Cara Membuat CV ATS yang Terbaca Sistem Perekrut

Saat Anda melamar lewat portal lowongan, CV biasanya masuk dulu ke sistem milik perusahaan sebelum dibaca perekrut. Format yang rumit bisa membuat sistem itu salah membaca isinya. Karena itu, memahami cara membuat CV ATS jadi bekal penting sebelum Anda melamar secara online. ATS adalah singkatan dari Applicant Tracking System, yaitu perangkat lunak yang dipakai perusahaan untuk menampung dan mengelola lamaran.

Artikel ini fokus pada format ATS: apa yang sistem baca, apa yang membuatnya bingung, dan bagaimana Anda menyusun tiap bagian CV. Kalau Anda belum punya CV sama sekali, mulai dulu dari panduan cara membuat CV di HP. Setelah itu, kembali ke sini untuk merapikannya agar ramah ATS.

Apa yang sebenarnya dilakukan ATS terhadap CV Anda

ATS membantu perusahaan mengumpulkan, melacak, dan mengelola lamaran dalam satu tempat. Menurut penjelasan lembaga karier Colorado State University, ada tiga hal yang dilakukan sistem ini terhadap CV. Pertama, ATS mengekstrak data dari CV, seperti kontak, pengalaman kerja, dan pendidikan. Proses ini disebut parsing.

Kedua, perekrut bisa mencari kandidat memakai kata kunci, misalnya nama keterampilan atau jabatan. Hasil pencarian itu bergantung pada hasil parsing. Jadi, kalau sistem salah membaca CV Anda, nama Anda mungkin tidak muncul saat perekrut mencari. Ketiga, sebagian ATS memakai AI untuk mencocokkan kualifikasi lalu mengurutkan pelamar. CV dengan peringkat tinggi bisa ditinjau lebih dulu.

Dari sini terlihat bahwa tujuan utama format ATS adalah satu: membuat teks Anda terbaca utuh dan rapi oleh mesin. Tujuannya bukan mengakali sistem.

Mitos: ATS menolak CV secara otomatis

Sumber-sumber Indonesia punya pandangan yang beragam soal ini. Sebuah artikel Cake tentang CV ATS-friendly menyebut CV yang skornya tidak memenuhi standar ditolak otomatis. Namun, dua sumber yang membahas cara kerja sistem menjelaskan hal yang lebih bernuansa.

Lembaga karier Colorado State menegaskan bahwa ATS adalah alat bantu perekrut, bukan penjaga gerbang otomatis. Artikel Jobscan tentang ATS juga menyatakan bahwa sistem ini jarang menolak kandidat secara otomatis. Sebaliknya, ATS bekerja seperti mesin pencari bagi perekrut.

Ada satu pengecualian yang penting. Sebagian portal menyertakan pertanyaan penyaring (knockout question), misalnya soal gelar atau pengalaman minimum. Kalau Anda menjawab “tidak” pada syarat wajib, perekrut mungkin sudah mengatur aturan yang langsung menggugurkan lamaran. Karena itu, jawab pertanyaan itu dengan jujur dan baca syaratnya dengan teliti.

Bagi Anda yang sedang belajar cara membuat CV ATS, kesimpulannya begini: CV yang gagal dibaca memang berisiko tidak muncul dalam pencarian. Meski begitu, penolakan otomatis bukan pola umum. Keputusan akhir biasanya tetap ada di tangan manusia.

Cara membuat CV ATS: format dan tata letak yang aman

Langkah pertama dalam cara membuat CV ATS adalah merapikan format. Aturan di bawah ini muncul berulang di panduan CV ATS-friendly dari Dealls, Cake, dan Bisnis.com. Tujuannya sama: menjaga struktur teks tetap sederhana.

  • Satu kolom. Susun isi dari atas ke bawah. Dealls dan Cake menyarankan menghindari tabel dan kolom, karena elemen itu bisa membuat isi CV sulit dibaca sistem.
  • Font standar. Arial, Calibri, Times New Roman, atau Georgia aman dipakai. Cake menyarankan ukuran 10 sampai 12 pt, sedangkan Bisnis.com menyebut minimal 11.
  • Judul bagian yang jelas. Pakai “Pengalaman Kerja”, “Pendidikan”, dan “Keterampilan”. Hindari judul kreatif seperti “Perjalanan Saya”.
  • Tanpa gambar penting. Menurut Dealls, ATS hanya membaca teks. Jangan taruh informasi penting di dalam gambar, logo, atau grafik.
  • Header dan footer polos. Cake menyarankan menghindari header dan footer, sedangkan Dealls mengingatkan bahwa header atau footer yang rumit dapat mengganggu pembacaan ATS.
  • Urutan terbaru dulu. Tulis pengalaman kerja secara kronologis terbalik.
  • Warna secukupnya. Teks berwarna sebaiknya hanya untuk tautan.

