Tugas Sales Marketing: Rincian Job Desk, Skill, KPI, dan Kisaran Gaji

Tugas sales marketing menggabungkan dua pekerjaan dalam satu peran: menjual langsung dan membuat orang tertarik membeli. Karena itu, satu orang bisa menelepon prospek pagi hari, lalu menyiapkan materi promosi pada sore hari. Di bawah ini, Anda akan menemukan rincian tugas sales marketing beserta skill yang dibutuhkan. Selain itu, ada KPI yang wajar, kisaran gaji dari sumber yang dikutip, dan kesalahan yang sering terjadi.

Apa itu sales marketing dan bedanya dengan sales atau marketing

Menurut Talenta, sales marketing adalah gabungan kegiatan pemasaran dan penjualan untuk mempromosikan produk atau jasa agar penjualan meningkat. Talenta membedakannya dengan jelas. Sales bersifat taktis dan operasional, dengan fokus pada target penjualan lewat interaksi langsung, negosiasi harga, dan penutupan transaksi. Marketing bersifat strategis, mencakup riset pasar, segmentasi, pengembangan merek, dan kampanye promosi. Sales marketing menutup jarak di antara keduanya, dari membangun kesadaran sampai transaksi selesai.

KitaLulus menyebut posisi ini juga dikenal sebagai sales marketing executive. Menurut KitaLulus, tugasnya mencakup riset, penyusunan strategi, sampai penjualan langsung. Sementara itu, Gramedia menekankan tujuan akhirnya: membangun kepercayaan, menghasilkan penjualan, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Perlu dicatat, tidak semua sumber membahas perbedaan sales dan marketing secara rinci. Qiscus dan Gramedia tidak menguraikannya. Karena itu, pembagian di atas berpegang pada Talenta.

Jika Anda ingin melihat tugas sales secara umum lintas jenis, baca panduan tugas sales. Untuk peran yang lebih fokus pada promosi, lihat penjelasan marketing executive.

Tugas sales marketing yang inti

Dari keempat sumber, semua tugas sales marketing bisa dikelompokkan menjadi empat: penjualan, promosi, administrasi, dan koordinasi. Pengelompokan ini rangkuman kami, bukan istilah baku dari satu sumber.

1. Tugas penjualan

Pada dasarnya, bagian ini paling dekat dengan pendapatan. Menurut KitaLulus, sales marketing melakukan penjualan langsung dan menutup transaksi. Talenta menambahkan tugas mengidentifikasi prospek, mengejar peluang, dan menyampaikan fitur serta manfaat produk secara lengkap. Kemudian, Gramedia menyebut negosiasi agar kesepakatan saling menguntungkan.

Selain itu, Gramedia memasukkan layanan purna jual dan respons terhadap keluhan. Dengan demikian, tugas penjualan tidak berhenti saat pembayaran masuk.

2. Tugas marketing dan promosi

Di sisi promosi, KitaLulus menyebut iklan, media sosial, pameran, dan penjualan langsung sebagai saluran. Talenta menyebut tugas merancang dan menjalankan strategi pemasaran sekaligus penjualan. Gramedia menambahkan riset pasar, pemilihan saluran, hingga penetapan harga.

Namun, menurut pengamatan penulis, ruang lingkupnya berbeda di tiap perusahaan. Di perusahaan besar, tim marketing terpisah biasanya memegang kampanye. Akibatnya, sales marketing hanya mengeksekusi. Di perusahaan kecil, satu orang bisa memegang semuanya.

3. Tugas administrasi dan pelaporan

KitaLulus menyebut tugas menganalisis efektivitas strategi dan membuat laporan penjualan untuk atasan. Qiscus menyebut merekap hasil penjualan untuk melihat produk yang disukai konsumen. Menurut Qiscus, rekap itu juga bisa menjadi dasar untuk mencoba produk baru.

Bila pekerjaan administrasi menumpuk, sebagian perusahaan memisahkannya ke peran lain. Bacaan lanjutan ada di tugas sales admin.

4. Tugas koordinasi dan strategi

Qiscus menambahkan dua tugas yang jarang muncul di sumber lain. Pertama, mengelola tim pemasaran agar target tercapai. Kedua, menyusun strategi penjualan setelah evaluasi. Selain itu, Qiscus dan Talenta sama-sama menyebut analisis pasar, termasuk tren dan perilaku konsumen.

