Pernahkah Anda tiba-tiba merasa perih karena lidah tergigit saat makan atau berbicara? Awalnya mungkin terasa sepele, namun jika kejadian ini terus berulang, tak sedikit orang mulai bertanya-tanya: apakah ini hanya kebiasaan buruk, atau justru pertanda adanya gangguan kesehatan tertentu? Rasa nyeri yang muncul tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan bisa membuat nafsu makan menurun.
Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi. Namun, ketika frekuensinya meningkat tanpa sebab yang jelas, kondisi ini patut di perhatikan lebih serius.
Penyebab Lidah Sering Tergigit
Salah satu penyebab paling umum adalah posisi gigi yang tidak rata. Susunan gigi yang maju, berjejal, atau miring dapat membuat lidah lebih mudah terjepit saat mengunyah. Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat juga meningkatkan risiko karena koordinasi antara rahang dan lidah tidak berjalan optimal.
Faktor lain yang sering luput di sadari adalah stres. Saat seseorang mengalami tekanan emosional, otot rahang bisa menegang tanpa di sadari. Ketegangan inilah yang membuat gerakan mulut menjadi kurang terkontrol sehingga lidah sering tergigit.
Gangguan saraf ringan juga dapat menjadi pemicu. Pada beberapa orang, refleks mulut yang menurun menyebabkan lidah tidak bergerak secepat biasanya ketika rahang menutup. Inilah alasan mengapa kondisi ini dapat terjadi, terutama saat tubuh sedang lelah.
Apakah Lidah Sering Tergigit Berbahaya?
Dalam banyak kasus, lidah sering tergigit tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, luka yang berulang dapat menyebabkan sariawan, pembengkakan, bahkan infeksi jika kebersihan mulut tidak di jaga dengan baik.
Jika luka pada lidah tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, di sertai rasa nyeri hebat atau perdarahan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Terlebih bila lidah sering tergigit di sertai mati rasa atau kesulitan berbicara, hal ini bisa menjadi tanda gangguan saraf yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Cara Mengatasi Lidah Sering Tergigit
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperlambat kebiasaan makan. Mengunyah secara perlahan membantu koordinasi antara lidah dan rahang bekerja lebih baik. Selain itu, hindari berbicara saat sedang mengunyah karena hal ini sering menjadi penyebab lidah tergigit tanpa di sadari.
Menjaga kesehatan gigi juga sangat penting. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat membantu mendeteksi susunan gigi yang berpotensi menyebabkan masalah. Pada beberapa kasus, penggunaan behel atau alat pelindung mulut dapat menjadi solusi efektif.
Mengelola stres juga tidak kalah penting. Teknik relaksasi seperti menarik napas dalam, meditasi, atau olahraga ringan dapat membantu mengurangi ketegangan otot rahang.
Pencegahan agar Tidak Terulang
Agar lidah sering tergigit tidak terus terjadi, biasakan menjaga pola hidup sehat. Tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, dan minum air putih yang cukup dapat membantu fungsi saraf tetap optimal. Hindari makanan terlalu keras atau lengket yang membutuhkan tekanan kunyah berlebihan.
Selain itu, perhatikan kebiasaan kecil seperti menggertakkan gigi saat tidur. Jika kebiasaan ini sering terjadi, penggunaan night guard bisa menjadi solusi untuk melindungi lidah dan jaringan mulut.
Baca Juga : Sariawan di Lidah: Masalah Sepele yang Bisa Jadi Serius
Kesimpulan
Meski terlihat sepele, lidah sering tergigit bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan ringan, baik dari sisi kebiasaan, kondisi gigi, maupun faktor stres. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini dan melakukan langkah pencegahan yang tepat, masalah ini dapat di minimalkan. Jangan ragu memeriksakan diri jika keluhan terjadi terus-menerus, karena kesehatan mulut berperan penting dalam kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari.