Cara Menangani Keberatan Harga Saat Pelanggan Bilang Mahal

Pelanggan bilang mahal, lalu percakapan terhenti. Banyak sales bingung, mau membela diri atau langsung memberi potongan. Padahal cara menangani keberatan harga yang tepat justru dimulai dari bertanya, bukan dari menawar. Pertama, Anda perlu tahu apa yang sebenarnya dimaksud calon pembeli. Kemudian, barulah Anda memilih jawaban yang cocok. Artikel ini membahas langkahnya untuk sales mobil, penjual jasa, dan pemilik usaha kecil.

Mengapa Pelanggan Bilang Mahal Belum Tentu Soal Harga

Kata “mahal” sering menjadi jawaban singkat yang terasa aman. Misalnya, calon pembeli belum paham manfaatnya, belum percaya, atau memang belum punya dana. Oleh karena itu, ucapan itu perlu Anda bongkar dulu sebelum Anda menjawab.

Harga memang topik yang sering muncul. Menurut catatan internal tim kami, sekitar 35 persen catatan di satu log prospek terbesar memuat pertanyaan harga. Angka ini perkiraan dari pencarian kata kunci pada log manual cold outreach 2019-2022. Namun, konteksnya penawaran jasa pemasaran dan jasa digital, bukan dealer mobil. Jadi, anggap angka ini gambaran, bukan patokan untuk bidang Anda.

Di samping itu, alasan lain ikut menyertai. Di tiap log, “dana belum ada” muncul sekitar 7 sampai 12 persen. Sementara itu, “dipelajari dulu” muncul sekitar 10 sampai 15 persen. Artinya, keberatan harga perlu dibaca bersama alasan lain.

Cara Menangani Keberatan Harga: Diagnosis Dulu, Jawab Kemudian

Langkah pertama adalah diagnosis. Menurut panduan price objections dari Rework, keberatan bisa berasal dari anggaran, nilai, perbandingan dengan kompetitor, atau persetujuan internal. Selain itu, kerangka LAER dari ClickUp juga membantu: dengarkan, akui, jelajahi, lalu tanggapi.

Kerangka Feel-Felt-Found dari ClickUp cocok untuk pelanggan yang ragu. Pertama, akui perasaannya (“Saya mengerti harganya terasa besar”). Kemudian, ceritakan orang lain yang merasakan hal sama, lalu sampaikan apa yang akhirnya mereka temukan. Namun, gunakan cerita pelanggan nyata dari usaha Anda. Jangan mengarang kisah demi menutup penjualan.

Sementara itu, Crunchbase menyarankan Anda menyimpan pembahasan harga sampai prospek mengenal dan percaya pada produk. Karena itu, ajukan pertanyaan kualifikasi sebelum menyebut angka. Tim kami biasa menanyakan jumlah SKU, marketplace yang dipakai, dan target penjualan. Sebagai padanan, sales mobil bisa menanyakan kebutuhan pemakaian, jumlah anggota keluarga, dan rencana cicilan.

1. Keberatan anggaran

Pelanggan ingin membeli, tetapi dananya belum tersedia. Pertama, akui kondisinya tanpa menghakimi. Kemudian, cari bentuk pembayaran yang lebih ringan. Dengan begitu, hubungan tetap terjaga meski penjualan belum terjadi hari ini.

Contoh kalimat: “Saya paham, bulan ini memang ketat. Kalau boleh tahu, kisaran yang nyaman berapa per bulan?” Setelah itu, tawarkan pilihan yang tidak menurunkan nilai.

  • Pecah harga ke unit kecil, misalnya mingguan atau bulanan.
  • Tawarkan termin atau pembayaran kartu kredit.
  • Beri voucher dengan batas waktu.
  • Tanyakan kapan Anda boleh mengingatkan kembali, lalu tutup dengan sopan.

Urutan ini mengikuti skrip internal tim kami untuk klien tanpa dana. Isinya paket mingguan sebagai ganti bulanan, kartu kredit, voucher terbatas waktu, lalu menanyakan kapan boleh diingatkan.