Dalam praktiknya, tugas ini lebih sering melekat pada sales marketing senior. Meski begitu, pemula tetap perlu terbiasa membaca data sederhana. Misalnya, catat produk mana yang paling sering ditanyakan, lalu laporkan polanya ke atasan. Kebiasaan kecil ini melatih cara berpikir strategis sejak awal.

Ritme kerja harian, mingguan, dan bulanan

Sumber yang kami buka tidak memuat jadwal kerja per hari, minggu, atau bulan. Jadi, bagian ini murni usulan penulis dan contoh praktik internal kami, bukan patokan pasar.

Harian

Tim sales internal kami bekerja dengan blok waktu. Pertama, pagi dimulai dengan cek tugas dan CRM. Sekitar pukul 09.00 sampai 11.30, tim menawarkan produk dan membuka kembali prospek lama. Setelah itu, siang hari difokuskan untuk follow-up prospek panas. Sekitar pukul 14.00, tim menghubungi klien lama. Sore hari dipakai mencari sekitar 50 data prospek baru.

Target harian kami sekitar 50 penawaran baru dan 30 follow-up retensi per orang. Namun, angka ini disusun untuk model bisnis kami. Bisnis lain bisa memakai angka yang sangat berbeda.

Mingguan dan bulanan

Sebagai usulan, tinjau pipeline setiap minggu. Lihat prospek yang macet, lalu tentukan tindakan berikutnya. Selanjutnya, setiap bulan hitung pencapaian terhadap target dan catat kampanye yang menghasilkan prospek terbaik.

Satu aturan internal kami juga berguna: penjualan diakui untuk insentif bila pelanggan sudah membayar lunas di bulan yang sama. Aturan ini mendorong tim mengawal transaksi sampai uang masuk. Tentu saja, perusahaan lain boleh memakai aturan berbeda.

Contoh pembagian tugas sales marketing di perusahaan kecil dan besar

Sumber yang kami baca tidak membandingkan ukuran perusahaan. Jadi, bagian ini adalah gambaran penulis. Tujuannya membantu Anda membaca lowongan dengan lebih realistis.

Di perusahaan kecil, tugas sales marketing biasanya lebar. Satu orang mencari prospek, membuat konten promosi, menawarkan, lalu membuat laporan. Keuntungannya, Anda belajar seluruh siklus penjualan. Namun, beban kerjanya berat dan prioritasnya sering bergeser.

Di perusahaan besar, tugas sales marketing lebih sempit. Tim lain biasanya memegang kampanye dan data, sehingga Anda fokus pada penawaran dan hubungan pelanggan. Selain itu, target dan KPI lebih terukur. Akibatnya, pekerjaan terasa lebih terstruktur, tetapi ruang bereksperimen lebih kecil.

Sebelum melamar, baca deskripsi lowongan dengan teliti. Cari tahu apakah posisi itu menuntut tugas sales marketing penuh atau hanya salah satu sisinya. Tanyakan juga skema insentif, karena KitaLulus mencatat kisaran gaji belum termasuk bonus target dan tunjangan.

Skill yang dibutuhkan sales marketing

Keempat sumber sepakat pada beberapa skill dasar. Berikut yang paling sering muncul.

  • Komunikasi. Talenta, KitaLulus, Gramedia, dan Qiscus menyebutnya. KitaLulus dan Gramedia menekankan lisan dan tulisan.
  • Pengetahuan produk. Qiscus meminta pemahaman fitur, kelebihan, kekurangan, dan nilai produk.
  • Negosiasi. Talenta dan KitaLulus memasukkannya. Menurut KitaLulus, sales bernegosiasi dengan pelanggan, sedangkan marketing dengan vendor atau partner.
  • Manajemen waktu. Qiscus menyarankan memprioritaskan peluang besar dan tidak membuang waktu pada calon pembeli yang jelas tidak tertarik.
  • Tahan penolakan. Talenta menyebut ketangguhan, dan Qiscus menyarankan menggali alasan penolakan.
  • Analisis data. KitaLulus dan Gramedia menyebutnya. Gramedia juga menyebut penguasaan perangkat digital, seperti software pemasaran dan media sosial.

Qiscus juga menyebut mendengarkan dengan empati. Menurutnya, pelanggan perlu disimak kebutuhannya, bukan terus dijelaskan produknya.