Bagaimana dengan template Canva dan ikon?

Sumber-sumber di atas tidak membahas Canva secara khusus. Jadi, bagian ini adalah saran umum, bukan aturan pasti. Cake mencatat bahwa CV kreatif sering memakai dua kolom, foto, dan ikon. Template yang menonjolkan tampilan umumnya bergaya seperti itu. Sementara itu, Colorado State menjelaskan bahwa desain rumit dapat menghambat sistem membaca CV. Kalau Anda tetap memakai Canva, sebaiknya pilih template satu kolom yang sederhana. Lalu uji hasilnya dengan langkah di bagian checklist.

Satu catatan lagi dari Colorado State: perekrut tetap bisa membuka dan membaca berkas Anda meski parsing kurang sempurna. Untuk bidang kreatif, desain yang menunjukkan kemampuan Anda bahkan bisa jadi nilai tambah. Jadi, sesuaikan format dengan bidang yang Anda lamar.

PDF atau DOCX: mana yang lebih aman?

Pilihan berkas termasuk keputusan penting dalam cara membuat CV ATS. Sayangnya, sumber-sumber yang dirujuk artikel ini tidak sepakat. Jobscan menulis bahwa semua ATS mengenali dokumen Word, sedangkan sebagian besar juga bisa membaca PDF. Dealls menyebut .doc atau .docx paling sering kompatibel, dan PDF boleh dipakai selama dibuat dari teks, bukan dari gambar. Cake dan Colorado State menyebut PDF dan dokumen Word sama-sama umum dipakai. Sementara itu, sebuah artikel Bisnis.com menulis bahwa ATS lebih mudah membaca .doc, tetapi pelamar sebaiknya mengikuti instruksi perekrut.

Dari semua itu, aturan praktis berikut bisa Anda pakai:

  1. Ikuti format yang diminta lowongan. Instruksi perusahaan selalu menang.
  2. Kalau tidak ada instruksi, DOCX umumnya pilihan yang aman, karena Jobscan menyebut semua ATS mengenali dokumen Word.
  3. Kalau memilih PDF, pastikan berkasnya berbasis teks, misalnya hasil ekspor dari Word atau Google Docs. Jangan pindai atau foto CV cetak.
  4. Jangan unggah CV dalam bentuk JPG atau PNG. Menurut Cake, sistem ATS tidak dapat membaca data berbentuk foto.
  5. Beri nama berkas yang jelas, misalnya CV_NamaLengkap_Posisi, seperti contoh dari Cake.

Cara memakai kata kunci dari lowongan secara jujur

Perekrut mencari kata kunci yang cocok dengan deskripsi pekerjaan, seperti keterampilan dan jabatan. Maka cara membuat CV ATS yang tepat sasaran dimulai dengan membaca lowongan dengan teliti. Tandai keterampilan, alat, dan kualifikasi yang disebut berulang kali.

Berikutnya, bandingkan daftar itu dengan pengalaman Anda. Kalau Anda memang menguasai sebuah keterampilan, sebaiknya tulis dengan istilah yang dipakai lowongan. Misalnya, lowongan menyebut “Google Analytics”. Tulis “Google Analytics”, bukan “alat analisis web”. Untuk posisi pemasaran digital, Cake mencontohkan kata kunci seperti Google Ads, SEO, dan email marketing.

Ada dua hal yang sebaiknya Anda hindari. Pertama, jangan menulis keterampilan yang tidak Anda kuasai. Artikel Bisnis.com mengingatkan agar Anda benar-benar menguasai skill yang dicantumkan. Kedua, jangan menyembunyikan kata kunci dengan teks putih. Colorado State menilai cara itu tidak akan berhasil, karena ATS dirancang untuk membantu perekrut.

Pada akhirnya, cara membuat CV ATS yang efektif berarti menyesuaikan CV untuk tiap lowongan. Satu CV untuk semua posisi biasanya kurang tepat sasaran.

Menyusun isi CV ATS bagian demi bagian

Setelah format beres, tahap berikutnya dalam cara membuat CV ATS adalah mengisi tiap bagian. Berikut urutan yang disarankan Dealls dan Cake. Contoh di bawah ini adalah contoh ilustrasi dengan data fiktif.

