Demam saat tumbuh gigi sering menjadi kekhawatiran orang tua, terutama pada bayi usia 6-24 bulan. Banyak yang meyakini bahwa setiap kenaikan suhu tubuh pada masa tersebut pasti disebabkan oleh pertumbuhan gigi. Namun, apakah benar tumbuh gigi dapat menyebabkan demam? Ataukah hal tersebut hanya mitos yang berkembang di masyarakat? Artikel ini akan membahas mengapa demam saat tumbuh gigi.
Apa Itu Proses Tumbuh Gigi (Teething)?
Tumbuh gigi atau teething adalah proses munculnya gigi susu pertama pada bayi. Umumnya, gigi pertama muncul pada usia sekitar 6 bulan, meskipun variasi usia masih dianggap normal. Proses ini berlangsung bertahap hingga seluruh 20 gigi susu lengkap, biasanya pada usia sekitar 2,5-3 tahun. Saat gigi mulai menembus gusi, jaringan di sekitarnya dapat mengalami peradangan ringan. Inilah yang memicu berbagai gejala yang sering dikaitkan dengan tumbuh gigi.
Gejala Umum Saat Anak Tumbuh Gigi
Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
- Gusi bengkak atau kemerahan
- Anak lebih rewel dari biasanya
- Produksi air liur meningkat
- Sering menggigit benda keras
- Nafsu makan sedikit menurun
Sebagian orang tua juga melaporkan adanya peningkatan suhu tubuh. Namun, penting untuk memahami perbedaan antara peningkatan suhu ringan dan demam yang sebenarnya.
Apakah Tumbuh Gigi Menyebabkan Demam?
Secara medis, tumbuh gigi dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh ringan, tetapi tidak menyebabkan demam tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa proses peradangan ringan pada gusi dapat meningkatkan suhu tubuh sedikit, biasanya tidak lebih dari 37,5-38°C. Kondisi ini sering disebut sebagai “low-grade fever” atau suhu subfebris. Namun, jika suhu tubuh anak mencapai 38°C atau lebih, terutama disertai gejala lain seperti batuk, diare, muntah, atau lemas, kemungkinan besar penyebabnya bukan semata-mata tumbuh gigi.
Dengan demikian, anggapan bahwa tumbuh gigi menyebabkan demam tinggi adalah mitos. Demam tinggi pada bayi lebih sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, yang memang sering terjadi pada usia yang sama dengan masa tumbuh gigi.
Mengapa Demam Sering Terjadi Bersamaan dengan Tumbuh Gigi?
Kebetulan waktu menjadi salah satu faktor utama. Masa tumbuh gigi bertepatan dengan periode ketika sistem imun bayi masih berkembang. Pada usia 6 bulan ke atas, antibodi yang diperoleh dari ibu mulai menurun, sehingga bayi lebih rentan terhadap infeksi.
Selain itu, bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung memasukkan berbagai benda ke dalam mulut untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada gusi. Kebiasaan ini meningkatkan risiko paparan kuman, yang dapat menyebabkan infeksi dan demam. Karena terjadi dalam periode yang sama, banyak orang tua mengaitkan demam dengan gigi baru, padahal penyebabnya bisa berbeda.
Kapan Orang Tua Harus Waspada?
Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:
- Suhu tubuh ≥ 38°C
- Demam berlangsung lebih dari 24-48 jam
- Anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan
- Disertai muntah, diare berat, atau ruam
- Anak menolak minum sehingga berisiko dehidrasi
Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.
Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Saat Tumbuh Gigi
Untuk membantu anak yang sedang tumbuh gigi, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memberikan teether bersih yang didinginkan (bukan dibekukan).
- Memijat gusi dengan jari bersih atau kain kasa lembut.
- Memberikan cairan yang cukup agar anak tetap terhidrasi.
- Menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran dokter jika suhu tubuh meningkat dan anak tampak tidak nyaman.
Penggunaan obat topikal untuk gusi perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga medis.
Kesimpulan
Demam saat tumbuh gigi sebagian besar merupakan mitos jika yang dimaksud adalah demam tinggi. Gigi bertambah memang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh ringan akibat peradangan pada gusi, tetapi tidak menyebabkan demam tinggi yang signifikan. Jika anak mengalami demam tinggi atau gejala lain yang mengkhawatirkan, penting untuk tidak langsung menyalahkan tumbuh gigi sebagai penyebabnya. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisi anak dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.
BACA JUGA ARTIKEL: Permen Bebas Gula Aman untuk Gigi Anak