Tugas Sales Taking Order: Peran, Alur Kerja, dan Cara Mengukurnya

Tugas sales taking order (TO) berpusat pada pencatatan pesanan dari pelanggan yang sudah ada. Menurut Dealls, sales TO mencatat pesanan langsung dari pelanggan, lalu meneruskannya ke bagian pengiriman atau distribusi. Jadi, fokusnya pelanggan lama, bukan mencari pelanggan baru. Peran ini hanya satu dari banyak jenis pekerjaan penjualan. Karena itu, baca dulu penjelasan tugas sales lintas jenis sebagai peta besarnya. Artikel ini membahas tugas harian, alat kerja, gaji menurut dua sumber, dan cara pemilik usaha menyusun target.

Apa itu sales taking order?

Tugas sales taking order dijalankan oleh tenaga penjualan yang mendatangi pelanggan terdaftar untuk menerima pesanan. Selain itu, ia melaporkan pesanan tersebut ke perusahaan. Glints menambahkan bahwa sales TO mencatat pesanan secara rinci dan tidak ikut mencari calon pelanggan. Untuk poin ini, Glints mengutip HubSpot.

Namun, peran ini tidak pasif. Accurate menjelaskan bahwa sales TO memang tidak wajib memperkenalkan produk. Meski begitu, tujuan utamanya tetap menjual sebanyak mungkin. Artinya, sales TO yang baik tahu kapan harus mengingatkan pelanggan soal promo atau perubahan harga.

Perbedaan sales TO, canvassing, dan motoris

Orang sering menyamakan ketiga peran ini. Misalnya, sales TO dan motoris sama-sama memakai motor, tetapi cara kerjanya berbeda. Selain itu, sumber memakai istilah yang tidak seragam. Dealls memakai istilah canvassing untuk kerja mencari pelanggan baru, sedangkan Accurate memakai kata kanvas untuk sales bermobil.

Aspek Sales TO Canvassing / kanvas Motoris
Fokus pelanggan Pelanggan yang sudah ada (Dealls) Pelanggan baru, perluasan pasar (Dealls); toko yang bisa beli dalam jumlah banyak (Accurate) Toko kelontong dan konsumen akhir (Accurate)
Membawa produk Tidak, tetapi tetap mempromosikan (Glints, Accurate) Ya (Glints) Ya, lewat saddle bag (Accurate)
Kendaraan Umumnya motor (Accurate) Mobil, biasanya dua orang, jangkauan lebih jauh (Accurate) Sepeda motor (Accurate)
Gaya kunjungan Kunjungan rutin ke pelanggan terdaftar (Dealls) Kunjungan awal, lebih persuasif (Dealls) Target lebih fleksibel (Accurate)

Menurut Accurate, pengantaran barang bisa lewat sales TO sendiri, motoris, atau kanvas. Glints juga menyebut bahwa sales TO umumnya menangani barang berjumlah besar. Jadi, model ini cocok untuk usaha dengan pelanggan tetap yang rutin memesan.

Lima tugas sales taking order yang paling inti

Dealls merinci lima tugas sales taking order yang utama. Karena itu, urutan di bawah mengikuti sumber tersebut.

  1. Mencatat pesanan. Sales TO mengunjungi pelanggan terdaftar setiap hari, lalu mencatat pesanannya. Glints menegaskan bahwa pesanan dalam jumlah besar pun harus tercatat rinci.
  2. Memberi informasi produk. Isinya meliputi produk baru, perubahan harga, promosi, dan bundling.
  3. Menjaga hubungan baik. Glints juga memasukkan hubungan dengan pelanggan sebagai bagian dari tugas ini.
  4. Melaporkan aktivitas harian. Laporan memuat data pesanan, jumlah kunjungan, dan umpan balik pelanggan.
  5. Melakukan follow-up. Beberapa hari setelah kunjungan, sales TO menghubungi pelanggan kembali.

Tugas tambahan menurut Glints

Glints menambahkan dua hal. Pertama, sales TO menyelesaikan transaksi, umumnya secara kredit, meski ada juga yang tunai. Kedua, ia memantau kondisi produk di pelanggan, misalnya barang kedaluwarsa atau rusak. Bila ada permintaan retur atau penggantian, sales TO harus memastikan dulu bahwa barang itu benar-benar tidak layak.

