Behel fashion sempat menjadi tren di kalangan remaja karena dianggap dapat membuat penampilan terlihat lebih menarik. Banyak orang menggunakan behel hanya sebagai aksesori tanpa memahami fungsi sebenarnya dari perawatan ortodonti. Akibatnya, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, apakah behel fashion bisa merapikan gigi?
Jawabannya adalah tidak. Behel gaya tidak dirancang untuk memperbaiki susunan gigi seperti behel medis yang dipasang oleh dokter gigi spesialis ortodonti. Penggunaan behel gaya justru dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan mulut jika dipasang sembarangan.
Apa Itu Behel Fashion?
Behel fashion adalah kawat gigi yang digunakan hanya untuk tujuan estetika atau gaya. Berbeda dengan behel medis, pemasangannya sering dilakukan tanpa pemeriksaan kondisi gigi dan rahang secara profesional. Pada perawatan ortodonti asli, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh seperti:
- posisi gigi,
- struktur rahang,
- kondisi gusi,
- hingga hasil rontgen gigi.
Tujuannya agar tekanan dari kawat gigi dapat menggerakkan gigi dengan aman dan terkontrol. Sementara itu, behel gaya umumnya dipasang tanpa perhitungan medis yang tepat.
Mengapa Behel Fashion Tidak Bisa Merapikan Gigi?
Behel medis bekerja dengan memberikan tekanan khusus pada gigi secara bertahap. Tekanan tersebut harus dihitung secara detail agar pergeseran gigi berjalan aman dan sesuai kebutuhan pasien.
Behel gaya tidak memiliki perencanaan ortodonti yang benar. Bahkan beberapa jenis hanya ditempel sebagai aksesori tanpa fungsi perawatan sama sekali.
Jika tekanan kawat tidak sesuai, posisi gigi justru bisa berubah secara tidak normal. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan:
- gigi menjadi lebih berantakan,
- nyeri pada rahang,
- gusi bengkak,
- hingga kerusakan akar gigi.
Karena itu, penggunaan behel fashion tidak disarankan untuk merapikan gigi.
Risiko Menggunakan Behel Fashion
Selain tidak efektif untuk perawatan gigi, penggunaan behel fashion juga memiliki sejumlah risiko kesehatan.
1. Infeksi Mulut dan Gusi
Pemasangan yang tidak steril dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri pada mulut dan gusi. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri, hingga luka pada jaringan mulut.
2. Gigi Menjadi Goyang
Tekanan yang tidak sesuai dapat merusak jaringan penyangga gigi. Akibatnya, gigi bisa menjadi goyang bahkan berisiko tanggal.
3. Kerusakan Email Gigi
Beberapa pemasangan behel fashion menggunakan lem yang tidak aman untuk gigi. Hal tersebut dapat merusak lapisan email dan meningkatkan risiko gigi berlubang.
4. Gangguan Posisi Rahang
Perubahan posisi gigi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi susunan rahang dan menyebabkan masalah gigitan.
Behel Medis Harus Dipasang oleh Dokter Gigi
Jika ingin merapikan susunan gigi, sebaiknya gunakan perawatan ortodonti resmi yang dilakukan oleh dokter gigi atau spesialis ortodonti.
Dokter akan menentukan jenis perawatan yang sesuai berdasarkan kondisi pasien. Selain itu, kontrol rutin juga diperlukan untuk memastikan pergerakan gigi berjalan aman.
Meski biaya perawatan ortodonti medis cenderung lebih mahal, prosedur ini jauh lebih aman dibanding penggunaan behel fashion tanpa pengawasan profesional.
Jangan Tergiur Harga Murah
Salah satu alasan banyak orang memilih behel fashion adalah harganya yang jauh lebih murah. Namun, biaya murah sering kali tidak sebanding dengan risiko kesehatan yang dapat muncul di kemudian hari. Kerusakan gigi akibat pemasangan yang salah justru bisa membutuhkan biaya perawatan lebih besar.
Karena itu, penting untuk memahami bahwa kawat gigi bukan sekadar aksesori penampilan, melainkan alat medis yang harus digunakan dengan prosedur yang benar.
Kesimpulan
Behel gaya tidak bisa merapikan gigi seperti behel medis yang dipasang oleh dokter gigi. Penggunaannya justru berisiko menyebabkan kerusakan gigi, gangguan gusi, hingga masalah rahang jika dilakukan tanpa prosedur yang tepat. Jika ingin memiliki susunan gigi yang lebih rapi dan sehat, pilihan paling aman adalah menjalani perawatan ortodonti resmi dengan pengawasan tenaga medis profesional.