Contoh Copywriting Soft Selling: Caption, WA, dan Email

Banyak orang paham konsep soft selling, tetapi kepalanya kosong saat mulai menulis caption. Karena itu, artikel ini langsung memberi contoh copywriting soft selling untuk caption Instagram, Story, WhatsApp, marketplace, dan email. Semua contoh di bawah adalah contoh buatan untuk ilustrasi. Jadi, ganti detailnya dengan fakta produkmu sendiri.

Pertama, kita sepakati dulu cara kerjanya. Setelah itu, kita bedah format dan jenis produk satu per satu. Terakhir, kita bahas kesalahan yang sering membuat copy terasa dipaksakan, termasuk batasan hukumnya.

Apa itu soft selling?

Soft selling adalah cara menawarkan produk secara tidak langsung dan tanpa tekanan. Menurut pembahasan majoo tentang iklan soft selling, ciri utamanya adalah jalan cerita. Selain itu, citra merek tampil lewat visual, humor sering ikut dipakai, dan harga biasanya tidak dicantumkan. Sementara itu, Dealls menekankan empati, storytelling, dan saran untuk memberi solusi atas masalah pelanggan.

Jika ingin melihat perbandingannya dengan gaya agresif, baca juga Engangement Pelanggan Meningkat Secara Natural Tanpa Hard Selling. Singkatnya, soft selling membangun kepercayaan lebih dulu, lalu menawarkan.

Tiga rumus yang dipakai hampir semua contoh

Hampir semua copy soft selling bertumpu pada tiga pola. Kamu tidak perlu menghafal teori panjang. Cukup pilih satu pola, lalu isi dengan situasi pembelimu.

1. Storytelling: mulai dari sebuah adegan

Buka dengan momen kecil yang pembaca kenali. Produk muncul belakangan sebagai bagian dari cerita. Dengan begitu, pembaca merasa sedang mengikuti kisah, dan iklannya tidak terasa menonjol.

2. Edukasi: beri tahu sesuatu yang berguna dulu

Mulai dengan tips yang tetap bermanfaat meski orang tidak membeli. Setelah itu, sebut produkmu sebagai salah satu cara menerapkannya. Pola ini cocok untuk jasa dan produk yang butuh penjelasan.

3. Empati, masalah, solusi

Tunjukkan bahwa kamu paham keluhan pembaca. Lalu uraikan masalahnya dengan bahasa mereka sendiri. Barulah tawarkan solusi yang ringan, misalnya “kalau mau, kami kirim contohnya”.

Contoh copywriting soft selling untuk caption Instagram

Caption Instagram punya ruang cukup untuk bercerita. Karena itu, ketiga pola di atas bisa kamu pakai di sini. Berikut contoh buatan untuk tiga jenis produk.

Contoh 1 (buatan): makanan, pola storytelling

Jam 4 sore, perut keroncongan, tapi kerjaan belum kelar. Biasanya kita cuma meraih biskuit sisa kemarin.

Minggu ini kami coba bikin bekal kecil yang awet di laci kantor: roti isi yang bisa langsung kamu makan.

Kamu juga sering lupa makan siang? Cerita di kolom komentar, ya. Kami penasaran jam berapa perutmu mulai protes.

Contoh 2 (buatan): fashion, pola edukasi

Linen memang mudah kusut. Supaya tetap rapi, coba tiga kebiasaan ini: jemur dengan hanger, setrika saat kain masih sedikit lembap, dan simpan dengan digantung.

Kemeja linen kami berpotongan longgar, jadi lipatan kusutnya tidak terlalu kentara. Detail bahan ada di highlight “Bahan”.

Contoh 3 (buatan): jasa, pola empati-masalah-solusi

Punya usaha kecil, tapi catatan keuangan masih tersebar di buku dan chat? Wajar, banyak pemilik usaha mulai dari situ.

Kalau kamu ingin mencoba pencatatan yang lebih rapi, kami buka sesi konsultasi singkat. Kamu tidak wajib lanjut setelahnya.

Perhatikan pola yang sama di ketiganya. Tidak ada kata “beli sekarang”. Sebaliknya, ajakannya kecil, yaitu berkomentar, membuka highlight, atau ikut konsultasi singkat.

Contoh copywriting soft selling di WhatsApp dan Story

Format ini lebih pendek dan lebih personal. Biasanya pembaca kenal kamu, atau minimal pernah berinteraksi denganmu. Maka nada bicaranya harus seperti mengobrol dengan satu orang.

Contoh 4 (buatan): Story, produk digital

Banyak yang tanya cara mulai belajar desain dari nol. Ini 3 kesalahan pemula yang sering muncul (geser, ya).