Contoh alur hari kerja sales TO

Perlu dicatat, ketiga sumber eksternal kami tidak memberi jadwal harian sales TO. Karena itu, urutan berikut hanyalah ilustrasi tugas sales taking order yang kami susun dari lima tugas di atas. Jadi, jangan anggap ini jadwal resmi perusahaan mana pun.

  1. Pertama, sales TO menyiapkan daftar pelanggan yang akan ia kunjungi dan membuka catatan pesanan terakhir.
  2. Kemudian, di toko pelanggan, ia menanyakan kebutuhan stok, lalu mencatat pesanan.
  3. Lalu, ia menyampaikan promo, perubahan harga, atau produk baru.
  4. Ia memeriksa kondisi barang dan mencatat keluhan atau permintaan retur.
  5. Menjelang akhir hari, ia menyusun laporan pesanan, kunjungan, dan umpan balik.
  6. Terakhir, ia menandai pelanggan yang perlu ia hubungi lagi beberapa hari kemudian.

Pembanding dari catatan internal tim kami

Bagian ini berasal dari catatan internal tim kami (tim sales jasa digital, 2026), bukan standar semua sales atau FMCG. Setiap orang menargetkan sekitar 50 penawaran baru dan sekitar 30 follow-up retensi per hari. Hari kerjanya dibagi ke dalam beberapa blok waktu, dan tiap blok punya satu jenis pekerjaan.

Tim kami tidak berjualan lewat kunjungan toko, jadi polanya tidak bisa ditiru mentah-mentah. Namun, ide dasarnya berguna: pisahkan jenis pekerjaan ke dalam blok waktu, supaya follow-up tidak hilang di tengah pekerjaan lain.

Skill yang menopang tugas sales taking order

Setiap tugas sales taking order menuntut keterampilan tertentu. Dealls menyebut komunikasi, negosiasi, manajemen waktu, problem solving, dan kemampuan memakai aplikasi penjualan atau CRM. Glints menambahkan sikap persuasif dan ketelitian. Selain itu, Glints mencatat dua tantangan, yaitu klien yang tidak bersahabat atau menolak, dan ketelitian saat mencatat banyak pesanan.

Jadi, ketelitian sama pentingnya dengan keramahan. Namun, kemampuan meyakinkan tetap perlu, terutama pada pelanggan yang belum memutuskan. Untuk melatihnya, pelajari juga teknik closing sales yang berlaku di banyak jenis penjualan.

Alat kerja untuk tugas sales taking order

Menurut Dealls, perlengkapan sales TO mencakup beberapa hal berikut.

  • Smartphone atau tablet untuk mencatat pesanan.
  • Aplikasi Sales Force Automation.
  • Kendaraan operasional.
  • Seragam dan ID card.
  • Brosur produk.

Aplikasi pencatat pesanan bekerja paling baik bila ada orang yang merapikan datanya di kantor. Misalnya, bagian administrasi memastikan pesanan masuk ke sistem tanpa selisih. Pelajari peran itu di penjelasan admin CRM dan tugas sales admin.

Gaji sales taking order menurut dua sumber

Gaji untuk tugas sales taking order bervariasi, jadi kami tidak menyebut satu angka sebagai fakta pasar. Sebaliknya, tabel ini hanya melaporkan apa yang tertulis di masing-masing sumber.

Sumber Angka yang tertulis Keterbatasan
Dealls Gaji pokok Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000; tunjangan dan insentif Rp1.000.000 sampai Rp3.000.000 Sumber data dan tahun tidak disebut
Glints Rata-rata sekitar Rp2.725.000 sampai Rp3.962.000 menurut riset Glints Tahun tidak disebut

Angka kedua sumber tidak bisa dibandingkan langsung, sebab metode dan tahunnya tidak jelas. Karena itu, pemilik usaha sebaiknya mengecek UMR daerah dan kebiasaan pasar setempat sebelum menentukan gaji. Calon sales TO pun perlu bertanya soal komponen insentif sejak awal.

Cara menyusun target dan KPI untuk tugas sales taking order

Sumber kami hanya menyebut target secara umum. Glints menyebut adanya target minimal pemesanan per bulan atau kuartal, tetapi tanpa angka patokan. Jadi, angka target tugas sales taking order harus Anda tentukan sendiri berdasarkan data usaha. Berikut prinsipnya.