2. Keberatan nilai

Di sini pelanggan belum melihat manfaat yang sepadan. Karena itu, jangan buru-buru menurunkan harga. Sebaliknya, tanyakan dulu bagian mana yang terasa belum sebanding. Setelah itu, tunjukkan bukti sosial berupa testimoni asli dari pelanggan Anda.

Misalnya, “Wajar kalau terasa mahal. Bagian mana yang menurut Anda belum sebanding dengan harganya?” Kemudian, hubungkan jawabannya dengan kebutuhan mereka. Rework juga menyarankan membandingkan harga dengan biaya tidak bertindak. Maksudnya, kerugian yang tetap berjalan bila pelanggan menunda.

Di sisi lain, hindari janji hasil. Tim kami tidak menjanjikan hasil kepada calon klien. Oleh karena itu, fokuslah pada apa yang benar-benar Anda kerjakan.

3. Keberatan karena perbandingan

Pelanggan bilang mahal karena melihat penawaran lain yang lebih murah. Pertama, minta mereka menunjukkan apa yang termasuk di penawaran itu. Sering kali, cakupan, garansi, atau layanan purnajualnya berbeda.

Contoh kalimat: “Boleh saya lihat rinciannya? Supaya kita bandingkan yang setara.” Namun, jangan menjelekkan pesaing. Sebaiknya, jujurlah tentang kelebihan dan batas produk Anda.

Sebagai gambaran, tim kami pernah menghadapi calon klien yang membandingkan dengan pesaing seharga sekitar Rp500 ribu. Untuk situasi itu, tim menyiapkan paket ringan sekitar Rp575 ribu. Meski begitu, jelaskan dulu penawaran utama Anda sebelum mengeluarkan paket yang lebih ringan. Dengan begitu, pelanggan tidak merasa Anda langsung menyerah pada harga.

4. Keberatan karena persetujuan orang lain

Kadang pelanggan harus bertanya dulu kepada pasangan, atasan, atau rekan bisnis. Situasi ini sering berujung pada jawaban “nanti dikabari”. Menurut catatan internal tim kami, jawaban itu muncul di sekitar 26 dan 40 persen catatan pada dua log terbesar. Namun, catatan itu tidak merinci apakah penyebabnya persetujuan orang lain.

Oleh karena itu, bantu orang itu menjelaskan penawaran Anda. Contoh kalimat: “Boleh saya kirim ringkasan satu halaman untuk dibawa ke diskusi? Kalau perlu, saya ikut menjelaskan.” Kemudian, sepakati tanggal tindak lanjut. Pembahasan lengkapnya ada di panduan follow up calon pembeli mobil.

Kapan Boleh Memberi Diskon, dan Apa Alternatifnya

Diskon bukan jawaban pertama. Sebaliknya, Rework menempatkannya sebagai opsi terakhir dan menyarankan Anda menukarnya dengan imbalan. Crunchbase juga menyebut diskon atau opsi pembayaran sebagai pilihan bila memungkinkan.

Karena itu, tetapkan batas sejak awal. Menurut catatan internal tim kami, diskon sampai 10 persen boleh tanpa persetujuan. Sebaliknya, diskon lebih dari itu perlu persetujuan pemilik. Batas tertulis seperti ini mencegah sales menurunkan harga secara spontan.

Selain itu, cobalah dulu meyakinkan pelanggan pada penawaran pertama. Setelah itu, barulah pindah ke penawaran berikutnya. Dengan begitu, nilai penawaran utama tetap terjaga.

Berikut alternatif diskon yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Kurangi cakupan, misalnya paket yang lebih ringan.
  • Gabungkan beberapa layanan dalam satu paket.
  • Tawarkan pilot bertahap atau termin pembayaran.
  • Tambahkan nilai, misalnya bonus layanan.

Sebagai contoh urutan, tim kami pernah menyusun tangga penawaran retensi untuk klien lama. Urutannya perpanjang domain, perpanjang iklan, domain gratis satu bulan, lalu paket iklan Facebook. Contoh ini berasal dari konteks retensi, jadi pakai hanya sebagai gambaran cara menyusun tawaran bertahap.

Misalnya, saat memberi diskon: “Saya bisa bantu potongan kecil bila Anda sepakat memesan hari ini.” Jadi, potongan selalu ditukar dengan komitmen.

