Site iconSite icon Dunia Cerdas

Begini Cara Menghitung Pajak untuk UMKM

Begini Cara Menghitung Pajak untuk UMKMBegini Cara Menghitung Pajak untuk UMKM

&NewLine;<p>Usaha Mikro&comma; Kecil&comma; dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia&period; Selain fokus pada operasional dan pengembangan usaha&comma; pelaku UMKM juga wajib memahami kewajiban perpajakan agar bisnis berjalan legal dan terhindar dari sanksi administrasi&period; Artikel ini membahas sistematis mengenai cara menghitung pajak untuk UMKM sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;98 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Dasar Hukum Pajak UMKM<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ketentuan pajak untuk UMKM diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu&period; Tarif Pajak Penghasilan &lpar;PPh&rpar; Final untuk UMKM ditetapkan sebesar 0&comma;5&percnt; dari peredaran bruto &lpar;omzet&rpar; bagi wajib pajak yang memenuhi kriteria tertentu&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>1&period; Kriteria UMKM yang Dikenakan PPh Final 0&comma;5&percnt;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Wajib pajak yang dapat menggunakan tarif PPh Final 0&comma;5&percnt; adalah&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan &lpar;koperasi&comma; CV&comma; firma&comma; PT&rpar;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Memiliki omzet tidak lebih dari Rp4&comma;8 miliar dalam satu tahun pajak<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Jika omzet melebihi Rp4&comma;8 miliar dalam satu tahun pajak&comma; maka wajib pajak tidak lagi menggunakan skema <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;id&period;wikipedia&period;org&sol;wiki&sol;Pajak&lowbar;penghasilan">PPh<&sol;a> Final 0&comma;5&percnt; dan harus menggunakan tarif pajak normal berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>2&period; Cara Menghitung Pajak UMKM dengan Tarif 0&comma;5&percnt;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Perhitungan pajak UMKM dengan skema PPh Final sangat sederhana karena tidak memerlukan perhitungan laba rugi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Rumus dasar&colon; Pajak Terutang &equals; 0&comma;5&percnt; × Omzet Bulanan<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Contoh perhitungan&colon;<br>Sebuah UMKM memiliki omzet pada bulan Januari sebesar Rp100&period;000&period;000&period; <br>Maka pajak yang harus dibayar&colon; 0&comma;5&percnt; × Rp100&period;000&period;000 &equals; Rp500&period;000<br>Artinya&comma; pajak yang harus disetorkan untuk bulan tersebut adalah Rp500&period;000&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Perhitungan ini dilakukan setiap bulan berdasarkan omzet aktual bulan berjalan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>3&period; Jangka Waktu Penggunaan Tarif 0&comma;5&percnt;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Penggunaan tarif PPh Final 0&comma;5&percnt; tidak berlaku selamanya&period; Batas waktu penggunaannya adalah&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>7 tahun untuk Wajib Pajak Orang Pribadi<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>4 tahun untuk koperasi&comma; CV&comma; dan firma<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>3 tahun untuk Perseroan Terbatas &lpar;PT&rpar;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Setelah jangka waktu tersebut berakhir&comma; wajib pajak harus menggunakan skema pajak normal berdasarkan laba bersih&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>4&period; Perhitungan Pajak Jika Tidak Menggunakan PPh Final<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;98 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Apabila UMKM sudah tidak memenuhi syarat atau masa penggunaan PPh Final telah habis&comma; maka pajak dihitung berdasarkan laba bersih &lpar;penghasilan kena pajak&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Langkah-langkahnya&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ol class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Hitung omzet tahunan<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Kurangi dengan biaya operasional untuk mendapatkan laba bersih<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Hitung Penghasilan Kena Pajak &lpar;PKP&rpar;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Terapkan tarif PPh sesuai ketentuan yang berlaku<&sol;li>&NewLine;<&sol;ol>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Untuk badan usaha&comma; tarif PPh Badan saat ini sebesar 22&percnt; dari laba kena pajak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Contoh&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Omzet tahunan&colon; Rp2&period;000&period;000&period;000<br>Total biaya operasional&colon; Rp1&period;500&period;000&period;000<br>Laba bersih&colon; Rp500&period;000&period;000<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Jika menggunakan tarif PPh Badan 22&percnt;&colon;<br>22&percnt; × Rp500&period;000&period;000 &equals; Rp110&period;000&period;000<br>Pajak terutang dalam satu tahun adalah Rp110&period;000&period;000&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>5&period; Kewajiban Administrasi Pajak UMKM<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Selain menghitung dan membayar pajak&comma; UMKM juga memiliki kewajiban administratif&comma; yaitu&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak &lpar;NPWP&rpar;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Melakukan penyetoran pajak setiap bulan<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Melaporkan Surat Pemberitahuan &lpar;SPT&rpar; Tahunan<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Menyimpan pembukuan atau pencatatan keuangan secara tertib<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Meskipun menggunakan PPh Final&comma; pencatatan omzet tetap wajib dilakukan karena menjadi dasar penghitungan pajak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list">&NewLine;<li>Pajak tetap harus dibayar meskipun usaha mengalami kerugian&comma; selama ada omzet &lpar;dalam skema PPh Final&rpar;&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Jika tidak ada omzet dalam satu bulan&comma; maka pajak terutang adalah nihil&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Keterlambatan pembayaran atau pelaporan dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda atau bunga&period;<&sol;li>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<li>Konsultasi dengan konsultan pajak atau kantor pelayanan pajak setempat dapat membantu memastikan kepatuhan&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Kesimpulan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Cara menghitung pajak untuk UMKM relatif sederhana apabila menggunakan skema PPh Final 0&comma;5&percnt;&comma; yaitu dengan mengalikan tarif 0&comma;5&percnt; dengan omzet bulanan&period; Namun&comma; pelaku usaha tetap harus memahami batasan omzet&comma; jangka waktu penggunaan tarif final&comma; serta kewajiban administrasi perpajakan&period; Pemahaman yang baik mengenai perhitungan pajak tidak hanya membantu UMKM memenuhi kewajiban hukum&comma; tetapi juga mendukung pengelolaan keuangan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan&period;&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;98 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>BACA JUGA ARTIKEL&colon; <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;duniacerdas&period;com&sol;keuangan&sol;bayar-pajak-rumah-jangan-abaikan-membayar-pajak&sol;">Bayar Pajak Rumah&colon; Jangan Abaikan Membayar Pajak<&sol;a>&NewLine;

Spread the love
Exit mobile version