  • Pisahkan aktivitas dan hasil. Kunjungan dan follow-up adalah aktivitas. Pesanan dan repeat order adalah hasil.
  • Pilih sedikit indikator. Tiga sampai lima indikator lebih mudah Anda pantau daripada dua puluh.
  • Sesuaikan dengan jumlah pelanggan. Target kunjungan harus masuk akal terhadap daftar pelanggan yang ia pegang, sebab jumlahnya berbeda tiap orang.
  • Masukkan kualitas. Catat juga retur dan kesalahan pencatatan, bukan hanya volume.
  • Tinjau berkala. Supervisor bisa memeriksa laporan harian, seperti dalam tugas sales supervisor.

Ilustrasi hitung sederhana (angka rekaan untuk latihan, bukan patokan pasar): seorang sales TO memegang 40 pelanggan terdaftar. Pemilik usaha menginginkan dua kunjungan per pelanggan setiap bulan, sehingga target kunjungannya 40 kali 2, yaitu 80 kunjungan. Jika bulan itu tercatat 60 pesanan dari 80 kunjungan, rasio pesanannya 75 persen. Rasio ini lalu menjadi bahan evaluasi, bukan vonis, dan Anda bisa membandingkannya dari bulan ke bulan.

Sebagai pembanding, tim sales kami memakai aturan insentif yang ketat. Tim kami baru menghitung penjualan baru sebagai dasar insentif bila pelanggan sudah membayar lunas di bulan yang sama. Aturan itu berasal dari catatan internal tim sales jasa digital kami (2026), bukan standar semua usaha. Namun, prinsipnya bisa Anda adaptasi: kaitkan insentif dengan hasil yang benar-benar tertagih. Contoh indikator lain tersedia di contoh KPI sales.

Kesalahan umum yang perlu diwaspadai

Sumber kami tidak memuat daftar kesalahan. Tiga hal berikut adalah simpulan kami sendiri dari tugas sales taking order dan tantangan yang mereka tulis.

  1. Retur tanpa verifikasi. Glints meminta sales TO memastikan barang benar-benar tidak layak sebelum retur. Mengabaikan langkah ini berisiko menambah beban retur.
  2. Follow-up terlewat. Dealls memasukkan follow-up beberapa hari setelah kunjungan sebagai tugas inti. Dalam aturan internal tim kami, klien yang belum kami follow-up dalam tiga hari harus segera kami hubungi.
  3. Salah catat. Glints menyebut ketelitian mencatat banyak pesanan sebagai tantangan. Selisih satu angka saja bisa membuat barang yang salah sampai ke pelanggan, sehingga pelanggan kecewa.

Jenjang karier sales TO

Dealls menggambarkan jalur berikut. Jenjangnya dimulai dari sales taking order, lalu sales supervisor, area sales manager, dan regional sales manager. Puncaknya adalah sales director atau head of sales. Jadi, menguasai tugas sales taking order bisa menjadi pintu masuk ke jalur manajemen penjualan. Setiap naik jenjang, tanggung jawab bergeser dari mencatat pesanan ke mengelola orang dan target. Karena itu, kemampuan membaca laporan makin penting. Untuk membandingkan dengan peran lain, lihat job desk sales executive.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah sales TO harus mencari pelanggan baru?

Menurut Dealls dan Glints, tidak. Sales TO fokus pada pelanggan yang sudah ada. Namun, perusahaan bisa menambahkan tugas lain di kontrak kerjanya. Karena itu, periksa uraian pekerjaannya sebelum menerima tawaran.

Apakah sales TO membawa barang dagangan?

Tidak menurut Glints dan Accurate. Sales TO tetap mempromosikan produk, sedangkan pengantarannya lewat sales TO sendiri, motoris, atau kanvas.

Berapa gaji sales TO?

Angkanya bergantung pada sumber. Dealls dan Glints menulis rentang berbeda, dan keduanya tidak menyebut tahun. Dealls juga tidak menyebut sumber datanya. Karena itu, anggap angka tersebut sebagai gambaran awal, lalu cek UMR dan pasar di daerah Anda.

Spread the love

Tinggalkan Balasan