1. Identitas dan kontak

Tulis nama lengkap, kota domisili, nomor telepon atau WhatsApp, dan email profesional. Tambahkan tautan LinkedIn atau portofolio kalau ada. Pastikan semua kontak aktif. Cake memasukkan kontak yang salah ke daftar kesalahan umum.

2. Ringkasan singkat

Dealls menyarankan sekitar empat sampai lima baris, sedangkan Cake menyebut tiga sampai empat kalimat. Isinya status Anda, pengalaman utama, dan keterampilan yang relevan dengan lowongan.

Contoh ilustrasi: “Lulusan S1 Manajemen dengan pengalaman magang di bidang pemasaran digital. Terbiasa menyusun konten media sosial dan membaca laporan Google Analytics. Mencari posisi Digital Marketing Officer.”

3. Pengalaman kerja

Tulis nama perusahaan, posisi, dan periode. Lalu, seperti saran Dealls, buat dua sampai lima poin untuk tiap pengalaman. Cantumkan hasil terukur kalau memang ada. Fresh graduate boleh memasukkan magang, kerja paruh waktu, atau proyek freelance.

Contoh ilustrasi (angka fiktif):

  • Mengelola jadwal unggahan media sosial untuk tiga akun perusahaan.
  • Menyusun laporan mingguan Google Analytics untuk tim pemasaran.
  • Menaikkan jumlah pengikut akun Instagram sebesar 20% dalam tiga bulan.

Poin terakhir hanyalah ilustrasi format. Pakai angka Anda sendiri yang bisa dibuktikan. Jangan memoles angka agar terlihat lebih bagus.

4. Pendidikan

Cantumkan institusi, jurusan, serta tahun masuk dan lulus. IPK bersifat opsional. Riwayat SD sampai SMA umumnya tidak perlu, kecuali SMK yang relevan dengan posisi.

5. Keterampilan dan sertifikasi

Pisahkan keterampilan teknis, soft skill, dan bahasa beserta tingkat kemahiran. Masukkan sertifikasi yang relevan. Di sinilah kata kunci dari lowongan paling wajar ditempatkan, selama Anda memang menguasainya.

Checklist akhir sebelum mengirim CV

Gunakan daftar ini sebagai langkah terakhir dalam cara membuat CV ATS yang rapi. Sebagian besar poinnya diringkas dari checklist Cake dan Dealls.

  1. Uji salin-tempel. Salin isi PDF Anda, lalu tempel ke Word atau aplikasi catatan. Kalau teksnya utuh dan urutannya benar, CV Anda kemungkinan terbaca baik. Uji ini disarankan oleh Cake.
  2. Cek teks bisa dipilih. Kalau Anda tidak bisa menyorot teks di PDF, kemungkinan besar berkas itu berbentuk gambar.
  3. Periksa judul bagian. Pastikan memakai istilah standar.
  4. Cocokkan dengan lowongan. Pastikan keterampilan penting dari lowongan muncul, selama benar milik Anda.
  5. Baca ulang ejaan. Salah ketik termasuk kesalahan umum yang disebut Dealls dan Cake.
  6. Periksa nama berkas. Gunakan nama yang jelas dan profesional.
  7. Coba pemeriksa CV online. Cake menyebut alat seperti Jobscan dan Resume Worded, sedangkan Dealls punya pemeriksa sendiri. Anggap hasilnya sebagai masukan, bukan vonis.

Kesalahan umum yang perlu dihindari

  • Desain terlalu kreatif, dengan banyak warna, gambar, atau font sulit dibaca.
  • Singkatan tidak umum tanpa kepanjangan.
  • CV terlalu panjang atau penuh pengalaman yang tidak relevan.
  • Kalimat panjang dan berbelit-belit, padahal poin singkat lebih mudah dipindai.
  • Email tidak profesional atau kontak yang tidak aktif.
  • Tanggal dan informasi yang tidak konsisten.
  • Satu CV yang sama untuk semua lowongan.

Setelah CV siap, lengkapi lamaran Anda

CV yang ramah ATS hanyalah satu bagian dari lamaran. Banyak portal juga meminta surat pengantar. Pelajari contoh surat lamaran kerja yang benar supaya dokumen pendukung Anda sama rapinya. Kalau Anda masih mencari posisi yang cocok, lihat juga peluang lowongan kerja online sebelum mulai menyesuaikan CV.

Satu hal yang perlu diingat: sistem hanya membantu perekrut mengelola lamaran. Manusia tetap membaca CV Anda pada akhirnya. Karena itu, terapkan cara membuat CV ATS di atas agar CV mudah dibaca mesin sekaligus jelas bagi orang.

Spread the love

Tinggalkan Balasan