Slide terakhir: template latihan gratis, kalau mau dipakai.

Contoh 5 (buatan): WhatsApp ke pelanggan lama

Halo Kak, terima kasih sudah pernah pesan catering untuk acara kantor. Semoga acaranya lancar, ya. Bulan ini kami punya menu baru yang lebih ringan. Mau kami kirimi fotonya dulu, tanpa harus pesan?

Pesan seperti contoh 5 cocok untuk pelanggan yang sudah pernah membeli. Panduan lengkapnya ada di Follow Up Pelanggan Lama via WhatsApp. Sementara itu, strategi jualan lewat chat secara umum ada di Jualan di WhatsApp.

Ada satu prinsip yang kami pakai saat menyusun alur percakapan bot layanan pelanggan, yaitu satu pertanyaan per giliran. Tujuannya agar percakapan mengalir. Prinsip ini juga mudah kamu terapkan pada chat manual. Karena itu, contoh 5 hanya memuat satu pertanyaan di akhir.

Contoh deskripsi produk di marketplace

Deskripsi marketplace sering berubah jadi daftar spesifikasi yang kaku. Padahal pembeli juga ingin tahu apakah produk itu cocok untuknya. Jadi, buka dengan situasi pemakaian, lalu lanjut ke spesifikasi.

Contoh 6 (buatan): peralatan dapur

Talenan sering bergeser saat kamu memotong sayur? Bagian bawah talenan ini memakai alas karet, jadi posisinya lebih stabil di meja.

Ukuran: [isi sesuai produk]. Bahan: [isi sesuai produk]. Cara perawatan: [isi sesuai produk].

Ada pertanyaan soal ukuran? Tulis di kolom chat, kami bantu cek.

Isi bagian spesifikasi dengan data asli produkmu. Misalnya, jika talenanmu tidak punya alas karet, ganti kalimat pembukanya. Alasannya ada di bagian kesalahan umum di bawah.

Contoh email soft selling

Email memberi ruang untuk edukasi yang lebih panjang. Karena itu, subjeknya sebaiknya terdengar seperti kabar dari teman. Hindari subjek yang mirip pengumuman diskon.

Contoh 7 (buatan): email untuk calon pelanggan jasa

Subjek: Satu kebiasaan kecil yang bikin rapat tim lebih singkat

Halo, minggu lalu kami menulis soal rapat yang molor. Hari ini kami bagikan satu kebiasaan sederhana: tulis tujuan rapat dalam satu kalimat sebelum mengirim undangan.

Kalau kamu ingin membahasnya lebih jauh untuk timmu, balas saja email ini.

Selain itu, perhatikan bahwa email ini tidak menyebut harga sama sekali. Fungsinya membuka percakapan. Penawaran rinci baru masuk setelah calon pelanggan membalas.

Contoh copywriting soft selling untuk produk digital dan kursus

Produk digital tidak bisa dipegang, jadi pembeli butuh gambaran yang jujur. Maka fokuslah pada proses yang akan pembaca alami. Jangan menjanjikan hasil tertentu.

Contoh 8 (buatan): kursus atau e-book

Belajar sendiri dari video acak sering bikin bingung harus mulai dari mana. Kami menyusun materinya berurutan, dari dasar sampai latihan kecil di tiap bab.

Mau lihat dulu bab pertamanya? Kami kirim contohnya gratis lewat email.

Contoh di atas menawarkan cuplikan tanpa memaksa. Pendekatan ini masuk akal karena, menurut Dealls, keputusan pembelian produk bernilai tinggi sering butuh waktu pertimbangan lebih lama. Untuk ide promosi lain yang ramah anggaran UKM, lihat juga Cara Promosi Produk untuk UKM.

Bukti sosial tanpa mengarang

Bukti sosial membuat soft selling lebih meyakinkan. Di tim kami, testimoni dan tangkapan layar chat klien selalu ikut terlampir setiap kali kami mengirim penawaran. Namun, kami tidak memakai gambar testimoni yang memuat nama klien.

Aturannya sederhana. Pertama, pakai hanya testimoni nyata. Kedua, minta izin sebelum memuatnya. Pasal 17 ayat (1) huruf e UU Perlindungan Konsumen juga melarang iklan yang mengeksploitasi seseorang tanpa persetujuan yang bersangkutan. Oleh karena itu, contoh di artikel ini sengaja tidak memuat testimoni. Jangan mengisi kekosongan itu dengan kutipan pelanggan karangan.