KPI yang wajar untuk sales marketing

Talenta memuat daftar KPI paling lengkap. Isinya tingkat konversi penjualan, tingkat retensi pelanggan, nilai rata-rata penjualan, tingkat konversi lead, tingkat pertumbuhan pendapatan, dan tingkat kepuasan pelanggan. Sementara itu, KitaLulus hanya menyebut target penjualan dari perusahaan, Qiscus menyinggung target pelanggan bulanan, dan Gramedia tidak menyebut KPI.

Berdasarkan daftar itu, kami mengusulkan tiga lapisan. Ini usulan penulis, bukan standar industri.

  • Aktivitas: jumlah penawaran baru dan jumlah follow-up per hari.
  • Hasil: konversi lead menjadi pelanggan dan nilai penjualan.
  • Hubungan: retensi dan kepuasan pelanggan.

Oleh karena itu, ketiganya perlu seimbang. Jika hanya aktivitas yang dihitung, kualitas penawaran bisa turun. Jika hanya hasil yang dihitung, penyebab kegagalan sulit dilacak. Contoh angka dan cara menyusunnya ada di contoh KPI sales.

Kisaran gaji sales marketing

Angka gaji dari sumber yang kami baca terbatas dan berbeda satuannya. KitaLulus menulis kisaran Rp4 juta hingga Rp8 juta per bulan. Menurut KitaLulus, angka itu bergantung pada pengalaman, jabatan, dan perusahaan, serta belum termasuk bonus target dan tunjangan.

Talenta mengutip Indeed.com dengan pendapatan rata-rata mulai Rp5,1 juta. Namun, Talenta menulisnya “per tahun”, satuan yang janggal untuk angka sebesar itu, sehingga sebaiknya dicek ulang di sumber asli. Karena itu, kami tidak memakai angka tersebut sebagai patokan. Qiscus dan Gramedia tidak mencantumkan gaji.

Dengan demikian, anggap angka KitaLulus sebagai gambaran kasar. Gaji nyata bisa berbeda menurut industri, kota, dan skema insentif. Untuk perbandingan peran terdekat, lihat gaji sales executive.

Kesalahan umum dalam menjalankan tugas sales marketing

Bagian ini berisi pengamatan penulis dan praktik tim kami, bukan temuan dari keempat sumber.

  1. Menjual tanpa bukti. Calon pembeli sering ragu pada penawaran polos. Tim sales internal kami rutin menyertakan gambar testimoni atau bukti sosial saat mengirim penawaran.
  2. Mengabaikan klien lama. Prospek baru memang menarik. Namun, klien lama sudah mengenal produk Anda. Karena itu, rutinitas internal kami menyisihkan blok khusus sekitar pukul 14.00 untuk menghubungi mereka.
  3. Salah memahami saluran promosi. Dalam pelatihan kami, website diibaratkan toko. SEO seperti toko di pinggir jalan ramai, sedangkan iklan seperti pamflet di tempat lalu-lalang. Analogi ini membantu memilih saluran sesuai tujuan.
  4. Tidak mencatat di CRM. Akibatnya, prospek panas terlupa dan laporan tidak akurat.
  5. Menyerah saat ditolak. Qiscus menyarankan sebaliknya: cari tahu alasan penolakan, lalu tangani masalahnya.

Tips memulai sebagai sales marketing

Berikut langkah awal yang bisa langsung Anda praktikkan. Sebagian diambil dari sumber, sebagian lagi usulan penulis.

Pertama, kuasai produk sampai Anda bisa menjelaskan alasan produk itu layak ditawarkan. Qiscus menempatkan hal ini di urutan teratas.

Kedua, pelajari tugas sales marketing dari sisi pelanggan. Tanyakan apa yang membuat mereka ragu, lalu siapkan jawaban dan bukti sebelum mereka bertanya.

Ketiga, pilih satu sistem pencatatan dan pakai setiap hari. Keempat, bagi hari kerja menjadi blok waktu seperti contoh di atas. Kelima, belajar dari berbagai bidang. Gramedia menyarankan terus belajar, mencoba teknik penjualan baru, serta mengambil kursus atau magang di bidang pemasaran.

Terakhir, pahami batas peran. Jika pekerjaan Anda lebih banyak di lapangan dengan target penjualan harian, bandingkan dengan job desk sales executive. Dengan begitu, Anda tahu keahlian mana yang perlu diasah lebih dulu.

Spread the love

Tinggalkan Balasan