Shrinkflation Ini Penyebab Produk Mengecil Tanpa Kita Sadar

Pernah merasa camilan favorit Anda cepat habis, padahal baru saja dibuka? Atau isi sabun cair yang tampaknya lebih cepat kosong dibanding biasanya? Bisa jadi Anda sedang mengalami dampak dari shrinkflation, sebuah fenomena yang semakin umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Strategi ini di manfaatkan produsen untuk mengurangi ukuran, berat, atau jumlah isi produk tanpa menurunkan harga jualnya secara signifikan. Sekilas terlihat tidak ada perubahan, namun sebenarnya konsumen membayar harga yang sama untuk jumlah produk yang lebih sedikit.

Apa Itu Shrinkflation?

Secara sederhana, shrinkflation berasal dari dua kata: “shrink” (menyusut) dan “inflation” (inflasi). Berbeda dengan inflasi pada umumnya yang ditandai dengan kenaikan harga barang, strategi ini menyamarkan kenaikan biaya produksi dengan cara mengecilkan ukuran produk. Alih-alih menaikkan harga secara langsung yang berisiko membuat konsumen beralih ke merek lain, produsen memilih untuk mempertahankan harga tetapi mengurangi isi. Contohnya:

  • Berat snack yang sebelumnya 80 gram menjadi 70 gram
  • Isi minuman dalam botol dari 500 ml menjadi 450 ml
  • Jumlah lembar tisu dalam satu kemasan berkurang

Perubahan ini sering kali dilakukan secara halus, seperti mengubah desain kemasan atau bentuk produk sehingga tampak tetap sama di mata konsumen.

Mengapa Strategi ini Terjadi?

Mengapa Strategi ini Terjadi?

Shrinkflation biasanya terjadi akibat tekanan biaya produksi yang meningkat. Beberapa faktor utama penyebabnya antara lain:

1. Kenaikan Harga Bahan Baku

Harga bahan baku seperti gandum, minyak, gula, atau susu dapat meningkat karena berbagai faktor seperti perubahan cuaca, konflik geopolitik, atau gangguan rantai pasok global.

2. Biaya Distribusi yang Meningkat

Kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik membuat proses distribusi menjadi lebih mahal, terutama untuk produk yang membutuhkan pengiriman dalam jumlah besar.

3. Fluktuasi Nilai Tukar

Bagi produsen yang mengimpor bahan baku dari luar negeri, pelemahan nilai tukar mata uang dapat meningkatkan biaya produksi secara signifikan.

4. Strategi Psikologis Harga

Konsumen cenderung lebih sensitif terhadap kenaikan harga dibandingkan perubahan ukuran produk. Oleh karena itu, mempertahankan harga dianggap sebagai langkah yang lebih aman untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Dampak Shrinkflation bagi Konsumen

Dampak Shrinkflation bagi Konsumen

Shrinkflation memiliki dampak yang tidak selalu disadari oleh konsumen, di antaranya:

Penurunan Nilai Produk

Konsumen membayar jumlah uang yang sama tetapi mendapatkan nilai yang lebih rendah dibanding sebelumnya.

Sulitnya Membandingkan Harga

Perubahan ukuran membuat perbandingan harga antarproduk menjadi lebih kompleks, terutama jika konsumen tidak memperhatikan harga per satuan berat atau volume.

Pengeluaran yang Tidak Disadari Meningkat

Dalam jangka panjang, strategi ini dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran rumah tangga karena konsumen perlu membeli produk lebih sering.

Cara Mengidentifikasi Produk yang Mengalami Shrinkflation

Agar tidak dirugikan, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Perhatikan berat bersih atau isi bersih pada kemasan
  2. Bandingkan harga per gram atau per mililiter
  3. Cermati perubahan desain kemasan
  4. Evaluasi frekuensi pembelian produk yang sama

Mengecek label informasi produk sebelum membeli dapat membantu Anda memahami apakah produk tersebut mengalami pengurangan isi.

Shrinkflation dalam Industri Sehari-hari

Strategi ini tidak hanya terjadi pada produk makanan ringan, tetapi juga pada berbagai kategori lain seperti:

  • Produk kebersihan rumah tangga
  • Perawatan tubuh
  • Minuman kemasan
  • Produk kebutuhan dapur

Fenomena ini bahkan bisa terjadi pada layanan, misalnya pengurangan fitur tanpa perubahan harga pada paket berlangganan.

Kesimpulan

Shrinkflation adalah bentuk inflasi terselubung yang sering kali luput dari perhatian konsumen. Dengan mempertahankan harga tetapi mengurangi ukuran produk, produsen dapat menekan biaya tanpa memicu reaksi negatif dari pasar. Sebagai konsumen, penting untuk lebih teliti dalam memperhatikan isi bersih produk serta membandingkan harga berdasarkan satuan ukuran. Dengan begitu, Anda dapat membuat keputusan belanja yang lebih bijak dan menghindari dampak shrinkflation dalam jangka panjang.

BACA JUGA ARTIKEL: Prosedur Impor Barang dari China secara Legal

Spread the love

Tinggalkan Balasan