Kesalahan umum saat menulis soft selling

Terlalu halus sampai tidak ada ajakan

Soft selling tetap punya tujuan. Setiap copy butuh langkah berikutnya yang jelas. Bentuknya boleh kecil, misalnya “balas YA untuk contohnya”.

Menjanjikan hasil yang tidak bisa dibuktikan

Kalimat seperti “pasti langsung berhasil” berisiko. Menurut naskah resmi UU Nomor 8 Tahun 1999, Pasal 17 ayat (1) melarang pelaku usaha periklanan memproduksi iklan yang mengelabui konsumen. Huruf a menyebut kualitas, kuantitas, bahan, kegunaan, harga, dan ketepatan waktu penerimaan barang. Kemudian huruf c melarang informasi yang keliru, salah, atau tidak tepat. Huruf f juga melarang iklan yang melanggar etika atau ketentuan periklanan. Jadi, tulis hanya klaim yang bisa kamu penuhi.

Menghindari topik harga terlalu lama

Menurut catatan tim kami, harga adalah topik pertama yang paling sering prospek bahas. Di salah satu log terbesar kami, sekitar 35% catatan pembicaraan memuat pertanyaan soal harga, promo, atau cara membeli. Angka itu berasal dari periode 2019-2022 dan hanya perkiraan kasar. Meski begitu, polanya cukup jelas. Karena itu, siapkan jawaban harga sebelum menghubungi prospek. Soft selling berarti tidak memaksa, dan kejujuran soal harga tetap perlu.

Berhenti setelah satu kali kirim

Dalam log prospek yang sama, jawaban paling umum dari prospek yang tidak langsung membeli adalah variasi “nanti dikabari”. Artinya, mereka belum tentu menolak. Maka, satu pesan lanjutan yang ringan masih wajar. Lebih baik lagi, minta waktu follow-up yang spesifik, misalnya “boleh saya hubungi lagi Kamis sore?”.

Mengira soft selling menggantikan semua

Dealls menyebut kedua teknik bisa digabungkan. Contohnya, soft selling membangun kepercayaan, lalu hard selling menutup penjualan. Jadi, pilih pendekatan sesuai tahap pembelimu.

Cara menguji contoh copywriting soft selling

Jangan menelan contoh mentah-mentah. Setiap contoh copywriting soft selling hanya berguna bila cocok dengan kebiasaan pembelimu. Karena itu, uji dulu dengan tiga pertanyaan berikut.

  • Apakah pembacaku akan mengenali situasi di kalimat pembuka?
  • Apakah ada manfaat yang jelas, meski mereka tidak membeli hari ini?
  • Apakah ajakan di akhir cukup kecil untuk mereka jawab dalam sepuluh detik?

Selain itu, simpan semua versi yang kamu tulis. Dengan begitu, kamu bisa membandingkan versi mana yang lebih banyak mendapat balasan. Pola yang berhasil di satu platform belum tentu berhasil di platform lain. Oleh karena itu, catat hasil tiap platform secara terpisah.

Cara menyesuaikan contoh dengan bisnismu

  1. Pilih satu pola: storytelling, edukasi, atau empati-masalah-solusi.
  2. Tulis keluhan pembeli dengan kata-kata mereka sendiri.
  3. Ganti detail contoh dengan fakta produkmu.
  4. Tambahkan satu ajakan kecil di akhir.
  5. Baca ulang, lalu hapus klaim yang tidak bisa kamu buktikan.

FAQ singkat

Apakah soft selling cocok untuk semua produk?

Tidak selalu. Produk yang butuh kepercayaan, seperti jasa atau barang bernilai tinggi, biasanya cocok. Sebaliknya, untuk promo cepat dengan batas waktu, pendekatan yang lebih langsung bisa lebih masuk akal.

Berapa panjang caption soft selling yang ideal?

Tidak ada angka baku. Ikuti kebutuhan ceritanya. Biasanya Story dan WhatsApp singkat, sedangkan caption dan email boleh lebih panjang.

Bolehkah saya menyalin contoh di atas?

Boleh, asalkan sebagai kerangka. Ganti detailnya dengan fakta produkmu sendiri. Selain itu, jangan menyalin klaim yang tidak berlaku untuk bisnismu.

Apakah soft selling boleh menyebut harga?

Boleh. Majoo mencatat bahwa iklan soft selling biasanya tidak mencantumkan harga. Namun, saat prospek bertanya langsung, jawab dengan jelas. Jawaban yang jelas memudahkan prospek memutuskan.

Langkah berikutnya, pilih satu contoh di atas untuk produk yang paling sering pelangganmu tanyakan minggu ini. Kirim versimu, lihat balasan yang masuk, lalu perbaiki dari situ.

Spread the love

Tinggalkan Balasan