Kesalahan Umum Saat Pelanggan Bilang Mahal

Beberapa kebiasaan justru memperburuk keadaan, terutama pada pembicaraan pertama. Berikut yang perlu Anda hindari:

  • Langsung memberi diskon. Akibatnya, pelanggan belajar bahwa harga Anda bisa ditawar tanpa alasan.
  • Membela diri. Nada defensif membuat pelanggan merasa tidak didengar.
  • Membuka dengan harga. Akibatnya, manfaat belum sempat dipahami.
  • Melompat ke penawaran berikutnya. Anda belum mencoba meyakinkan pada penawaran pertama.
  • Menjanjikan hasil. Janji yang tidak bisa Anda kendalikan merusak kepercayaan.
  • Tidak menindaklanjuti. Tanpa tanggal tindak lanjut, percakapan mudah terlupakan.

Untuk memperdalam dasarnya, baca juga cara jadi sales yang handal dan tugas sales mobil. Bila percakapan Anda berlangsung lewat chat, lihat juga strategi jualan di WhatsApp.

Biasakan Mencatat Setiap Keberatan

Cara menangani keberatan harga akan makin tajam bila Anda punya data sendiri. Karena itu, catat empat hal setelah tiap percakapan. Keempatnya adalah jenis keberatan, kalimat asli pelanggan, penawaran Anda, dan tanggal tindak lanjut. Misalnya, tulis “anggaran, ‘bulan ini belum ada dana’, tawar paket mingguan, hubungi tanggal 10”.

Kemudian, setelah sebulan, Anda bisa melihat jenis keberatan yang paling sering. Dari situ, Anda tahu skrip mana yang perlu diperbaiki. Spreadsheet sudah cukup untuk memulai. Namun, bila prospek Anda makin banyak, CRM membantu mencatat keberatan dan tanggal tindak lanjut di satu tempat. Salah satu pilihannya Close CRM (link afiliasi; kami mendapat komisi bila Anda mendaftar, tanpa biaya tambahan bagi Anda).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Haruskah saya langsung memberi diskon saat pelanggan bilang mahal?

Sebaiknya tidak, karena Anda kehilangan kesempatan menggali alasan sebenarnya. Pertama, tanyakan apa yang membuat harga terasa berat. Namun, bila Anda tetap perlu menurunkan harga, kurangi cakupan atau minta imbalan, seperti pemesanan lebih cepat.

Bagaimana menyikapi jawaban “nanti dikabari” setelah membahas harga?

Pertama, anggap itu tanda mungkin ada keberatan yang belum terucap. Kemudian, tanyakan hal yang perlu dipertimbangkan, tawarkan ringkasan, dan sepakati tanggal tindak lanjut.

Bagaimana membalas pelanggan bilang mahal lewat WhatsApp?

Contoh pesan: “Terima kasih sudah berterus terang, Kak. Boleh saya tahu bagian mana yang terasa berat? Saya coba carikan pilihan yang pas.” Setelah itu, lanjutkan sesuai jenis keberatan yang muncul.

Kesimpulan: Mulai dari Satu Pertanyaan

Cara menangani keberatan harga pada dasarnya: dengarkan, diagnosis, lalu tawarkan opsi. Jadi, mulailah dengan pertanyaan untuk menemukan jenis keberatannya. Kemudian, pilih jawaban yang sesuai. Berikut langkah nyata untuk minggu ini:

  1. Tulis satu skrip untuk tiap jenis keberatan: anggaran, nilai, perbandingan, dan persetujuan orang lain.
  2. Tentukan batas diskon dan alternatifnya sebelum bertemu pelanggan.
  3. Catat setiap keberatan beserta tanggal tindak lanjut.

Untuk rujukan tambahan, baca panduan objection handling Crunchbase.

Catatan data: angka “catatan internal tim kami” berasal dari log manual cold outreach jasa pemasaran dan digital 2019-2022. Data ini bukan dari dealer mobil. Angkanya perkiraan dari pencarian kata kunci. Gunakan sebagai gambaran pola, bukan patokan pasti. Contoh pesan dan skrip di artikel ini bersifat ilustratif.

Spread the love

Tinggalkan Balasan