rumus dengan gaya yang ada di <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/engangement-pelanggan-meningkat-tanpa-hard-selling/">engagement pelanggan tanpa hard selling</a>.</li>
</ul>
<p>Selain itu, sesuaikan rumus dengan tahap pembeli. Pembeli yang baru kenal butuh edukasi dulu. Pembeli yang sudah ragu di keranjang butuh jawaban atas keberatannya. Pembahasan lebih luas ada di <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/cara-promosi-produk/">cara promosi produk untuk UKM</a> dan <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/cara-menawarkan-produk-ke-konsumen/">cara menawarkan produk ke konsumen</a>.</p>
<p>Untuk menyesuaikan contoh dengan bisnismu, ikuti tiga langkah singkat. Pertama, tulis satu keluhan nyata pembelimu dengan kata-kata mereka sendiri. Kedua, daftar tiga fitur produk yang benar-benar ada. Ketiga, pilih rumus, lalu isi tiap tahapnya satu kalimat. Setelah draf jadi, baca keras-keras. Kalau terdengar seperti brosur, ganti dengan bahasa yang biasa kamu pakai saat ngobrol dengan pelanggan.</p>
<h2>Batasan klaim iklan menurut UU Perlindungan Konsumen</h2>
<p>Jangan memakai rumus untuk menyesatkan pembeli. <a href="https://peraturan.go.id/files/uu8-1999.pdf" target="_blank" rel="noopener">UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen</a> mengatur iklan di Pasal 17. Ayat (1) melarang pelaku usaha periklanan memproduksi iklan yang:</p>
<ul>
<li>mengelabui konsumen soal kualitas, kuantitas, bahan, kegunaan, harga, tarif, atau ketepatan waktu penerimaan barang dan jasa;</li>
<li>mengelabui jaminan/garansi terhadap barang dan/atau jasa;</li>
<li>memuat informasi yang keliru, salah, atau tidak tepat mengenai barang dan/atau jasa;</li>
<li>tidak memuat informasi mengenai risiko pemakaian barang dan/atau jasa;</li>
<li>mengeksploitasi kejadian dan/atau seseorang tanpa seizin yang berwenang atau persetujuan yang bersangkutan;</li>
<li>melanggar etika dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.</li>
</ul>
<p>Ayat (2) melarang kelanjutan peredaran iklan yang sudah melanggar ayat (1). Dalam praktik, pastikan setiap benefit di FAB sesuai spesifikasi, dan setiap agitasi di PAS sesuai kenyataan. Ini bukan nasihat hukum. Untuk kasus tertentu, tanyakan ke ahli hukum. Kami juga membahas masalah di iklan berbayar dalam <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/digital-marketing/kesalahan-iklan-meta-ukm/">9 kesalahan iklan Meta untuk UKM</a>.</p>
<h2>Kesalahan umum saat menulis contoh copywriting</h2>
<ol>
<li><strong>Menyalin rumus terlalu kaku.</strong> Kalau label &ldquo;Problem&rdquo; atau &ldquo;Bridge&rdquo; terasa di teks, pembaca ikut merasakannya. Kami memberi label pada contoh di atas hanya demi belajar. Susun urutannya, tetapi tulis dengan bahasa percakapan.</li>
<li><strong>Agitasi yang berlebihan.</strong> Menekan rasa takut pembaca membuat teks terasa memaksa dan berisiko menyesatkan.</li>
<li><strong>Berhenti di fitur.</strong> Daftar spesifikasi belum menjawab &ldquo;lalu apa untukku?&rdquo;.</li>
<li><strong>Memasang banyak ajakan sekaligus.</strong> Pilih satu tindakan per teks, misalnya klik atau chat.</li>
<li><strong>Memakai contoh orang lain tanpa menyesuaikan.</strong> Ganti produk, bahasa, dan keluhan dengan milik pembelimu.</li>
<li><strong>Tidak menguji.</strong> Bandingkan dua versi headline, lalu simpan yang lebih sering diklik.</li>
</ol>
<h2>FAQ seputar contoh copywriting</h2>
<h3>Rumus mana yang paling mudah untuk pemula?</h3>
<p>Menurut kami, FAB paling mudah, karena kamu hanya perlu mengubah satu fitur menjadi manfaat. AIDA juga mudah kamu ikuti sebagai alur umum.</p>
<h3>Haruskah semua rumus dipakai dalam satu teks?</h3>
<p>Tidak. Pilih satu rumus per teks, lalu sesuaikan dengan media dan pembacanya.</p>
<h3>Apa itu rumus PPPP?</h3>
<p>PPPP adalah Promise, Picture, Proof, Push. Menurut Mailchimp, kamu mulai dengan janji tentang apa yang produk berikan. Lalu kamu lukiskan gambaran hasilnya. Setelah itu, kamu tunjukkan bukti, misalnya testimoni atau studi kasus. Terakhir, kamu dorong pembaca bertindak, misalnya lewat tombol &ldquo;Beli Sekarang&rdquo;. Menurut kami, karena butuh bukti asli, rumus ini kurang cocok untuk produk yang belum punya pembeli.</p>
<h3>Apakah rumus AIDA sudah terbukti secara ilmiah?</h3>
<p>Belum kuat. Entri Wikipedia tentang AIDA mengutip tinjauan Vakratsas dan Ambler (1999) atas lebih dari 250 makalah. Tinjauan itu menemukan sedikit dukungan empiris untuk model ini. Jadi, anggap AIDA sebagai kerangka menulis, bukan peta pasti perilaku pembeli.</p>
<h3>Apa beda artikel ini dengan contoh soft selling?</h3>
<p>Artikel ini membahas rumus dan strukturnya. Contoh soft selling per format, seperti caption, WhatsApp, dan email, ada di <a href="https://duniacerdas.com/bisnis/marketing/digital-marketing/contoh-copywriting-soft-selling/">Contoh Copywriting Soft Selling: Caption, WA, dan Email</a>.
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad2" id="quads-ad2" style="float:none;margin:0px;">

</div>
</p>
<p>Langkah berikutnya: pilih satu produkmu, tulis versi FAB dan PAS untuknya hari ini, lalu uji mana yang lebih menarik klik.

Contoh Copywriting: Rumus AIDA, PAS, FAB, dan BAB

